Berita

Prabowo bersama dengan emak-emak pendukungnya/Net

Politik

Pesan Prabowo Usai Koalisi Bubar: Emak-Emak Tak Perlu Bersedih

SABTU, 29 JUNI 2019 | 04:32 WIB | LAPORAN: DIKI TRIANTO

Melalui musyawarah partai politik pendukung, Calon Presiden Prabowo Subianto akhirnya memutuskan untuk membubarkan Koalisi Adil Makmur yang mengusungnya di Pilpres 2019 bersama dengan Cawapres Sandiaga Uno.

Selain membubarkan koalisi, Prabowo juga menginginkan para pendukungnya tetap tegar dan tak bersedih dengan hasil sidang Mahkamah Konstitusi (MK) yang menolak gugatan sengketa Pilpres 2019.

Hal itu dikatakan Koordinator Jurubicara Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandi, Dahnil Anzar Simanjuntak melalui akun Twitter pribadinya.


"Dalam musyawarah koalisi parpol pendukung Pak @prabowo sore tadi, beliau menyampaikan pesan agar para pendukung, khususnya emak-emak dan elemen lainnya tak perlu bersedih," kata Dahnil, Jumat (28/6).

Baginya dan Prabowo, perjuangan untuk mewujudkan masyarakat adil dan makmur belum berakhir meski dalam jalur pemilihan presiden dan wakil presiden, paslon nomor urut 02 ini harus menerima hasil yang dikeluarkan Komisi Pemilihan Umum yang memenangkan Jokowi-Maruf.

"Perjuangan politik kita masih panjang. Ini bukan akhiran, namun jalan yang diberikan Allah SWT agar kita terus berjuang," tegasnya.

Di sisi lain, bubarnya Koalisi Adil Makmur merupakan jalan baru bagi kaukus parpol, sebuah forum komunikasi bagi lima partai politik yang sebelumnya bergabung di Koalisi Adil Makmur.

Kaukus inilah yang nantinya menjadi wadah bagi para pendukung untuk berjuang bersama-sama dalam agenda politik mendatang.

"Kaukus parpol disepakati dibentuk untuk mewadahi silahturahim rutin, Pak @prabowo bersama dengan parpol-parpol pengusung beliau pada Pilpres 2019 untuk membicarakan agenda-agenda politik kebangsaan ke depan, termasuk agenda politik Pilkada Serentak 2020 mendatang," tandasnya.

Populer

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Harga Tiket Mahal, Jakarta Fair Bukan Lagi Pesta Rakyat

Senin, 15 Juni 2026 | 02:37

OTT Lanjutan KPK Tangkap 5 Pegawai BPK

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:09

Kasus MBG Melebar, Tersangka Sebut 30 Tokoh Besar Terlibat

Sabtu, 06 Juni 2026 | 23:39

Ganti Rugi Lahan Belum Tuntas, Warga Medan Polisikan Developer

Minggu, 07 Juni 2026 | 01:40

iPhone Raffi Ahmad Dikirim dari AS Tanpa Disebut dalam Dokumen

Selasa, 09 Juni 2026 | 00:01

UPDATE

Membaca Manuver Gibran Terima Mahasiswa Pendemo

Rabu, 17 Juni 2026 | 00:23

Bamus Betawi Siapkan Program Strategis Menuju Lima Abad Jakarta

Rabu, 17 Juni 2026 | 00:18

BEM Bersatu Ungkap Tiyo Ardianto Dekat dengan Jaringan PDIP dan Eks Timses Ganjar

Rabu, 17 Juni 2026 | 00:08

Nasabah BRImo Bisa Beli Reksa Dana USD Batavia

Rabu, 17 Juni 2026 | 00:04

BEM Bersatu: Mobil Tiyo Ardianto Diduga Milik Besan Andhika Perkasa

Rabu, 17 Juni 2026 | 00:01

Tahun Baru Tanpa Kembang Api

Selasa, 16 Juni 2026 | 23:30

Haikal Hassan Dianugerahi Gelar Profesor Kehormatan dari Silla University Korsel

Selasa, 16 Juni 2026 | 23:14

Rp35 Triliun Anggaran MBG Berubah Jadi Sampah

Selasa, 16 Juni 2026 | 23:00

Kemensos Genjot Sentra Terpadu jadi Pusat Pemberdayaan Masyarakat

Selasa, 16 Juni 2026 | 22:57

Pola Kenaikan Tidak Biasa Kekayaan Menko Pangan Zulkifli Hasan

Selasa, 16 Juni 2026 | 22:43

Selengkapnya