Berita

Shinzo Abe dan Joko Widodo/Net

Politik

Pertemuan Semenit Jokowi-Abe Layak Dicatat Guinness Book Of Record

RABU, 03 JULI 2019 | 19:36 WIB | LAPORAN: WIDIAN VEBRIYANTO

Pertemuan Presiden Joko Widodo dan Perdana Menteri Jepang Shinzo saat Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) G-20 menjadi sorotan. Sebab, durasi pertemuan keduanya tidak lebih dari 60 detik.

Ketua DPP Partai Gerindra Iwan Sumule bahkan menyebut pertemuan semenit itu layak mendapat rekor dunia dari Guinness Book Of Record.

"1 menit pertemuan bilateral Shinzo Abe dan Jokowi patut dicatat dalam "Guinness Book Of Record" sebagai pertemuan tersingkat," ujarnya dalam status yang ditulis di laman Facebook pribadi sesaat lalu, Rabu (3/7).


Lebih lanjut, dia ingin pertemuan singkat serupa juga terjadi saat Jokowi menemui ketua umum Gerindra Prabowo Subianto. Apalagi di balik durasi yang singkat, Jokowi disebut berhasil membahas dua kerjasama dengan Abe.

"Pertemuan Prabowo dan Jokowi yang konon dilakukan bulan Juli ini, kiranya dapat seefektif dan seefisian pertemuan Abe-Jokowi," sindir Iwan.

Sementara itu, Direktur Jenderal Kerja Sama Multilateral Kementerian Luar Negeri (Kemlu) Febrian Ruddyard menjelaskan bahwa ada dua hal yang dibahas Jokowi-Abe meskipun hanya bertemu semenit.

Dua kerjasama yang dibahas adalah Perjanjian Kerja Sama Ekonomi Jepang-Indonesia (IJEPA) dan Kerja Sama Ekonomi Komprehensif Regional (RCEP).

"Di tengah keterbatasan waktu PM Jepang yang sedang pimpin sidang G20, (Jokowi) masih dimungkinkan memiliki quality time untuk bertemu dan bahas IJEPA dan RCEP yang sangat penting bagi kerjasama kedua negara dan dalam kerangka ASEAN," ungkap Febri kepada Kantor Berita RMOL.

Durasi pertemuan Jokowi dengan Abe berbeda dengan pertemuan Abe dengan kepala pemerintah negara lain yang terbilang lama. Seperti dengan Presiden Perancis Emmanuel Macron dan Presiden Rusia Vladimir Putin, Abe menghabiskan waktu lebih dari satu jam.

Populer

Keputusan Bisnis Dipidanakan, Nicko Widjaja Tulis Surat dari Rumah Tahanan

Jumat, 22 Mei 2026 | 17:34

Cegah Kabur, Segera Eksekusi Razman Nasution!

Kamis, 21 Mei 2026 | 05:04

40 Warga Binaan Sumsel Dipindah ke Nusakambangan

Jumat, 22 Mei 2026 | 22:33

Jokowi Boleh Keliling Indonesia Asal Tunjukkan Ijazah Asli

Rabu, 20 Mei 2026 | 01:33

Tetangga Sudah Mendahului, Indonesia Masih Berpidato

Jumat, 15 Mei 2026 | 05:30

Bukan Indonesia yang Bebaskan Flotilla dari Israel

Sabtu, 23 Mei 2026 | 01:30

Bebaskan Nadiem, Lalu Adili Jokowi

Senin, 18 Mei 2026 | 02:46

UPDATE

Asosiasi Dosen Tuntut Gaji Minimal Dua Kali Lipat UMP

Senin, 25 Mei 2026 | 12:20

Zulhas Jangan Limpahkan Salah Nama Desa ke Bawahan

Senin, 25 Mei 2026 | 12:19

Fraksi Gerindra Apresiasi Pemulangan 9 WNI, Sebut Bukti Efektivitas Diplomasi RI

Senin, 25 Mei 2026 | 12:04

Dolar Kabur, Mafia Makmur

Senin, 25 Mei 2026 | 12:00

Rencana Jokowi Keliling Indonesia Diduga Terkait Dinamika Politik 2029

Senin, 25 Mei 2026 | 11:55

Kiai Imam Jazuli Perkuat Inovasi Pesantren Lewat Workshop Nasional

Senin, 25 Mei 2026 | 11:52

Pengamat Soroti Dampak Zulhas Salah Informasi ke Presiden

Senin, 25 Mei 2026 | 11:44

GOR Tri Lomba Juang Bakal Direhabilitasi Standart World Athletics Certification System

Senin, 25 Mei 2026 | 11:41

Awal Pekan, Harga Cabai Rawit Merah Tembus Rp81 Ribu per Kg

Senin, 25 Mei 2026 | 11:39

LOFF 2026 Dorong Kota Semarang Jadi Pusat Ekosistem Sinema Dunia

Senin, 25 Mei 2026 | 11:31

Selengkapnya