Berita

Tanah reklamasi di utara Jakarta/Net

Nusantara

Pembangunan Ibukota Baru Di Pulau Reklamasi Akan Sedot Perhatian Dunia

RABU, 19 JUNI 2019 | 20:43 WIB | LAPORAN:

Pulau reklamasi di utara Jakarta dinilai cukup untuk dijadikan lahan pembangunan Ibukota Negara baru. Menurut Wakil Ketua DPR RI, Fahri Hamzah, pemilihan reklamasi menjadi lahan Ibukota baru akan menarik perhatian dunia lantaran berdekatan dengan Kepulauan Seribu.

Selain itu, pemilihan lokasi di pesisir pantai ini juga sejalan dengan prinsip poros maritim yang sering digaungkan pemerintah.

"Di situ saya membayangkan kalau kantor pemerintah dibangun, Jakarta dijadikan Ibukota negara maritim, Indonesia akan dikenal oleh dunia sebagai kota maritim," kata Fahri Hamzah kepada Kantor Berita RMOL, Rabu (19/6).


Hal itu semakin menarik perhatian ketika reklamasi dibangun dengan mengintensifkan transportasi lautan ke pulau-pulau lain di Kepulauan Seribu.

"Bahkan presiden bisa membangun kapal besar untuk mengontrol pesisir-pesisir Indonesia sehingga presiden sekali-kali ngantor itu bukan naik pesawat, tetapi naik kapal induk besar untuk keliling Indonesia," tegasnya.

Isu reklamasi kembali mencuat usai Pemprov DKI Jakarta memilih menerbitkan Izin Mendirikan Bangunan (IMB) terhadap 932 bangunan di pulau reklamasi. Gubernur DKI Jakarta menyebut, izin tersebut didasari oleh Pergub 206/2016 yang dibuat masa kepemimpinan Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok.

Populer

Kolaborasi dengan Turki

Minggu, 11 Januari 2026 | 04:59

KPK Panggil Sekretaris Camat hingga Direktur Perusahaan dalam Kasus OTT Bupati Bekasi

Rabu, 14 Januari 2026 | 12:09

Ijazah Asli Kehutanan UGM

Rabu, 14 Januari 2026 | 05:09

Menanti Nyali KPK Panggil Jokowi di Kasus Kuota Haji

Minggu, 11 Januari 2026 | 08:46

Taktik Pecah Belah Jokowi Tak akan Berhasil

Sabtu, 10 Januari 2026 | 06:39

Pendukung Jokowi Kaget Dipolisikan Demokrat

Rabu, 07 Januari 2026 | 13:00

Mahfud MD: Mas Pandji Tenang, Nanti Saya yang Bela!

Rabu, 07 Januari 2026 | 05:55

UPDATE

Lampaui Ekspektasi, Ekonomi Malaysia Tumbuh 4,9 Persen di 2025

Sabtu, 17 Januari 2026 | 14:16

Kuota Pembelian Beras SPHP Naik Jadi 25 Kg Per Orang Mulai Februari 2026

Sabtu, 17 Januari 2026 | 14:02

Analis: Sentimen AI dan Geopolitik Jadi Penggerak Pasar Saham

Sabtu, 17 Januari 2026 | 13:46

Hasto Bersyukur Dapat Amnesti, Ucapkan Terima Kasih ke Megawati-Prabowo

Sabtu, 17 Januari 2026 | 13:26

Bripda Rio, Brimob Polda Aceh yang Disersi Pilih Gabung Tentara Rusia

Sabtu, 17 Januari 2026 | 12:42

Sekolah Rakyat Jalan Menuju Pengentasan Kemiskinan

Sabtu, 17 Januari 2026 | 12:16

Legislator Golkar: Isra Miraj Harus Jadi Momentum Refleksi Moral Politisi

Sabtu, 17 Januari 2026 | 12:14

Skandal DSI Terbongkar, Ribuan Lender Tergiur Imbal Hasil Tinggi dan Label Syariah

Sabtu, 17 Januari 2026 | 11:46

Harga Minyak Menguat Jelang Libur Akhir Pekan AS

Sabtu, 17 Januari 2026 | 11:35

Guru Dikeroyok, Komisi X DPR: Ada Krisis Adab dalam Dunia Pendidikan

Sabtu, 17 Januari 2026 | 11:24

Selengkapnya