Berita

Ilustrasi/Net

Global

Mahkamah Agung AS Tolak Penambahan Pertanyaan Dalam Lembar Sensus

JUMAT, 28 JUNI 2019 | 07:05 WIB | LAPORAN: AMELIA FITRIANI

Mahkamah Agung Amerika Serikat memutuskan bahwa pemerintahan Presiden Donald Trump tidak memberikan penjelasan yang memadai atas rencananya untuk menambah pertanyaan kewarganegaraan pada sensus 2020.

Pemerintah Amerika Serikat berargumen bahwa menambahkan pertanyaan yang mengharuskan orang untuk ikut serta dalam sensus untuk menyatakan, apakah mereka warga negara diperlukan untuk menegakkan hukum hak pilih dengan lebih baik. Lawan politik menilai bahwa pertanyaan itu bermotif politik.

Hakim-hakim di Mahkamah Agung kemudian sebagian menguatkan keputusan federal yang membatasi pertanyaan dalam kemenangan untuk sekelompok negara dan organisasi-organisasi hak-hak imigran yang menentang rencana tersebut.


Sensus sendiri disyaratkan oleh Konstitusi Amerika Serikat, dan digunakan untuk membagikan kursi di DPR Amerika Serikat dan mendistribusikan sekitar 800 miliar dolar AS dalam dana federal.

Selain itu, seperti dimuat Al Jazeera, data sensus juga dibutuhkan untuk bisnis yang bergantung pada data sensus untuk membuat keputusan strategis yang kritis, termasuk tempat berinvestasi modal.

Populer

Panglima TNI Bantah Seskab Teddy Diperiksa Polisi Militer

Sabtu, 07 November 2026 | 09:32

Kapolri Suyudi Berpeluang dapat Serangan Balik

Jumat, 06 November 2026 | 04:27

Upaya Makar Geng Solo

Sabtu, 07 November 2026 | 05:07

PKS Anggap Permintaan Maaf Raffi Ahmad Belum Cukup

Minggu, 01 November 2026 | 22:28

Bonatua akan Diperiksa Bareskrim terkait Dugaan Pemalsuan Dokumen Suket Gibran

Rabu, 04 November 2026 | 23:19

Syarat Penerima BSU 2026 Resmi dari Kemnaker, Cek Kriterianya

Jumat, 30 Oktober 2026 | 16:29

Jokowi Jangan Mimpi PSI Jadi Partai Besar

Selasa, 03 November 2026 | 02:41

UPDATE

Helikopter Pemadam Karhutla BNPB Jatuh di Sungai Barito

Minggu, 08 November 2026 | 14:30

Putin Pastikan Rusia-AS-Ukraina Kembali Berunding Pekan Depan di Abu Dhabi

Minggu, 08 November 2026 | 14:26

Plt Bupati Klaten Dicecar KPK soal Penerimaan Uang Hamenang dan Era Sebelumnya

Minggu, 08 November 2026 | 14:19

Al Aqsha Travel Gelar Akademi Marketing Haji untuk Perkuat Kompetensi Mitra

Minggu, 08 November 2026 | 14:02

Bahlil Ancam Tempuh Jalur Hukum Gegara Namanya Dikaitkan dengan Isu Penyadapan Prabowo

Minggu, 08 November 2026 | 13:47

Gempa 5,7 Magnitudo Guncang Jepang, 20 Orang Terluka

Minggu, 08 November 2026 | 13:42

Penyadapan Presiden Prabowo Biang Kerok Ekonomi Tidak Stabil

Minggu, 08 November 2026 | 13:28

Green Wakaf, Memperluas Manfaat Wakaf untuk Menjaga Kelestarian Alam

Minggu, 08 November 2026 | 13:08

Pengamat: Peran Seskab Teddy Strategis dalam Komunikasi Politik Pemerintah

Minggu, 08 November 2026 | 13:02

AS Siapkan Rp362 Miliar untuk Pembocor Informasi Nuklir Iran

Minggu, 08 November 2026 | 12:40

Selengkapnya