Berita

Visa/Net

Nusantara

Komunitas Bebas Visa Komitmen Bantu Perbaiki Citra Indonesia

SABTU, 06 JULI 2019 | 03:21 WIB | LAPORAN:

Indonesia harus dapat menciptakan citra yang positif kepada dunia agar bisa mendapatkan bebas visa ke banyak negara. Salah satu yang menjadi sorotan adalah mengenai keberadaan Pekerja Migran Indonesia (PMI) ilegal.

Begitu kata Co-Founder Bebas Visa, Ivan Ronaldo dalam diskusi bertajuk “Bebas Visa Sudah Sampai Dimana?” yang diselenggarakan oleh komunitas BebasVisa di R2R, Pancoran, Jakarta Selatan, Jumat (5/7).

Dalam hal ini, komunitas Bebas Visa akan membantu Indonesia dalam membersihkan nama baik terkait keberadaan isu PMI ilegal.


“Kami ingin menepis pemberitaan bagaimana Indonesia itu bukanlah negara abal-abal, kami ingin menepis bahwa PMI adalah PMI Ilegal, bahwa WNI yang keluar negeri adalah calon TKI Ilegal, kami ingin menepis isu-isu tersebut,” ungkapnya.

Sementara itu, Analis Imigrasi Ditjen Imigrasi, Agung Sampurno juga mencatat bahwa perilaku negatif warga negara Indonesia di luar negeri juga berdampak pada sulitnya bebas visa dicapai. Sebab, ada masalah yang kompleks saat pemerintah mengirim orang ke luar negeri.

“Ketika kita mengirim PMI sejumlah dua juta ke Malaysia itu bukan masalah orangnya yang dua juta, tapi ideologinya dibawa, peristiwa pidananya dibawa, behaviour orangnya juga ikut,” jelasnya.

Selain itu, dia juga mengingatkan bahwa untuk mencapai bebas visa, masyarakat Indonesia harus siap menghadapi budaya asing yang masuk.

“Termasuk kita menerima turis-turis atau membuka diri dari negara-negara yang menurut kita secara ideologi berbeda,” tandasnya.

Selain Ivan dan Agung,  diskusi ini juga turut dihadiri oleh pakar hubungan internasional Shofwan Al-Banna Choiruzzad, Founder Good News From Indonesia Akhyari Hananto, Ketua bidang Hubungan Internasional dan Pariwisata Badan Pengurus Pusat Himpunan Ikatan Pengusaha Muda Indonesia (Hipmi) Bagas Adhadirgha. 

Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Duit Rp100 Miliar Hasil OTT KPK Dikabarkan Milik Nusron Wahid

Selasa, 15 September 2026 | 13:16

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

KPK Belum Tutup Peluang Periksa Bos Rokok HS M Suryo

Sabtu, 12 September 2026 | 06:08

Pendatang Baru, Partai Gema Bangsa Siap Verifikasi Pemilu 2029

Minggu, 13 September 2026 | 17:39

Desakan Pecat Nusron Mencuat, Ahmad Doli Memungkinkan jadi Pengganti

Minggu, 20 September 2026 | 05:26

UPDATE

Bea Cukai Sita 1.435 Bale Pakaian Bekas Ilegal Senilai Rp11,4 Miliar

Selasa, 22 September 2026 | 12:26

Bea Cukai Gagalkan 30 Kontainer Berisi Beras-Garam hingga Balpres, Nilainya Rp27,3 Miliar

Selasa, 22 September 2026 | 12:14

Lulus Kuliah, Sarjana SGU Ditantang Adaptif Hadapi Perubahan

Selasa, 22 September 2026 | 12:03

KPK Bakal Dalami Keterlibatan Dua Dirjen ATR/BPN yang Belum Jadi Tersangka

Selasa, 22 September 2026 | 11:55

Keselamatan Warga Harus Diprioritaskan di Tengah Banjir Bandang Solok

Selasa, 22 September 2026 | 11:51

Menlu Sugiono Serukan Langkah Nyata Group Eight Hentikan Krisis Gaza

Selasa, 22 September 2026 | 11:49

Harga Bitcoin Melonjak 6,66 Persen ke 86.614 Dolar AS

Selasa, 22 September 2026 | 11:47

Parpol Nonparlemen Bakal Kesulitan Jika Wacana Dua Fraksi untuk Capres Diterapkan

Selasa, 22 September 2026 | 11:37

NPCT1 Pastikan Tidak Ada Korban Pasca-Kebakaran Kontainer

Selasa, 22 September 2026 | 11:32

Sjafrie Apresiasi Jepang, dari Kemitraan Pertahanan hingga Bantuan Chinook

Selasa, 22 September 2026 | 11:05

Selengkapnya