Berita

Presiden Joko Widodo dan Prabowo Subianto/Net

Politik

Prabowo Adalah Tokoh Nasional Berpengaruh, Tidak Ada Jabatan Yang Layak Ditawarkan Jokowi

KAMIS, 04 JULI 2019 | 04:40 WIB | LAPORAN: DIKI TRIANTO

Direktur Survei and Polling Indonesia (SPIN), Igor Dirgantara menilai wajar jika Partai Gerindra dan calon presiden 2019, Prabowo Subianto hendak dipinang Presiden Joko Widodo untuk membantu pemerintahan.

Hal itu tak lepas dari perolehan suara Partai Gerindra yang bertengger di posisi ke dua di Pileg 2019 kemarin.

"Ada 45% pendukung Prabowo-Sandi yang tidak memilih Jokowi-Maruf. Wajar jika Gerindra diajak bergabung," kata Igor kepada Kantor Berita RMOL, Rabu (3/7).


Kendati demikian, keinginan bergabungnya partai oposisi ini akan menyulitkan Jokowi lantaran mayoritas pendukung Prabowo tak ingin berada di lingkaran kekuasaan.

Hal inilah yang dinilai Igor menjadi pekerjaan besar Jokowi jika menginginkan sumbangsih Prabowo dan Gerindra di pemerintahan 2019-2024.

"Inilah tantangan Jokowi sekarang, yaitu bisa mewujudkan berada di semua golongan sebagai legacy terakhir masa kepemimpinannya sampai 2024," tegasnya.

Tak hanya itu, sosok Ketum Gerindra yang sudah memiliki tempat tersendiri bagi para pendukung juga tak akan memudahkan koalisi pemerintah untuk menggandeng Prabowo, termasuk iming-iming jabatan untuk mantan Danjen Kopassus itu.

"Prabowo Subianto adalah tokoh nasional yang paling berpengaruh saat ini. Tidak ada jabatan yang layak bisa diberikan, kecuali itu atas dasar kesepakatan Jokowi dan Prabowo," jelas Igor.

Ia menyadari banyak elite Gerindra yang menginginkan program Prabowo-Sandi saat kampanye Pilpres 2019 diakomodir oleh presiden terpilih. Namun demikian, hal itu tak serta merta harus diwujudkan dengan bergabung ke dalam kekuasaan petahana.

"Program Prabowo-Sandi bisa di luar atau di dalam pemerintahan. Tergantung dari makna rekonsiliasi nanti dalam pertemuan Jokowi dan Prabowo dalam waktu dekat," tandasnya.

Populer

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Harga Tiket Mahal, Jakarta Fair Bukan Lagi Pesta Rakyat

Senin, 15 Juni 2026 | 02:37

OTT Lanjutan KPK Tangkap 5 Pegawai BPK

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:09

Kasus MBG Melebar, Tersangka Sebut 30 Tokoh Besar Terlibat

Sabtu, 06 Juni 2026 | 23:39

Ganti Rugi Lahan Belum Tuntas, Warga Medan Polisikan Developer

Minggu, 07 Juni 2026 | 01:40

iPhone Raffi Ahmad Dikirim dari AS Tanpa Disebut dalam Dokumen

Selasa, 09 Juni 2026 | 00:01

UPDATE

Membaca Manuver Gibran Terima Mahasiswa Pendemo

Rabu, 17 Juni 2026 | 00:23

Bamus Betawi Siapkan Program Strategis Menuju Lima Abad Jakarta

Rabu, 17 Juni 2026 | 00:18

BEM Bersatu Ungkap Tiyo Ardianto Dekat dengan Jaringan PDIP dan Eks Timses Ganjar

Rabu, 17 Juni 2026 | 00:08

Nasabah BRImo Bisa Beli Reksa Dana USD Batavia

Rabu, 17 Juni 2026 | 00:04

BEM Bersatu: Mobil Tiyo Ardianto Diduga Milik Besan Andhika Perkasa

Rabu, 17 Juni 2026 | 00:01

Tahun Baru Tanpa Kembang Api

Selasa, 16 Juni 2026 | 23:30

Haikal Hassan Dianugerahi Gelar Profesor Kehormatan dari Silla University Korsel

Selasa, 16 Juni 2026 | 23:14

Rp35 Triliun Anggaran MBG Berubah Jadi Sampah

Selasa, 16 Juni 2026 | 23:00

Kemensos Genjot Sentra Terpadu jadi Pusat Pemberdayaan Masyarakat

Selasa, 16 Juni 2026 | 22:57

Pola Kenaikan Tidak Biasa Kekayaan Menko Pangan Zulkifli Hasan

Selasa, 16 Juni 2026 | 22:43

Selengkapnya