Berita

Menhan Ryamizard Ryacudu bertandang ke kantor Pemuda Pancasila/RMOLJakarta

Politik

Di Depan Menhan, Pemuda Pancasila: Indonesia Harus Kembali Ke UUD 1945

SELASA, 02 JULI 2019 | 03:58 WIB | LAPORAN: DIKI TRIANTO

Demi memantapkan ideologi Pancasila di Tanah Air, Ketua Umum Pemuda Pancasila, Japto Soelistyo Soerjosoemarno berharap pemerintah melakukan pengaderan ideologi. Hal tersebut disampaikan Japto di depan Menteri Pertahanan, Ryamizard Ryacudu yang bertandang ke kantor Majelis Pimpinan Nasional Pemuda Pancasila di kawasan Pejaten, Jakarta Selatan, Senin (1/7).

Japto menjelaskan, pengaderan yang dimaksud bukan seperti halnya pembentukan Badan Pembinaan Pendidikan Pelaksanaan Pedoman Penghayatan dan Pengamalan Pancasila (BP7) di era Presiden Soeharto.

"Mungkin cukup dari Menhan membuat kurikulum dan silabusnya saja untuk diterapkan, dan ini harus menjadi landasan pokok di dalam asas-asas pengaderan setiap organisasi agar jangan asas sifat satu organisasi ini Pancasila, tetapi realitanya tidak,” jelas Japto dilansir RMOLJakarta.


Melalui kurikulum dan silabus dengan pengawasan dan penatar dari pemerintah kepada setiap ormas, ia optimis sekitar 5-10 tahun ke depan bangsa Indonesia sudah kembali kepada Pancasila seutuhnya dan UUD 1945.

"Adalah tugas pemerintah untuk mengadakan pengaderan ideologi. Mungkin itu akan menyatukan kita ke depan. Dan yang sangat kami dambakan sebagai Pemuda Pancasila adalah kembalinya kita ke Undang-Undang Dasar 1945,” jelasnya.

Di tempat yang sama, Menhan Ryamizard menyambut positif usulan tersebut. Ia menyatakan pihaknya telah bertemu dengan rektor seluruh Indonesia agar memasukan program bela negara ke kurikulum.

"Karena saya prihatin bahwa sudah mulai orang-orang memasukan ideologi yang bertentangan dengan Pancasila, padahal Pancasila itu adalah pemersatu bangsa. Kalau pemersatu itu rusak, maka bangsa ini akan rusak, itu pasti,” jelas Ryamizard.

Bukan tanpa sebab, Menhan bahkan memperkirakan jika ideologi yang bertentangan dengan Pancasila tidak segera diantisipasi, maka 10 tahun ke depan posisi-posisi strategis di Indonesia bisa diintervensi oleh orang-orang yang berideologi di luar Pancasila.

Populer

Jaksa Belum Yakin Hasil Forensik Ijazah Jokowi

Rabu, 06 Mei 2026 | 18:31

Indonesia Menuju Gelap

Minggu, 03 Mei 2026 | 06:50

Sikap Dudung Pasang Badan Bela Seskab Teddy Berlebihan

Rabu, 06 Mei 2026 | 03:39

Nama Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terseret di Dakwaan Bos Blueray Cargo

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:16

Sikap Adem Ayem Seskab Teddy Mencurigakan

Selasa, 05 Mei 2026 | 02:06

KPK Dalami Peran Haji Her dan Suryo di Skandal Cukai Rokok

Jumat, 01 Mei 2026 | 20:51

Omongan Amien Rais Dibenarkan Publik selama Tak Dibantah Teddy

Kamis, 07 Mei 2026 | 02:15

UPDATE

Wali Murid Sekolah Islam Terpadu di Tangerang Korban Investasi Bodong Lapor Polisi

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:13

Abu Janda Cs Jangan Sampai Lolos

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:00

Herman Deru Perintahkan Jalinsum Diperbaiki Usai Tragedi Bus ALS

Minggu, 10 Mei 2026 | 01:22

Inilah Bupati Sitaro Chyntia Ingrid Kalangit yang Diborgol Kejati

Minggu, 10 Mei 2026 | 01:09

Pemakzulan Trump Mencoreng Citra Demokrasi Barat

Minggu, 10 Mei 2026 | 01:01

Politik Mesias Digital

Minggu, 10 Mei 2026 | 00:27

Saksi Sidang di PN Jakbar Dikejar-kejar hingga Diduga Dianiaya

Minggu, 10 Mei 2026 | 00:06

Pendidikan Bukan Komoditas Ekonomi

Minggu, 10 Mei 2026 | 00:03

Korban Kecelakaan Bus ALS Jadi 18 Orang

Sabtu, 09 Mei 2026 | 23:32

Kritik Amien Rais Jadi Momentum Perbaikan Tata Kelola Pemerintahan

Sabtu, 09 Mei 2026 | 23:14

Selengkapnya