Berita

Direktur Jenderal Pembinaan Pengawasan Tenaga Kerja dan K3 (PPK dan K3) Kemnaker RI, Sugeng Priyant/Net

Luncurkan Portal K3, Kemnaker-ILO Ajak Pekerja Budayakan Keselamatan Kerja

KAMIS, 27 JUNI 2019 | 17:18 WIB | LAPORAN: DEDE ZAKI MUBAROK

Kementerian Ketenagakerjaan bersama International Labour Organization (ILO) mengajak para pekerja untuk menerapkan norma-norma keselamatan dan kesehatan kerja (K3) saat bekerja.

Penerapan K3 sebagai budaya dalam bekerja dan dalam setiap aktivitas kehidupan akan membuat kecelakaan kerja dan penyakit akibat kerja beserta kerugian-kerugian yang ditimbulkan dapat diminimalisir dan tidak terulang kembali.

Hal ini disampaikan oleh Direktur Jenderal Pembinaan Pengawasan Tenaga Kerja dan K3 (PPK dan K3) Kemnaker RI, Sugeng Priyanto saat mewakili Menaker M. Hanif Dhakiri dalam acara Peluncuran Profil K3 Nasional Dan Portal K3 Untuk Kaum Muda, di Jakarta, Kamis (27/6).


Sugeng mengatakan di era globalisasi ini kita harus mengantisipasi berbagai perubahan seperti pola kerja dan hubungan kerja baru, risiko kerja baru, perkembangan revolusi industri 4.0 serta penerapan K3nya.

Kondisi tersebut menurut Sugeng harus dijadikan tantangan sekaligus peluang melalui pendekatan-pendekatan baru yang kreatif dan inovatif, agar kerja makin efektif untuk mencapai kemajuan di bidang K3.

"Untuk itu kami sebagai pemerintah tentu wajib dalam menjalankan amanat dalam menyusun Profil K3 Nasional dan Strategi K3 Nasional berdasarkan pada Peraturan Presiden 34/2014 tentang Pengesahan Konvensi ILO No. 187/2006 mengenai Kerangka Kerja Peningkatan Keselamatan dan Kesehatan Kerja," kata Sugeng.

Sugeng menyampaikan bahwa atas kerjasama antara Kemnaker, dan perwakilan kementerian/instansi terkait, Kantor ILO Jakarta, Serikat Pekerja/Buruh dan Asosiasi Pengusaha, asosiasi profesi dan Lembaga, komunitas muda serta pelaku K3 lainnya, bahwa Indonesia telah menyusun Profil K3 Nasional Tahun 2019.

Selain itu, Dewan K3 Nasional (DK3N) juga telah bekerja sama dengan Kantor ILO Jakarta dalam mengembangkan Portal K3 untuk Kaum Muda , yakni (OSH Communication Toolboxes).OSH Communication Toolboxes ini nantinya diharapkan menjadi salah satu instrument penting dalam pembudayaan K3 sehingga perlu dipublikasikan secara luas agar dimanfaatkan secara optimal dan dapat dikembangkan lebih baik lagi.

"Kami tentu sangat mengharapkan agar semua komponen dapat menggunakan Profil K3 Nasional ini sebagai pedoman dalam perencanaan, implementasi, evaluasi dan peninjauan ulang pelaksanaan K3 di masing-masing sektor/stakeholder seperti kementerian/lembaga/instansi, asosiasi pengusaha, konfederasi serikat pekerja/buruh, asosiasi profesi, perguruan tinggi, dan komunitas kaum muda," Kata Sugeng.

Sugeng berharap dengan adanya berbagai pendukung program K3 tersebut, ke depannya peran semua pemangku kepentingan semakin optimal, terkoordinasi dan saling bersinergi dengan penggunaan berbagai potensi sumber daya yang ada, sehingga kita dapat mengarah kepada tujuan besar pembudayaan K3 secara efektif dan efisien dan makin dirasakan manfaatnya oleh semua warga negara.

Di akhir sambutan, Sugeng menyampaikan apresiasi yang sebesar-besarnya kepada ILO Jakarta dan Timor Leste yang telah mendukung dan memfasilitasi pertemuan ini dengan sangat baik. Dan tak lupa juga kepada seluruh Stakeholder yang mendukung penuh penyelenggaraan kegiatan ini.

Sementara itu, dalam sambutannya Direktur ILO Jakarta Michiko Miyamoto menyampaikan tujuan dari Peluncuran Profil K3 Nasional dan portal K3 yang diantaranya yakni ; Pertama , meningkatkan pengetahuan kaum muda tentang K3 , Kedua memperkuat keterlibatan dari para Stakeholder terkait dalam memberikan perlindungan bagi kaum muda; serta Memperkuat dialog nasional tentang K3 dalam mendukung budaya pencegahan tempat kerja yang lebih kuat.

"Ini merupakan bukti bahwa semua pemangku kepentingan K3 nantinya akan terus dapat meningkatkan kualitas implementasi K3 di Indonesia," ungkap Michiko.

Populer

Menko Yusril: Mundur dari Jabatan, Tak Gugurkan Tanggung Jawab Hukum Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 19:13

Firli Bahuri Sandang Gelar Doktor Hukum, Raih Gelar Summa Cumlaude

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 16:33

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

Legislator PAN Minta Menteri Imipas Tangguhkan Pengunduran Diri Dirjenpas Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 17:36

Gaji 26 Wantimpres Prabowo Tembus Rp1,9 Miliar Tiap Bulan, Belum Termasuk Fasilitas

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 19:06

Jenderal Dedi Langsung Tancap Gas Siapkan Struktur Organisasi BRAN

Jumat, 02 Oktober 2026 | 01:43

DPRD DKI Bakal Panggil Dishub Buntut Tarif Valet Tembus Rp250 Ribu

Minggu, 27 September 2026 | 14:20

UPDATE

Bos Danantara Ungkap Proses Pangkas BUMN Tak Mudah

Rabu, 07 Oktober 2026 | 12:11

Hingga Siang Nusron Belum Hadir, KPK Masih Menunggu

Rabu, 07 Oktober 2026 | 11:53

PJBS Direvisi, Porsi Saham Bayan Resources yang Dibeli Haji Isam Bertambah Jadi 10,08 Miliar

Rabu, 07 Oktober 2026 | 11:44

Nasib Gibran Kini Tergantung Prabowo

Rabu, 07 Oktober 2026 | 11:37

Empat WNI Pulang ke Tanah Air usai Enam Bulan Disandera Bajak Laut Somalia

Rabu, 07 Oktober 2026 | 11:31

PDIP: Kebohongan Gibran Lulus SMA Sederajat Tercatat dalam Putusan Negara!

Rabu, 07 Oktober 2026 | 11:31

Putusan MK soal Gibran Buka Perdebatan Demokrasi

Rabu, 07 Oktober 2026 | 11:21

DPR Minta Pemerintah Percepat Huntara bagi Korban Gempa Flores

Rabu, 07 Oktober 2026 | 11:19

Rita Widyasari Kembali Diperiksa KPK

Rabu, 07 Oktober 2026 | 11:17

Badai Dekati Amerika, Harga Minyak Naik Lagi

Rabu, 07 Oktober 2026 | 11:01

Selengkapnya