Berita

Ubedilah Badrun (baju kotak merah) saat menyambangi Komnas HAM/RMOL

Politik

Suara Komponen Bangsa Minta Komnas HAM Usut Tuntas Tragedi Kemanusiaan 21-22 Mei

KAMIS, 20 JUNI 2019 | 05:40 WIB | LAPORAN:

Kerusuhan yang terjadi menyusul aksi damai menolak hasil pemilu curang pada 21-22 Mei lalu masih menyisakan pilu.

Betapa tidak, selain menimbulkan korban jiwa dari kalangan usia di bawah umur, benang merah pelaku kerusuhan itu juga belum jelas hingga saat ini. Pihak kepolisian masih melakukan investigasi untuk mengungkap semua fakta yang ada.

Menanggapi hal tersebut, sekelompok aktivis dan praktisi berbagai bidang yang tergabung dalam Suara Komponen Bangsa pun mendatangi Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) pada Rabu (19/6) kemarin.


Dalam kesempatan tersebut, Suara Komponen Bangsa yang digawangi Akademisi Ubedilah Badrun menyampaikan setidaknya enam poin mengenai tragedi kemanusiaan itu.

"Sehubungan dengan keprihatinan kami dari Suara Komponen Bangsa terhadap tragedi kemanusiaan yang terjadi di Jakarta pada 21-22 Mei 2019 yang lalu, kami menyampaikan beberapa hal  penting kepada Komnas HAM RI," ujar Ubedilah dalam rilis yang diterima, Kamis (20/6).

Ubedilah menerangkan, pihaknya mengutuk keras jatuhnya korban jiwa yang di antaranya anak di bawah umur pada 21-22 Mei lalu.

Selain itu, imbuh Ubedilah, Suara Komponen Bangsa juga memberikan apresiasi kepada Komnas HAM yang telah melakukan tahapan awal untuk mengungkap kebenaran peristiwa tragedi kemanusiaan itu.

"Kami meminta Komnas HAM RI untuk secara serius menuntaskan pengungkapan kejahatan kemanusiaan yang terjadi pada 21-22 Mei 2019 tersebut secara detail dan terbuka, termasuk mengungkap kesalahan prosedur operasional kepolisian dan mengungkap siapa sesungguhnya aktor dibalik tragedi kemanusiaan tersebut," imbuhnya.

Tak cukup sampai di sana, Komnas HAM juga diminta untuk memberikan pendampingan kepada keluarga korban. Hal ini penting, sebut Ubedilah, mengingat ada semacam tekanan psikologis dari pihak aparat keamanan yang dialami keluarga korban untuk tidak banyak bicara didepan umum.

"Kami mendesak kepada Komnas HAM untuk menyatakan bahwa peristiwa 21-22 Mei adalah kejahatan kemanusiaan," lanjut Ubedilah.

"Terakhir, kami mendorong kepada seluruh komponen bangsa untuk berperan aktif dalam memberikan informasi dan data korban jiwa, material maupun imaterial dari kejahatan kemanusiaan tersebut," pungkasnya.

Selain Ubedilah Badrun, Suara Komponen Bangsa juga diisi sejumlah nama lain seperti Aktivis Sosial Edysa Girsang, Pebisnis Muda Bungas T Fernando Duling, Budayawan Leonargo Eko Wahyu.

Kemudian Praktisi Pendidikan Henry Basel, Aktivis Ormas Kepemudaan Lutfi Nasution, Pebisnis Muda Lili Erawati, Akbar Firdaus, Dokter Indra P serta Jaya Safitri.

Populer

Indonesia Menuju Gelap

Minggu, 03 Mei 2026 | 06:50

Saksi yang Diseret Khalid Basalamah Soal Uang Rp8,4 Miliar Mangkir dari Panggilan KPK

Minggu, 26 April 2026 | 11:05

Dua Dirjen Kementerian PKP Mundur Diduga Stres di Bawah Kepemimpinan Ara

Senin, 27 April 2026 | 03:59

Bos Rokok PT Gading Gadjah Mada Dipanggil KPK

Senin, 27 April 2026 | 14:16

Usai Dilantik, Jumhur Tegaskan Status Hukum Bersih dari Vonis 10 Bulan

Senin, 27 April 2026 | 21:08

KPK Dalami Peran Haji Her dan Suryo di Skandal Cukai Rokok

Jumat, 01 Mei 2026 | 20:51

Sikap Adem Ayem Seskab Teddy Mencurigakan

Selasa, 05 Mei 2026 | 02:06

UPDATE

BPOM Terbitkan Aturan Baru untuk Penjualan Obat di Minimarket

Rabu, 06 Mei 2026 | 18:01

Jaksa KPK Endus Ada Makelar Kasus dalam Kasus Bea Cukai

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:59

Kapolri Dianugerahi Tanda Kehormatan Adhi Bhakti Senapati

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:50

Komisi XIII DPR Desak LPSK Lindungi Korban Kasus Ponpes Pati

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:39

Pengembangan Koperasi di Luar Kopdes Tetap jadi Prioritas

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:20

AS Galang Dukungan PBB untuk Tekan Iran di Selat Hormuz

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:19

Nama Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terseret di Dakwaan Bos Blueray Cargo

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:16

Komdigi Lakukan Blunder Kuadrat soal Video Amien Rais

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:06

Menteri PU: Pejabat Eselon I Diisi Putra dan Putri Terbaik

Rabu, 06 Mei 2026 | 16:58

RI Jangan Lengah Meski Konflik Timur Tengah Mereda

Rabu, 06 Mei 2026 | 16:45

Selengkapnya