Berita

Ibu Eneng memberikan isyarat kepada penari yang berada di atas panggung/Net

Nusantara

Standing Ovation Untuk Tujuh Dewi Yang Menari Di Alam Sunyi

SENIN, 24 JUNI 2019 | 00:28 WIB | LAPORAN: INTANSARI FITRI

RMOL Festival Bedhayan 2019 yang digelar di Gedung Kesenian Jakarta (GKJ), Pasar Baru, Jakarta, Sabtu (22/6) menyisakan satu kisah haru.

Tak banyak yang menyadari bahwa ketujuh penari yang sedang melenggak-lenggok bagai dewi di atas panggung itu sama sekali tak mendengar alunan musik yang mengiringi Bedhayan Rancaekek, yang sedang mereka tarikan.

Mereka bagai tujuh dewi yang menari di alam sunyi.


Tarian mereka menggambarkan putri-putri keraton yang sedang menari di pendopo menyambut kehadiran para bangsawan.

Ketujuh penari dari Sangar Tari Smile Motivator itu menjadi peserta ketiga yang tampil di arena Festival Bedhayan 2019. Mereka bertujuh adalah Nita Ariani Junita, Syahila Nuraina, Zahrah Luthfi Khalifah, Lutfia Ulfi Suntara, Safaloui Zayyan Nasywa, dan Reni Siti Juliani.

Hampir tak ada yang tampak janggal. Gerakan mereka tampak wajar. Alunan musik yang mengiringi pun terdengar seperti biasa.

Satu-satunya yang berbeda adalah kehadiran penata tari, Ibu Eneng, yang berdiri di depan panggung memberikan isyarat tangan kepada para penari.

Di tengah-tengah tarian, alunan musik mendadak hilang dari pendengaran penonton. Sementara Ibu Eneng tetap memberikan isyarat tangan, dan ketujuh penari tetap melenggak-lenggok di atas panggung.

Itulah saat dimana semua yang menyaksikan penampilan mereka sadar bahwa alunan musik yang mengiringi Bedhayan Rancaekek itu ternyata bukan untuk para penari, melainkan untuk mereka yang menonton.

Usai ketujuh penari membawakan Bedhayan Rancaekek, budayawan Jaya Suprana yang merupakan salah seorang penggagas festival kembali memanggil mereka untuk tampil ke atas panggung.

Penonton menyambut dengan standing ovation, lalu diganti gerak isyarat tangan yang menggambarkan tepuk tangan yang meriah.

Jaya Suprana tampaknya ingin memberikan apresiasi khusus kepada ketujuh penari. Namun keinginan itu diurungkannya. Suaranya terdengar berat oleh rasa haru yang mencekat.

“Saya tak bisa lagi berkata-kata,” ujarnya dalam nada haru yang sedemikian rupa. Lalu ikut menghilang ke belakang panggung bersama ketujuh penari.

Menari di Alam Sunyi


Saat membuka acara, Jaya Suprana telah menyampaikan kepada penonton bahwa salah satu peserta Festival Bedhayan 2019 adalah kelompok penari penyandang tuna rungu. Para penari ini bagai menari di alam sunyi, katanya.

Inilah penjelasan Jaya Suprana mengenai penari Smile Motivator yang bagai para dewi menari di alam sunyi:

"Tanpa mengecilkan semua peserta, hari ini ada pula peserta yang menyadarkan kita bahwa masih ada alam yang berbeda dengan alam yang kita alami bersama.

Kita semua memiliki indera dengar. Sehingga kita sudah terbiasa dengan alam suara. Anda bisa mendengarkan saya bicara ini.

Tapi masih ada alam lainnya, yaitu alam sunyi. Alam hening. Alam tanpa suara.

Dan hari ini, teman-teman kita dari Bandung, yang kebetulan penyandang tuna rungu, akan mengajak kita semua masuk ke dalam alam visual, alam gerak, tetapi tanpa suara. Karena beliau-beliau tidak memiliki daya indera dengar.

Ini suatu yang luar biasa sekali. Menurut saya, teman-teman kita dari Bandung ini nanti menyadarkan kita semua, bahwa mahkota dari apapun di planet bumi ini, bahkan di alam semesta ini, termasuk kebudayaan, keseniaan, adalah kemanusiaan.

Hanya mereka yang tidak memiliki nurani kemanusiaan yang pasti tidak terharu nanti kalau menyaksikan bagaimana teman-teman kita dari Bandung yang kebetulan menyandang tuna rungu akan menggelar tari Bedhayan.

Ini merupakan kebahagiaan dan kebanggan bagi bangsa Indonesia yang dipersembahkan kepada masyarakat dunia."

Populer

Ketika Jenderal Memimpin yang Bukan Bidangnya

Kamis, 04 Juni 2026 | 00:15

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

KPK Dikabarkan OTT Pejabat Imigrasi Jakarta Barat, Diduga Terkait TKA

Rabu, 03 Juni 2026 | 07:33

Rita Widyasari: Dari Suap, Gratifikasi dan TPPU hingga Korporasi Tambang

Rabu, 03 Juni 2026 | 17:07

Ketika Pencalonan Ryamizard Ryacudu sebagai Panglima TNI Dianulir SBY

Selasa, 02 Juni 2026 | 03:18

Dadan Hindayana Kena Batunya

Rabu, 03 Juni 2026 | 01:04

UPDATE

Wall Street Lesu, Nasdaq Anjlok Paling Dalam

Rabu, 10 Juni 2026 | 08:20

Tok! Pertamax Naik Drastis Jadi Rp16.250 per Liter Mulai Hari Ini

Rabu, 10 Juni 2026 | 08:02

Peringati 100 Hari Perang, Ghalibaf Puji Keteguhan Rakyat Iran

Rabu, 10 Juni 2026 | 07:49

Logam Mulia Melemah, Pasar Waspadai Lonjakan Inflasi AS

Rabu, 10 Juni 2026 | 07:39

JIS Diburu Sponsor, Jakpro Mulai Proses Tender Naming Rights

Rabu, 10 Juni 2026 | 07:27

AS Gempur Iran Setelah Helikopter Apache Ditembak Jatuh di Selat Hormuz

Rabu, 10 Juni 2026 | 07:16

Saham Teknologi dan Perbankan Tertekan, Bursa Eropa Ditutup Lesu

Rabu, 10 Juni 2026 | 07:05

Ditopang Geng Solo dan Golkar, Duet Gibran-Bahlil Bisa jadi Efek Kejut di Pilpres 2029

Rabu, 10 Juni 2026 | 06:58

Iran Disebut Memiliki Tiga Senjata Nuklir yang Bikin AS-Israel Ketar-ketir

Rabu, 10 Juni 2026 | 06:30

Lagu ‘MBG’ Sarana Efektif Dongkrak Popularitas Bahlil Menuju Pilpres 2029

Rabu, 10 Juni 2026 | 06:01

Selengkapnya