Berita

Israel/Net

Dunia

Lebanon Sepakat Buka Dialog Dengan Israel Soal Sengketa Maritim

MINGGU, 02 JUNI 2019 | 00:48 WIB | LAPORAN: AMELIA FITRIANI

Lebanon sepakat untuk memulai proses penyelesaian perselisihan maritim dengan Israel pekan ini.

Negara tersebut mengajukan syarat bahwa perundingan harus digelar di bawah pengawasan Pasukan Sementara PBB di Libanon (UNIFIL).

Israel, yang secara historis kritis terhadap peran UNIFIL di Lebanon, dengan enggan menerima kondisi tersebut dengan syarat selama Amerika Serikat juga terlibat.


Amerika Serikat sendiri diketahui telah menjadi penengah antara Israel dan Lebanon mengenai masalah ini sejak 2011.

Dikabarkan Al Jazeera (Sabtu, 1/6), setelah kerangka kerja untuk perundingan ditetapkan, perwakilan Lebanon dan Israel akan duduk bersama untuk mempresentasikan klaim masing-masing atas wilayah perairan kaya hidrokarbon yang disengketakan di lepas pantai Lebanon selatan.

Di wilayah tersebut, setidaknya dua ladang gas telah ditemukan dalam beberapa tahun terakhir.

Lebanon telah lama memiliki keprihatinan bahwa Israel dapat menghalangi negara itu untuk menjelajahi blok-blok yang disengketakan.

Beirut telah memberikan kontrak pertama untuk eksplorasi kepada konsorsium perusahaan-perusahaan Perancis, Italia dan Rusia yang diharapkan mulai bekerja akhir tahun ini.

Lebanon juga menuduh Israel menerima tawaran dari perusahaan untuk mengeksplorasi sumber daya di perairan yang disengketakan dan memperingatkannya agar tidak melakukannya.

Seorang legislatir Lebanon, Yassine Jaber, mengatakan bahwa negaranya menginginkan kehadiran PBB, melalui UNIFIL, sebagai penengah yang jujur untuk membantu menyelesaikan sengketa. UNIFIL telah memantau garis biru, secara efektif perbatasan antara Israel dan Lebanon sejak perang terakhir mereka pada tahun 2006.

"Israel tidak ingin PBB menjadi bagian dari itu (negosiasi maritim) untuk waktu yang lama," katanya.

"Tapi sekarang, orang Amerika mengatakan kepada kami bahwa mereka melakukannya dan itu adalah perubahan positif," tutupnya.

Populer

Jaksa Belum Yakin Hasil Forensik Ijazah Jokowi

Rabu, 06 Mei 2026 | 18:31

Abu Janda Cs Jangan Sampai Lolos

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:00

Profil Achmad Syahri Assidiqi: Legislator Gerindra 'Gamer' Anak Eks DPR RI

Selasa, 12 Mei 2026 | 20:12

Sikap Dudung Pasang Badan Bela Seskab Teddy Berlebihan

Rabu, 06 Mei 2026 | 03:39

Wali Murid Sekolah Islam Terpadu di Tangerang Korban Investasi Bodong Lapor Polisi

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:13

Nama Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terseret di Dakwaan Bos Blueray Cargo

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:16

PSI Ketar-ketir Lawan Jusuf Kalla

Jumat, 08 Mei 2026 | 06:47

UPDATE

Ironi, Kasat Narkoba Polres Kukar Ditangkap Kasus Narkoba

Jumat, 15 Mei 2026 | 22:14

SOKSI Bangkitkan Program P2KB, Perkuat Kaderisasi dan Konsolidasi Golkar

Jumat, 15 Mei 2026 | 21:55

Konsultasi Bilateral di Moskow, RI-Rusia Soroti Konflik Timur Tengah

Jumat, 15 Mei 2026 | 21:50

Proyek Coretax DJP Digugat Buntut Aroma Monopoli

Jumat, 15 Mei 2026 | 21:47

Masalah Etik dan Suap, Menteri PU Panggil Pulang ASN dari Luar Negeri

Jumat, 15 Mei 2026 | 21:33

Ini Tips Menghitung Komponen Pembayaran Listrik

Jumat, 15 Mei 2026 | 21:02

Nakba dan Perubahan Politik Regional di Timur Tengah

Jumat, 15 Mei 2026 | 20:57

Mantan Kepala Bakamla Ingatkan Kesiapan Finansial Negara Memodernisasi Alutsista

Jumat, 15 Mei 2026 | 20:37

Menko Airlangga Bertemu PM Belarus, Ini yang Dibahas

Jumat, 15 Mei 2026 | 20:36

Pakar: Ibu Kota Negara RI di Jakarta Konstitusional

Jumat, 15 Mei 2026 | 20:09

Selengkapnya