Berita

Ani Yudhoyono/Net

Politik

Ani Yudhoyono dan Polwan

MINGGU, 02 JUNI 2019 | 12:17 WIB

KEPERGIAN Ibu Ani Yudhoyono membuat kita semua kehilangan putri terbaik bangsa, yang mencurahkan segenap perhatiannya bagi kepentingan rakyat dan negara.

Saya memiliki banyak catatan mengenai Ibu Ani Yudoyono yang hingga kini masih melekat dan membekas dalam ingatan saya. Termasuk catatan mengenai sumbangsih beliau pada Polri.

Di tahun 2014, ketika saya menjabat Komisioner pada Kompolnas, ada gagasan murni yang berasal dari istri Pak Susilo Bambang Yudhoyono, presiden ke-6 RI, ini.


Ketika itu Ibu Ani menilai pelayanan dan kehadiran Polwan  masih minim dan dikeluhkan masyrakat di berbagai pedesaan. Ibu Ani mendapatkan masukan dari kunjungannya ke desa-desa.

Belakangan gagasan ini disampaikan kepada Presiden SBY. Dalam suatu sidang kabinet, Presiden SBY meminta Kapolri Jenderal Sutarman kala itu untuk memikirkan penambahan Polisi Wanita (Polwan) sehingga dapat dirasakan kehadirannya di pedesaan. Ketika itu jumlah Polwan sangat terbatas, yakni hanya 15.000 personil.

Penambahan personil Polwan pemikirannya sederhana. Ada 4.478 unit Polsek yang membutuhkan SDM yang bisa menangani masalah perempuan dan anak-anak. Karena ketika itu jumlah Polwan di Polsek masih minim, kasus dan permasalahan yang berkaitan dengan perempuan dan anak-anak hanya bisa ditangani di tingkat Polres.

Ibu Ani prihatin karena pelayanan di tingkat Polsek terhadap kasus perempuan dan anak-anak masih minim akibat jumlah Polwan yang minim.

Gagasan menambah jumlah Polwan pun diwujudkan. Sebelumnya, dalam setahun Mabes Polri hanya merekrut 1.500 personil Polwan. Setelah gagasan itu dimunculkan, Mabes Polri merekrut 7.000 personil Polwan  65.000 wanita yang mendaftar. Jumlah yang sangat fantastis. Kebijakan itu berdampak besar dalam internal Polri, khususnya dalam hal penganggaran.

Polri selanjutnya merekrut dan mendidik calon Polwan sebanyak itu di delapan Sekolah Polisi Negara (SPN) di Indonesia.

Kini setelah jumlah Polwan ditingkatkan, kehadiran Polwan pun mulai dirasakan masyarakat.

Walau ada penambahan cukup besar, tapi jumlah itu tetap kurang karena secara riil dibutuhkan personil Polri yang ideal menurut saya 70 persen pria dan 30 persen wanita. Jumlah saat ini belum seimbang.

Dalam tiga tahun terakhir di bawah kepemimpinan Kapolri Jenderal Tito Karnavian, jumlah Polwan terus ditambah.  Kini pelayanan dan kehadiran Polwan semakin terasa di seluruh Polsek di Indonesia.

Berbagai kasus kejahatan terhadap perempuan dan anak-anak sudah bisa ditangani Polsek. Kasus perempuan dan anak-anak di bawah umur kini banyak terlayani. Salah satu program Kapolri Tito adalah menempatkan dua Polwan dalam satu Polsek.

Di mata saya, Ani Yudhoyono adalah wanita hebat yang memiliki perhatian besar dalam berbagai bidang, khususnya pelayanan terhadap perempuan dan anak-anak. Juga peduli terhadap bahaya narkoba.

Ibu Ani sangat gemar membentuk berbagai duta antara lain duta narkoba, duta telesamia dan duta ASI dan lainnnya.

Selamat jalan Ibu Ani. Kami akan selalu mengenang jasa jasamu.

Dr. Edi Hasibuan

Anggota Komisi Polisi Nasional (Kompolnas) 2012-2016

Populer

Dicurigai Ada Peran Mossad di Balik Pengalihan Tahanan Yaqut

Senin, 23 Maret 2026 | 01:38

Kehadiran Anies di Cikeas Jadi Masalah Serius

Jumat, 27 Maret 2026 | 02:08

SBY Menolak Silaturahmi Lebaran Anies?

Jumat, 27 Maret 2026 | 03:43

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

Nasib Hendrik, SPPG Ditutup, 150 Karyawan Diberhentikan

Jumat, 27 Maret 2026 | 06:07

KPK Klaim Status Tahanan Rumah Yaqut Sesuai UU

Jumat, 27 Maret 2026 | 12:26

Kubu Jokowi Bergerak Senyap untuk Jatuhkan Prabowo

Rabu, 25 Maret 2026 | 06:15

UPDATE

KPK Cium Skandal Baru Izin Tambang di Maluku Utara, Nama Haji Romo Ikut Terseret

Rabu, 01 April 2026 | 08:16

Wall Street Kembali Sumringah

Rabu, 01 April 2026 | 08:07

WFH ASN Diproyeksikan Hemat Kompensasi BBM Rp 6,2 Triliun

Rabu, 01 April 2026 | 07:53

Emas Melonjak 3 Persen, tapi Cetak Rekor Penurunan Bulanan Terburuk Sejak 2008

Rabu, 01 April 2026 | 07:42

RI Murka di DK PBB, Nilai Serangan TNI di Lebanon Tak Lepas dari Israel

Rabu, 01 April 2026 | 07:35

Pasar Saham Eropa Tutup Maret dengan Koreksi Terburuk dalam Empat Tahun

Rabu, 01 April 2026 | 07:24

Menhan AS Sebut Perang Iran Masuk Fase Penentuan

Rabu, 01 April 2026 | 07:17

Italia Gagal Lolos Piala Dunia Setelah Ditekuk 4-1 oleh Bosnia

Rabu, 01 April 2026 | 06:57

Katastropik Demokrasi Kita

Rabu, 01 April 2026 | 06:48

Soleman Ponto: Intelijen pada Dasarnya Teroris

Rabu, 01 April 2026 | 06:20

Selengkapnya