Berita

Nusantara

SMRC: 35 Persen Masyarakat Anggap Ekonomi Indonesia Tak Berubah

MINGGU, 16 JUNI 2019 | 18:50 WIB | LAPORAN: AHMAD KIFLAN WAKIK

Hampir separuh masyarakat di Indonesia menyebut perekonomian tanah air tumbuh. Berdasarkan survei yang dilakukan Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC), 40 persen masyarakat menganggap ekonomi Indonesia tahun 2019 tengah tumbuh lebih baik.

Selebihnya, masyarakat menilai ekonomi saat ini tak berubah signifikan.

"35 persen masyarakat lainnya menyebutkan tidak ada perubahan, 16 persen menyatajan ekonomi lebih buruk," tutur Peneliti SMRC, Sirojuddin Abbas dalam rilis survei Kondisi Demokrasi dan Ekonomi Politik Nasional Pasca Peristiwa 21-22 Mei di Kawasan Cikini, Menteng, Jakarta, Minggu (16/6).


Di sektor ekonomi rumah tangga, SMRC juga mencatat sebanyak 43 persen masyarakat merasa ekonominya lebih baik di tahun ini.

"Sementara 34 persen menyebut tidak ada perubahan dan 17 persen responden lainnya menyatakan lebih buruk," imbuhnya.

Mengutip dari data Badan Pusat Stastistik, lanjut Abbas, data inflasi nasional pada Mei 2019 berada di angka 3,32 persen atau meningkat dari Mei 2018 di angka 3,12 persen.

Survei tersebut dilakukan dalam periode 20 Mei-1 Juni 2019 dengan ditetapkan 1.220 responden dari seluruh Indonesia dengan usia minimal 17 tahun atau sudah menikah. Dari jumlah sampel itu, hanya 1078 sampel dapat dilakukan wawancara.

Metode yang dipakai dalam survei adalag simple random sampling dengan tingkat kepercayaan 95 persen dan toleransi kesalahan plus minus 3,05 persen.

Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

Drone Emprit Temukan Manipulasi Konteks dalam Penyebaran Video Ceramah JK

Sabtu, 25 April 2026 | 02:37

Patroli AS di Selat Malaka Langgar Kedaulatan RI

Sabtu, 25 April 2026 | 05:15

Jusuf Hamka Sujud Syukur Menang Gugatan Lawan Hary Tanoe

Kamis, 23 April 2026 | 12:34

Saksi yang Diseret Khalid Basalamah Soal Uang Rp8,4 Miliar Mangkir dari Panggilan KPK

Minggu, 26 April 2026 | 11:05

Purbaya Kecewa Banyak Pegawai Kemenkeu Tak Jalankan Tugas: Digeser Baru Nangis

Kamis, 23 April 2026 | 01:30

UPDATE

Industri Sawit Terintegrasi Disiapkan PTPN di Sei Mangkei

Kamis, 30 April 2026 | 22:15

Gubernur NTB Tolak Cabut Laporan Aktivis Kemanusiaan

Kamis, 30 April 2026 | 21:41

APBN Tekor Rp240,1 T, Kemenkeu Tiadakan Konferensi Pers

Kamis, 30 April 2026 | 21:37

DPR Soroti Peran Strategis Proyek Danantara bagi Industri dan Lapangan Kerja

Kamis, 30 April 2026 | 20:41

Sejarah Hari Pendidikan Nasional 2 Mei, Asal Usul dan Peran Ki Hadjar Dewantara

Kamis, 30 April 2026 | 20:21

Mitigasi Dampak Perubahan Iklim, PLN-UNOPS Dorong Utilisasi EBT Nasional

Kamis, 30 April 2026 | 20:16

Apa Itu Sinkhole yang Muncul Kebun Warga Gunungkidul Yogyakarta?

Kamis, 30 April 2026 | 19:46

Sejarah Outsourcing dari Zaman Kolonial hingga Jadi Tuntutan di Hari Buruh 2026

Kamis, 30 April 2026 | 19:32

Kebijakan Energi RI Terjebak Pola Pikir Jangka Pendek Menahun

Kamis, 30 April 2026 | 19:27

Komisaris PT Loco Montrado Dicecar KPK soal Pengembalian Kerugian Negara Rp100 Miliar

Kamis, 30 April 2026 | 19:25

Selengkapnya