Berita

Diskusi di Media Center Prabowo-Sandi/Net

Politik

BPN Bangga Dengan Penampilan BW Di Sidang MK

SENIN, 17 JUNI 2019 | 16:04 WIB | LAPORAN: AHMAD KIFLAN WAKIK

Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo Subianto-Sandiaga Uno merasa puas dengan gelaran sidang pendahuluan Perselisihan Hasil Pemilihan Umum (PHPU) Pilpres 2019 di Mahkamah Konstitusi (MK).

Wakil Ketua BPN Prabowo-Sandi, Priyo Budi Santoso bangga dengan mantan Komisioner KPK Bambang Widjojanto yang tampil memukau sebagai ketua tim kuasa hukum pasangan 02 di persidangan. Sebab, pria yang akrab dipanggil BW itu bisa menjelaskan fakta secara rinci dalam sidang.

"Kemarin dengan bangga kita menyaksikan dengan lengkap dan rinci oleh Mas BW yang secara detail membacakan fakta," ujar Priyo di Media Center Prabowo-Sandi, Kebayoran Baru, Jakarta, Senin (17/6).


Sekjen Partai Berkarya itu menceritakan bahwa awalnya BPN tidak berniat mengajukan gugatan. Ini lantaran BPN merasa kecurangan terstruktur, sistematis, dan masif telah terjadi sejak awal proses pemilihan umum.

"Prabowo-Sandi dan BPN tidak merencanakan mengajukan gugatan di MK, karena kita lihat apa yang disebut kecurangan TSM memang sudah kami temukan sejak awal sebelum hari H pemungutan suara," jelasnya.

Kemudian setelah melihat dinamika di internal, lanjut Priyo, BPN melihat dampak dari kecurangan itu dengan menyerap berbagai masukan. Hasilnya, BPN berkesimpulan untuk menyelesaikan masalah itu di MK.

"TSM itu berujung permohonan kepada MK agar berdasar gugatan dari fakta dan temuan yang ada, kami bermohon pada MK agar pasangan calon 01 bisa didiskualifikasi," pungkasnya.

Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

Drone Emprit Temukan Manipulasi Konteks dalam Penyebaran Video Ceramah JK

Sabtu, 25 April 2026 | 02:37

Patroli AS di Selat Malaka Langgar Kedaulatan RI

Sabtu, 25 April 2026 | 05:15

Jusuf Hamka Sujud Syukur Menang Gugatan Lawan Hary Tanoe

Kamis, 23 April 2026 | 12:34

Saksi yang Diseret Khalid Basalamah Soal Uang Rp8,4 Miliar Mangkir dari Panggilan KPK

Minggu, 26 April 2026 | 11:05

Purbaya Kecewa Banyak Pegawai Kemenkeu Tak Jalankan Tugas: Digeser Baru Nangis

Kamis, 23 April 2026 | 01:30

UPDATE

Industri Sawit Terintegrasi Disiapkan PTPN di Sei Mangkei

Kamis, 30 April 2026 | 22:15

Gubernur NTB Tolak Cabut Laporan Aktivis Kemanusiaan

Kamis, 30 April 2026 | 21:41

APBN Tekor Rp240,1 T, Kemenkeu Tiadakan Konferensi Pers

Kamis, 30 April 2026 | 21:37

DPR Soroti Peran Strategis Proyek Danantara bagi Industri dan Lapangan Kerja

Kamis, 30 April 2026 | 20:41

Sejarah Hari Pendidikan Nasional 2 Mei, Asal Usul dan Peran Ki Hadjar Dewantara

Kamis, 30 April 2026 | 20:21

Mitigasi Dampak Perubahan Iklim, PLN-UNOPS Dorong Utilisasi EBT Nasional

Kamis, 30 April 2026 | 20:16

Apa Itu Sinkhole yang Muncul Kebun Warga Gunungkidul Yogyakarta?

Kamis, 30 April 2026 | 19:46

Sejarah Outsourcing dari Zaman Kolonial hingga Jadi Tuntutan di Hari Buruh 2026

Kamis, 30 April 2026 | 19:32

Kebijakan Energi RI Terjebak Pola Pikir Jangka Pendek Menahun

Kamis, 30 April 2026 | 19:27

Komisaris PT Loco Montrado Dicecar KPK soal Pengembalian Kerugian Negara Rp100 Miliar

Kamis, 30 April 2026 | 19:25

Selengkapnya