Berita

Kapolri Jenderal Tito Karnavian/RMOL

Hukum

Agar Bersinergi, Kapolri Berharap Ada Anggotanya Jadi Pimpinan KPK

SELASA, 25 JUNI 2019 | 11:08 WIB | LAPORAN: IDHAM ANHARI

Kapolri Jenderal Tito Karnavian sangat berharap ada anggota Polri yang lolos seleksi menjadi pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Dengan begitu, hubungan kerjasama dalam penanganan kasus korupsi antara KPK dan Polri bersinergi dengan baik serta lebih mudah.

"Kami berharap saya sebagai pimpinan Polri ada unsur Polri di dalam komisioner KPK," kata Tito di Gedung Rupatama Mabes Polri, Jakarta, Selasa (25/6).


Jika tidak adanya kerjasama atau sinergi dengan Polri, sambung Tito, membuat KPK sulit untuk menangani semua persoalan kasus korupsi di seluruh Indonesia, ataupun pencegahanya dimana ada 34 provinsi dan lebih dari 500 kepala daerah tingkat kabupaten maupun kota.

"KPK perlu menggandeng instansi otoritas lain yang berkaitan dengan penanganan korupsi, salah satu mitra yang potensial bagi KPK untuk bekerjasama menangani dan mencegah korupsi itu adalah Polri karena Polri miliki jaringan sampai dengan ke daerah-daerah," ujarnya.

Disisi lain, lanjut Tito, banyak penyidik-penyidik KPK melalukan pendidikan di lingkungan pendidikan Reserse. Selain itu, Polri memiliki sejarah tersendiri dengan KPK dari awal masa pembentukannya.

"Jangan lupa juga sejarah bahwa di awal pembesaran KPK berdirinya itu juga melibatkan Polri baik di tingkat pimpinan, kita lihat ada senior saya ada pak Taufiequrachman Ruki bahkan sebagai ketua waktu itu. Ada juga pak Bibit Samad, ada ibu Basaria Pandjaitan," pungkasnya.

Indonesia Corruption Watch (ICW) menilai akan ada konflik kepentingan bila pimpinan KPK berasal dari perwira tinggi Polri.

Koordinator Divisi Korupsi Politik ICW Donal Fariz mengatakan, alasan KPK dibentuk justru karena kinerja penegak hukum seperti Polri dan Kejaksaan belum optimal dalam memberantas korupsi. Karena itu dia menilai masuknya perwira tinggi Polri dalam jajarana pimpinan KPK bertentangan dengan alasan tersebut.

Sebanyak sembilan perwira tinggi Polri telah mendaftarkan diri untuk mengikuti proses seleksi calon pimpinan KPK periode 2019-2023. Sembilan nama tersebut belum final, masih bisa berubah hingga penutupan pendaftaran pada 4 Juli 2019.

Populer

Ketika Jenderal Memimpin yang Bukan Bidangnya

Kamis, 04 Juni 2026 | 00:15

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

KPK Dikabarkan OTT Pejabat Imigrasi Jakarta Barat, Diduga Terkait TKA

Rabu, 03 Juni 2026 | 07:33

Rita Widyasari: Dari Suap, Gratifikasi dan TPPU hingga Korporasi Tambang

Rabu, 03 Juni 2026 | 17:07

Dadan Hindayana Kena Batunya

Rabu, 03 Juni 2026 | 01:04

Pakai Jaket Gojek Mulyono di Sidang Pledoi, Nadiem Ingin Seret Jokowi?

Rabu, 03 Juni 2026 | 05:18

UPDATE

BNI Ingatkan Nasabah, Waspada Modus Penipuan BNIdirect

Sabtu, 13 Juni 2026 | 16:06

Diduga Palsukan KTA, Sekjen dan Waketum PPP Dipolisikan

Sabtu, 13 Juni 2026 | 15:47

DPR Nilai Dukungan Publik terhadap Program MBG Tetap Kuat Meski Diterpa Kasus Korupsi

Sabtu, 13 Juni 2026 | 15:09

Seleksi Pejabat Kemenag Kini Makin Ketat, Rekam Jejak Jadi Penentu

Sabtu, 13 Juni 2026 | 15:04

Soal Protes Kenaikan BBM, DPR Ingatkan Harga di Indonesia Masih Relatif Murah

Sabtu, 13 Juni 2026 | 14:34

Program Padat Karya Jaga Daya Beli Masyarakat

Sabtu, 13 Juni 2026 | 14:29

Kejagung: Motor Listrik MBG Bukan untuk Disita, Tapi Segera Disalurkan

Sabtu, 13 Juni 2026 | 14:24

LEMIGAS dan Pertagas Resmi Berkolaborasi di Proyek Cisem II

Sabtu, 13 Juni 2026 | 13:55

Fernando Emas: Waspada Reformasi 1998 Jilid II

Sabtu, 13 Juni 2026 | 13:51

Bank Mandiri Siapkan Rp1,95 Triliun untuk Lunasi Green Bond Seri A

Sabtu, 13 Juni 2026 | 13:33

Selengkapnya