Berita

Joko Widodo/Net

Nusantara

Jokowi Optimis 2025 Sertifikat Tanah Seluruh Indonesia Akan Rampung

KAMIS, 20 JUNI 2019 | 17:56 WIB | LAPORAN:

Presiden Joko Widodo optimistis pada tahun 2025 proses sertifikasi tanah di seluruh Indonesia akan rampung. Untuk itu, Presiden mendorong kantor Badan Pertanahan Nasional (BPN) agar terus menaikkan target penyelesaian penerbitan sertifikat tanah dari tahun ke tahun.

“Tahun depan saya minta 5 juta, tahun depannya lagi saya minta 7 juta, tahun depannya lagi saya minta 9 juta, tahun depannya lagi 12 juta, tahun depan naik terus. Sehingga target kita 2025 seluruh Indonesia yang namanya sertifikat ini rampung, Insya Allah rampung,” kata Presiden Jokowi saat memberikan sambutan pada penyerahan 3.200 sertifikat tanah untuk rakyat, di GOR Tri Dharma PT Petrokimia, Kabupaten Gresik, Jawa Timur, Kamis (20/6).

Menurutnya, pada 2015 seharusnya sertifikat yang dipegang masyarakat mencapai 126 juta bidang tanah. Namun kenyataannya, saat itu baru 46 juta bidang tanah yang sudah bersertifikat. Sisanya, sebanyak 80 juta bidang tanah belum bersertifikat.


“Sebelumnya dulu setahun itu hanya bisa produksi 500 ribu per tahun, se-Indonesia 500 ribu. Kalau kurangnya 80 juta berarti nunggunya 160 tahun. 80 juta setahun hanya 500 ribu berarti nunggunya sertifikat ini nunggu harus nunggu 160 tahun,” ujar Kepala Negara.

Oleh sebab itu, Presiden Jokowi menyampaikan kepada Menteri Agraria dan Tata Ruang (ATR)/Kepala BPN bahwa hal itu tidak bisa diterus-teruskan. Ia minta kepada Menteri ATR/Kepala BPN agar bisa menyelesaikan target sertifikasi tanah sebagaimana yang disampaikannya.

“Tadi sudah dijanjikan Pak Menteri BPN, yang janji Pak Menteri lho, Gresik 2024 semuanya selesai. Pak Menteri yang janji, saya tinggal nagih janjinya, bapak ibu semuanya juga nagih janjinya,” ucap Presiden.

Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Duit Rp100 Miliar Hasil OTT KPK Dikabarkan Milik Nusron Wahid

Selasa, 15 September 2026 | 13:16

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

KPK Belum Tutup Peluang Periksa Bos Rokok HS M Suryo

Sabtu, 12 September 2026 | 06:08

Pendatang Baru, Partai Gema Bangsa Siap Verifikasi Pemilu 2029

Minggu, 13 September 2026 | 17:39

Desakan Pecat Nusron Mencuat, Ahmad Doli Memungkinkan jadi Pengganti

Minggu, 20 September 2026 | 05:26

UPDATE

Kejagung Diminta Awasi Ekstra Proyek Pembangunan IKN

Selasa, 22 September 2026 | 22:15

Suahasil Beberkan Tiga Jurus Perkuat Pengawasan Bea Cukai, Apa Saja?

Selasa, 22 September 2026 | 21:51

KPK Didesak Periksa Nusron agar Tak Muncul Spekulasi Liar

Selasa, 22 September 2026 | 21:21

Jangan Omon-omon, Pelaksanaan MBG Harus Dipersempit ke Daerah 3T

Selasa, 22 September 2026 | 21:21

Raja Juli Sepi, Muncul Nusron

Selasa, 22 September 2026 | 21:12

Pakai Amine System, SP-ABG Pertamina Turunkan CO2 pada Gas jadi 5%

Selasa, 22 September 2026 | 21:07

Selebgram Jule Hanya Pemakai Etomidate, Bukan Pengedar

Selasa, 22 September 2026 | 20:54

Wacana Pencalonan Presiden-Wapres Cukup Didukung Dua Fraksi Ingkari Putusan MK

Selasa, 22 September 2026 | 20:36

KPK Kembali Sita Mobil Vinna Ledy Anggraheni Hasil Pemberian Pengusaha

Selasa, 22 September 2026 | 20:18

Swing Voters dan Pilkades Bekasi 2026

Selasa, 22 September 2026 | 19:59

Selengkapnya