Berita

Presiden Joko Widodo dan Prabowo Subianto/Net

Politik

Rekonsiliasi Tak Sekadar Mempertemukan Jokowi Dan Prabowo, Keduanya Hanya Personifikasi

JUMAT, 05 JULI 2019 | 03:23 WIB | LAPORAN: DIKI TRIANTO

Hingga saat ini, rencana rekonsiliasi antara presiden terpilih, Joko Widodo dan Prabowo Subianto tak kunjung terlaksana. Padahal, pertemuan dua tokoh ini dianggap banyak pihak perlu dilakukan untuk mendinginkan suhu politik pasca Pilpres 2019.

Politisi PPP, Arsul Sani berharap keduanya segera melakukan pertemuan. Bukan sekadar pertemuan antara dua kontestan Pilpres, namun Arsul memaknai bahwa ada misi besar yang harus dibawa Jokowi dan Prabowo yang ditunjukan kepada publik.

Anggota Komisi III DPR RI ini juga menjelaskan, rekonsiliasi keduanya secara terminologi bukan demi kepentingan pribadi masing-masing tokoh ini.


"Pak Jokowi dan Pak Prabowo tidak bermusuhan, mereka berdua adalah personifikasi kelompok besar yang mendukung masing-masing paslon. Itulah simbol rekonsiliasi," kata Arsul di Kompleks Parlemen, Jakarta, Kamis (4/7).

Pada prinsipnya, kata Arsul, makin cepat pertemuan keduanya dilakukan maka kondisi masyarakat yang sempat tebelah akan makin baik.

"Kalau soal waktu, itu lebih tergantung pada pihak Pak Prabowo. Karena kalau Pak Jokowi sudah membuka pintu," sambungnya.

Akan tetapi, saat disinggung soal bahasan rekonsiliasi, ia tak menampik akan ada kemungkinan pertemuan sosok yang dua kali berhadapan politik ini, yakni Pilpres 2014 dan Pilpres 2019 bakal dibumbui kepentingan politik.

Hal itu juga berkenaan dengan isu merapatnya Gerindra ke koalisi pemerintahan Jokowi-Maruf 2019-2024 mendatang.

"Itu wajar karena namanya juga partai politik dan ini persoalan kontestasi politik. Tapi pertanyaannya, apakah yang terkait dengan politik harus menjadikan Gerndra masuk pemerintahan? itu bagian, PR internal Gerindra," sambungnya.

Di sisi lain, ia berpandangan bahwa elite politik tak perlu menonjolkan sisi dominan untuk memperlihatkan keinginan mendinginkan suasana.

"Kalau kita terlalu by design, ketemu terus keliling, jangan-jangan malah gagal (meredam). Tapi kalau pelan-pelan, dibiarkan dingin itu lebih efektif. Ibarat menyimpan bara itu kan masih panas, masih besar," tutupnya.


Populer

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Harga Tiket Mahal, Jakarta Fair Bukan Lagi Pesta Rakyat

Senin, 15 Juni 2026 | 02:37

OTT Lanjutan KPK Tangkap 5 Pegawai BPK

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:09

Kasus MBG Melebar, Tersangka Sebut 30 Tokoh Besar Terlibat

Sabtu, 06 Juni 2026 | 23:39

Ganti Rugi Lahan Belum Tuntas, Warga Medan Polisikan Developer

Minggu, 07 Juni 2026 | 01:40

iPhone Raffi Ahmad Dikirim dari AS Tanpa Disebut dalam Dokumen

Selasa, 09 Juni 2026 | 00:01

UPDATE

Membaca Manuver Gibran Terima Mahasiswa Pendemo

Rabu, 17 Juni 2026 | 00:23

Bamus Betawi Siapkan Program Strategis Menuju Lima Abad Jakarta

Rabu, 17 Juni 2026 | 00:18

BEM Bersatu Ungkap Tiyo Ardianto Dekat dengan Jaringan PDIP dan Eks Timses Ganjar

Rabu, 17 Juni 2026 | 00:08

Nasabah BRImo Bisa Beli Reksa Dana USD Batavia

Rabu, 17 Juni 2026 | 00:04

BEM Bersatu: Mobil Tiyo Ardianto Diduga Milik Besan Andhika Perkasa

Rabu, 17 Juni 2026 | 00:01

Tahun Baru Tanpa Kembang Api

Selasa, 16 Juni 2026 | 23:30

Haikal Hassan Dianugerahi Gelar Profesor Kehormatan dari Silla University Korsel

Selasa, 16 Juni 2026 | 23:14

Rp35 Triliun Anggaran MBG Berubah Jadi Sampah

Selasa, 16 Juni 2026 | 23:00

Kemensos Genjot Sentra Terpadu jadi Pusat Pemberdayaan Masyarakat

Selasa, 16 Juni 2026 | 22:57

Pola Kenaikan Tidak Biasa Kekayaan Menko Pangan Zulkifli Hasan

Selasa, 16 Juni 2026 | 22:43

Selengkapnya