Berita

Sidang di MK/RMOL

Politik

Lewat Argumen Kualitatif, MK Tidak Lagi Jadi "Mahkamah Kalkulator"

SENIN, 17 JUNI 2019 | 08:34 WIB | LAPORAN: JAMALUDIN AKMAL

Argumentasi Tim Kuasa Hukum Prabowo Subianto-Sandiaga Uno yang lebih menekankan pada data kualitatif ke Mahkamah Konstitusi (MK) dinilai sudah tepat. Sebab, dengan begitu sidang MK tidak sebatas menghitung selisih suara.

Pengamat politik dari Exposit Startegic Political, Arif Susanto mengatakan bahwa kehendak publik MK tidak sebatas menjadi "Mahkamah Kalkulator" yang pekerjaannya bertumpu pada penghitungan selisih jumlah suara.

"Dengan argumentasi-argumentasi kualitatif itu kan tidak kemudian membuat Mahkamah Konstitusi tidak menjadi mahkamah kalkulator," ucap Arif Susanto kepada Kantor Berita RMOL, Senin (17/6).


Menurutnya, perkara pada perselisihan hasil pemilu di MK bukan hanya mempermasalahkan jumlah suara, melainkan kepada proses pilpres itu sendiri.

"Jadi yang dimaksud pemilu yang bebas dan berkeadilan adalah free and fair itu terkait bukan hanya pada hasilnya, tapi terutama kepada prosesnya lebih kedata-data kualitatif," katanya.

Arif menekankan, data kualitatif memang lebih banyak dibutuhkan jika proses pilpres yang dipermasalahkan, dibanding hanya kepada hasil pilpres.

"Proses itu lah yang lebih banyak membicarakan data-data kualitatif lebih dibandingkan data kuantitatif," pungkasnya.

Populer

Keputusan Bisnis Dipidanakan, Nicko Widjaja Tulis Surat dari Rumah Tahanan

Jumat, 22 Mei 2026 | 17:34

Jangan Biarkan Dua Juri Final LCC Lolos dari Sanksi UU ASN

Kamis, 14 Mei 2026 | 12:43

Tetangga Sudah Mendahului, Indonesia Masih Berpidato

Jumat, 15 Mei 2026 | 05:30

Jokowi Boleh Keliling Indonesia Asal Tunjukkan Ijazah Asli

Rabu, 20 Mei 2026 | 01:33

Cegah Kabur, Segera Eksekusi Razman Nasution!

Kamis, 21 Mei 2026 | 05:04

Tuntutan Seret Jokowi ke Pengadilan terkait Kasus Nadiem Mengemuka

Jumat, 15 Mei 2026 | 00:02

Bebaskan Nadiem, Lalu Adili Jokowi

Senin, 18 Mei 2026 | 02:46

UPDATE

Polisi seperti Tidak Mampu Tangani Begal

Minggu, 24 Mei 2026 | 06:05

Klub Milik Kaesang Turun Kasta

Minggu, 24 Mei 2026 | 05:27

Hormati Ritual Haji, Trump Tunda Serang Iran

Minggu, 24 Mei 2026 | 05:14

Jokowi Tak Pernah Diperiksa APH Meski Namanya Sering Disebut Pejabat Korupsi

Minggu, 24 Mei 2026 | 05:11

Kritikan Anies ke Prabowo Bagai Oase

Minggu, 24 Mei 2026 | 04:26

Terkecuali Amerika

Minggu, 24 Mei 2026 | 04:14

Amien Rais: Jokowi Lapar dan Haus Kekuasaan

Minggu, 24 Mei 2026 | 04:03

Wamen ESDM Minta PLN Percepat Pemulihan Listrik Pascablackout di Sumatera

Minggu, 24 Mei 2026 | 03:38

Publik Diajak Peduli Alam dan Satwa Lewat Kompetisi IAPVC 2026

Minggu, 24 Mei 2026 | 03:32

Modus Aseng "Menaklukan" Aparat agar Tambang Ilegal Tak Tersentuh Hukum

Minggu, 24 Mei 2026 | 03:01

Selengkapnya