Berita

Delta Djakarta/Net

Nusantara

Pemprov DKI Peroleh Deviden Rp 100 Miliar Lebih Dari Perusahaan Bir

KAMIS, 20 JUNI 2019 | 21:03 WIB | LAPORAN:

Pemprov DKI kebagian deviden dari PT Delta Djakarta sebesar Rp 100 miliar lebih. Hal itu sebagaimana hasil dari rapat umum pemegang saham (RUPS) tahunan yang menyatakan tahun ini perseroan bakal membagikan deviden kepada para pemegang saham.

Nilai tersebut didapat setelah RUPS menetapkan pembagian deviden dengan nilai Rp 478 per lembar saham. Pemprov DKI sendiri diketahui memiliki 210.200.700 lembar saham dalam perusahaan penghasil bir itu, atau sebanyak 26,25 persen saham perseroan dimiliki oleh Pemprov DKI.

"Dengan demikian Pemprov DKI Jakarta akan menerima deviden sebesar Rp 100.475.934.600," kata Kepala Badan Pembinaan Badan Usaha Milik Daerah (BP BUMD) DKI Riyadi seperti diberitakan RMOLJakarta, Kamis (20/6).
Meskipun mendapat untung Rp 100 miliar lebih, Riyadi mengungkapkan, sebenarnya dalam RUPST pihak Pemprov DKI telah mengusulkan agar saham DLTA hanya sebesar Rp 240,12, sayangnya usulan itu ditolak di RPUST.

Meskipun mendapat untung Rp 100 miliar lebih, Riyadi mengungkapkan, sebenarnya dalam RUPST pihak Pemprov DKI telah mengusulkan agar saham DLTA hanya sebesar Rp 240,12, sayangnya usulan itu ditolak di RPUST.

"Betul, pada saat RUPS DKI mengusulkan agar dividen per lembar saham Rp 240,12 atau maksimal seperti tahun lalu sebesar Rp 260 per lembar saham," ujarnya.

"Faktanya yang disetujui dan diputuskan RUPS adalah dividen per lembar saham Rp 478. Tentunya DKI Jakarta menghargai dan mematuhi keputusan RUPS," tegas Riyadi.

Sebelumnya, RPUS PT Delta Djakarta memutuskan membagikan dividen dengan jumlah Rp 382,7 miliar. Jumlah ini berbeda dan lebih tinggi dari perolehan laba bersih pada tahun 2018 sebesar Rp 338,07 miliar.

Populer

Kolaborasi dengan Turki

Minggu, 11 Januari 2026 | 04:59

KPK Panggil Sekretaris Camat hingga Direktur Perusahaan dalam Kasus OTT Bupati Bekasi

Rabu, 14 Januari 2026 | 12:09

Ijazah Asli Kehutanan UGM

Rabu, 14 Januari 2026 | 05:09

Menanti Nyali KPK Panggil Jokowi di Kasus Kuota Haji

Minggu, 11 Januari 2026 | 08:46

Taktik Pecah Belah Jokowi Tak akan Berhasil

Sabtu, 10 Januari 2026 | 06:39

Pendukung Jokowi Kaget Dipolisikan Demokrat

Rabu, 07 Januari 2026 | 13:00

Mahfud MD: Mas Pandji Tenang, Nanti Saya yang Bela!

Rabu, 07 Januari 2026 | 05:55

UPDATE

Lampaui Ekspektasi, Ekonomi Malaysia Tumbuh 4,9 Persen di 2025

Sabtu, 17 Januari 2026 | 14:16

Kuota Pembelian Beras SPHP Naik Jadi 25 Kg Per Orang Mulai Februari 2026

Sabtu, 17 Januari 2026 | 14:02

Analis: Sentimen AI dan Geopolitik Jadi Penggerak Pasar Saham

Sabtu, 17 Januari 2026 | 13:46

Hasto Bersyukur Dapat Amnesti, Ucapkan Terima Kasih ke Megawati-Prabowo

Sabtu, 17 Januari 2026 | 13:26

Bripda Rio, Brimob Polda Aceh yang Disersi Pilih Gabung Tentara Rusia

Sabtu, 17 Januari 2026 | 12:42

Sekolah Rakyat Jalan Menuju Pengentasan Kemiskinan

Sabtu, 17 Januari 2026 | 12:16

Legislator Golkar: Isra Miraj Harus Jadi Momentum Refleksi Moral Politisi

Sabtu, 17 Januari 2026 | 12:14

Skandal DSI Terbongkar, Ribuan Lender Tergiur Imbal Hasil Tinggi dan Label Syariah

Sabtu, 17 Januari 2026 | 11:46

Harga Minyak Menguat Jelang Libur Akhir Pekan AS

Sabtu, 17 Januari 2026 | 11:35

Guru Dikeroyok, Komisi X DPR: Ada Krisis Adab dalam Dunia Pendidikan

Sabtu, 17 Januari 2026 | 11:24

Selengkapnya