Berita

Eggy Sudjana/Net

Publika

Yang Terlupakan

SENIN, 24 JUNI 2019 | 22:30 WIB | OLEH: ZENG WEI JIAN

SIDANG MK sita perhatian. Polemik Demokrat dan Zulhas menaikkan tensi atmosfer politik.

Gosip, fitnah, desas-desus, analisa amburadul, saling tuduh, sindir-sindiran, caci-maki, asumsi berlebihan dan berbagai spekulasi membuat gaduh. Berisikkk...!! Eggi Sujana terlupakan. Sudah dua bulan dia meringkuk di penjara Polda Metro Jaya.

The Last Mohicans. The Forgotten. Eggi Sujana kena pasal makar. Ancaman pidananya hukuman mati atau penjara seumur hidup. Dia hanya bisa berdoa. Dzikir tak putus. Enggak bisa ke mana-mana. Mendekam dalam sel tikus. Jenuh dan bosan adalah menu hariannya.


Eggi Sujana sedikit terhibur setelah Lieus Sungkharisma ditahan di sel maximum security nomor dua. Tepat di sebelah Eggi Sujana dipendam. Mereka makan sepiring mie berdua.

Mereka bisa tertawa berdua. Ada teman ngobrol. Eggi Sujana kaget Lieus Sungkharisma makan cepat sekali. Dia heran sewaktu melihat Lieus Sungkharisma gulung matras dan beresin barang.

"Kok kaya mau pulang?" tanya Eggi Sujana.

Dugaanya benar. Sehari sebelum lebaran, DR. Sufmi Dasco Ahmad atau biasa dipanggil Komandan Don Dasco menjamin penangguhan penahanan kepada Lieus Sungkharisma.

Lieus Sungkharisma masuk belakangan tapi keluar penjara duluan.

Eggi Sujana sendiri lagi. Sinar matanya meredup. Spirit melayu. Menurutnya, saban Jumat, semua tahanan tegang. Karena Jumat-Sabtu-Minggu tidak ada bezoekan.

"I knew that locking people up was paranormal - against normal, not beside it. Locks didn't cure; they strangled," kata Penulis Amerika Scott Westerfeld.

Wakil Ketua DPR-RI Fadli Zon sudah beri jaminan. Tim lawyer Eggi Sujana berusaha. Polisi tidak goyah. Pak Prabowo tidak lupa. Belakangan dia tekan Komandan Don Dasco untuk segera mengupayakan penangguhan penahanan kepada Eggi Sujana.

Kabar fitnah beredar pasca Lieus Sungkharisma dan Mustofa Nawardaya dikeluarkan dari Penjara Polda.

Anasir Hitam ngarang narasi dan bangun spekulasi adanya deal dengan Rezim Jokowi. Eggi Sujana tolak tunduk. Karena itu, dia tidak dikeluarkan.

Pagi tadi, Komandan Don Dasco menelepon Pak Prabowo yang sedang berada di Jerman. Dia melaporkan; Tugas mengeluarkan Eggi Sujana sudah dilaksanakan. Hari ini eksekusi penangguhan penahanannya dilakukan.

Di ruang kerja Direktur Tahanan Polda Metro Jaya, Eggi Sujana membantah narasi fitnah tersebut. Tidak pernah ada bargain atau deal apa pun. Dia hanya ditolak. Pernyataan itu diucapkan di hadapan Anggota Komisi III DPR-RI Wihadi Wiyanto, Habiburokhman, Hendarsam Marantoko dan Lieus Sungkharisma.

Kisah yang benar adalah Pak Prabowo beri tugas mengeluarkan para pendukungnya yang ditahan dan ratusan orang yang diduga terlibat insiden 21-22 Mei.

Syaratnya; DR. Sufmi Dasco Ahmad harus jadi penjamin mereka.

Baru kali ini ada satu orang bisa jadi penjamin untuk seratusan orang. Langka. Unik. Enggak lazim. Never happened before. Itu phenomenal.

Sebagai pemimpin besar, Pak Prabowo mengambil kebijakan menyelamatkan anak buah. Dia gunakan "diskresi"-nya.

Setelah keputusan MK, apa pun keputusannya, Pak Prabowo akan bertemu dengan semua partai pengusung 02 dan membahas langkah selanjutnya.

Jadi, tidak ada "deal-dealan" seperti kata para penghasut yang tidak melakukan apa-apa untuk para pejuang yang ditahan.

Populer

Bupati Klaten Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:10

Adik dan Orang Kepercayaan Kepala BNPB Suharyanto Dikabarkan Ditetapkan Tersangka KPK

Rabu, 14 Oktober 2026 | 10:12

Pergantian KSAD jadi Sinyal Skenario Baru Penentuan Panglima TNI

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 03:02

Jokowi sudah Ditinggalkan Parpol, Polri, hingga Oligarki

Senin, 19 Oktober 2026 | 04:00

Gagal Atasi Karhutla, Pecat Menhut Raja Juli!

Jumat, 16 Oktober 2026 | 23:30

Gugat Allianz Rp1,5 Miliar, Krisdayanti Ajukan Perkara ke PN Jaksel

Minggu, 18 Oktober 2026 | 13:28

Dua Tahun Cukup bagi Prabowo Mengasuh Geng Solo

Selasa, 13 Oktober 2026 | 13:43

UPDATE

Darwis Ismail Terpilih jadi Nakhoda Baru ISKINDO Periode 2026-2031

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 03:46

Polda Metro Bongkar Penyelundupan 54 Ton Batu Galena dari Gorontalo

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 03:27

Usul LBP Makin Terasa Janggal, Reformasi Hukum Jangan Kehilangan Arah

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 02:59

Manifesto Welfare State Pesisir

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 02:30

Gerakan 1 Juta Liter Air Bersih BEM PTNU Teruskan Semangat Resolusi Jihad

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 02:05

Sidang Praperadilan Kasus Relawan Prabowo Ditunda, Hakim Tegur Kelalaian Pemanggilan

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 01:51

Langkah Cepat Polda Jatim Cegah Potensi Kericuhan Aksi Mahasiswa Tuai Apresiasi

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 01:26

PT TIMAH Buka Opsi Buyback Saham Sikapi Dinamika Pasar Modal

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 00:49

GMNI Puji Ketegasan Kapolri Bongkar Penyelundupan 1,16 Ton Ketamin

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 00:21

PKS Dukung Pemerintah Lakukan Reformasi Bursa Saham Menyeluruh

Jumat, 23 Oktober 2026 | 23:45

Selengkapnya