Berita

Ketua DPP Partai Gerindra, Sodik Mujahid/Net

Politik

Dibanding Demo, Gerindra Ajak Massa Doakan Hakim MK Agar Diberi Petunjuk

SENIN, 24 JUNI 2019 | 15:02 WIB | LAPORAN: AHMAD KIFLAN WAKIK

Rencana aksi unjuk rasa MK yang digelar hingga 28 Juni mendatang dinilai tak perlu dilakukan. Hal itu mengingat Calon Presiden Prabowo Subianto sudah mewanti-wanti agar menghormati putusan MK terkait sengketa Pilpres 2019.

Demikian dikatakan Ketua DPP Partai Gerindra, Sodik Mujahid dalam menanggapi aksi yang digagas PA 212 dan sejumlah ormas.

Sodik mengatakan, para pendukung 02 dan masyarakat umum menghormati MK seperti halnya kubu 02 yang memilih jalur konstitusional di MK.


"Permintaan dan imbauan Pak Prabowo, kita tidak usah ada demo lagi di MK," kata Sodik di Kompleks Parlemen, Jakarta, Senin (24/6).

Dibanding menggelar aksi di jalan, Wakil Ketua Komisi VIII ini lebih mengimbau kepada massa untuk berdoa di tempat ibadah masing-masing.

"Berdoalah di masjid masing-masing agar hakim MK diberi petunjuk dan diberi keberanian untuk membangun sebuah paradigma baru yang tidak melihat kecurangan hanya sebatas angka-angka, tapi secara komprehensif," jelasnya.

Untuk saat ini, para pendukung diminta untuk bersabar menunggu putusan hakim soal sengketa Pilpres 2019 yang sebelumnya diajukan tim hukum BPN.

"Beliau meminta, samina waatona. Aku dengar permintaan Pak Prabowo, dan aku ikuti apa yang disampaikan Pak Prabowo," lanjutnya.

"Sekali lagi, berdoalah. Nah soal bagaimana tindak lanjut hasil keputusan apakah ditolak atau diterima, tapi Insya Allah diterima dengan doa tadi," tandasnya.

Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

Drone Emprit Temukan Manipulasi Konteks dalam Penyebaran Video Ceramah JK

Sabtu, 25 April 2026 | 02:37

Patroli AS di Selat Malaka Langgar Kedaulatan RI

Sabtu, 25 April 2026 | 05:15

Jusuf Hamka Sujud Syukur Menang Gugatan Lawan Hary Tanoe

Kamis, 23 April 2026 | 12:34

Saksi yang Diseret Khalid Basalamah Soal Uang Rp8,4 Miliar Mangkir dari Panggilan KPK

Minggu, 26 April 2026 | 11:05

Purbaya Kecewa Banyak Pegawai Kemenkeu Tak Jalankan Tugas: Digeser Baru Nangis

Kamis, 23 April 2026 | 01:30

UPDATE

Industri Sawit Terintegrasi Disiapkan PTPN di Sei Mangkei

Kamis, 30 April 2026 | 22:15

Gubernur NTB Tolak Cabut Laporan Aktivis Kemanusiaan

Kamis, 30 April 2026 | 21:41

APBN Tekor Rp240,1 T, Kemenkeu Tiadakan Konferensi Pers

Kamis, 30 April 2026 | 21:37

DPR Soroti Peran Strategis Proyek Danantara bagi Industri dan Lapangan Kerja

Kamis, 30 April 2026 | 20:41

Sejarah Hari Pendidikan Nasional 2 Mei, Asal Usul dan Peran Ki Hadjar Dewantara

Kamis, 30 April 2026 | 20:21

Mitigasi Dampak Perubahan Iklim, PLN-UNOPS Dorong Utilisasi EBT Nasional

Kamis, 30 April 2026 | 20:16

Apa Itu Sinkhole yang Muncul Kebun Warga Gunungkidul Yogyakarta?

Kamis, 30 April 2026 | 19:46

Sejarah Outsourcing dari Zaman Kolonial hingga Jadi Tuntutan di Hari Buruh 2026

Kamis, 30 April 2026 | 19:32

Kebijakan Energi RI Terjebak Pola Pikir Jangka Pendek Menahun

Kamis, 30 April 2026 | 19:27

Komisaris PT Loco Montrado Dicecar KPK soal Pengembalian Kerugian Negara Rp100 Miliar

Kamis, 30 April 2026 | 19:25

Selengkapnya