Berita

Ketua DPP Golkar, Andi Sinulingga/RMOL

Politik

Ketua DPP Golkar: Ada Isyarat Jokowi Inginkan Koalisi Gelar Munas Sebelum Pelantikan

SENIN, 08 JULI 2019 | 18:20 WIB | LAPORAN: DIKI TRIANTO

Ketua DPP Partai Golkar, Andi Sinulingga menyebut bahwa Presiden Joko Widodo mengisyaratkan keinginan agar partai politik pendukung menggelar Musyawarah Nasional (Munas) sebelum pelantikan Presiden dan Wakil Presiden pada Oktober 2019, termasuk Golkar.

"Yang saya dengar begitu (Jokowi ingin percepat munas). Tapi tidak langsung dari Pak Jokowi, tapi yang saya dengar begitu," kata Andi Sinalungga di Jakarta, Senin (8/7).

Guna merespons hal itu, DPP Golkar harus melaksanakan Rapat Pleno yang diikuti Rapimnas. Sebagai partai pendukung, kata dia, Golkar memiliki peran signifikan mengawal pemerintahan Jokowi-Maruf 2019-2024.


"Saya mendukung segera rapat untuk menentukan kapan yang baik (waktu) Munas bagi Partai Golkar," ujarnya.

Ia menjelaskan, sejumlah partai pendukung Jokowi-Maruf saat ini telah bergegas mempercepat penyelenggaraan Munas sebelum pelantikan. Beberapa diantaranya adalah PDP dan PKB.

PDIP bahkan sebelumnya akan menggelar Kongres pada tahun 2020, namun dipercepat untuk menyesuaikan agenda partai dan pemerintah serta mempersiapkan untuk Pilkada serentak 2020. Sedangkan PKB direncanakan akan melaksanakan Muktamar di Bali pada 20-22 Agustus.

Pun demikian dengan partai berlambang pohon beringin, hingga kini ia mengaku sudah ada desakan dari sejumlah kader dan juga pengurus DPD Golkar untuk segera melakukan Munas pada September ini.

"Ada dorongan (Munas) sebelum penetapan kabinet, ada dorongan seperti itu," ujarnya.

Namun diakui Andi, sejauh ini Golkar memang belum menjadwalkan waktu Munas karena dinamika yang terjadi dalam internal yang terbelah menginginkan Munas digelar September, sedangkan lainnya menginginkan Desember 2019.

"Rapat pleno akan digelar pada pertengahan Juli ini untuk menentukan waktu pelaksanaan Munas Golkar, Kita tunggu saja" tutupnya.

Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Jaksa Watch Lapor KPK, Ada Dugaan Penyalahgunaan Aset Sitaan Korupsi

Jumat, 17 April 2026 | 17:46

Purbaya Kecewa Banyak Pegawai Kemenkeu Tak Jalankan Tugas: Digeser Baru Nangis

Kamis, 23 April 2026 | 01:30

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

Kekesalan JK Dipicu Sikap Gibran dan Serangan Termul

Senin, 20 April 2026 | 12:50

UPDATE

Rupiah Undervalued: Cerita yang Terus Diulang

Senin, 27 April 2026 | 03:42

Truk Pengangkut Tembakau Terguling di Ruas Tol Jangli-Gayamsari

Senin, 27 April 2026 | 03:21

Pemerintahan Jokowi Berhasil Lakukan Kemiskinan Struktural

Senin, 27 April 2026 | 02:58

Menyorot Peran Indonesia dalam Stabilitas Asia Tenggara

Senin, 27 April 2026 | 02:35

Pakar Sebut Korporasi Kapitalis Penyebab Terjadinya Kemiskinan

Senin, 27 April 2026 | 02:12

Pemerintahan Jokowi Beri Jalan Lahirnya Fasisme

Senin, 27 April 2026 | 01:51

Bonus Rp1 Miliar untuk Pemain Persib Ternyata Berasal dari Maruarar Sirait

Senin, 27 April 2026 | 01:30

Strategi Memutus Rantai “Feederism” di Selat Malaka

Senin, 27 April 2026 | 01:12

Tiket Pesawat Tak Perlu Naik meski Harga Avtur Melonjak

Senin, 27 April 2026 | 00:45

Pelaku Penembakan di WHCD Dipastikan Beraksi Sendirian

Senin, 27 April 2026 | 00:42

Selengkapnya