Berita

Ryamizard Ryacudu/Net

Hersu Corner

Kesedihan Menhan Ryamizard Adalah Kesedihan Kita Semua

JUMAT, 31 MEI 2019 | 14:55 WIB | OLEH: HERSUBENO ARIEF

SEBAGAI purnawirawan perwira tinggi, Menteri Pertahanan Jenderal TNI (Purn) Ryamizard Ryacudu adalah tipe prajurit tulen. Lugas tak kenal basa-basi. Hitam, putih tak ada warna abu-abu.

Sebagai pejabat tinggi negara dia juga irit bicara. Kalau bicara juga tak pernah di luar konteks bidang kerja dan tanggung jawabnya. Baginya urusan politik, sudah ada yang mengurus. Dia fokus bicara tentang pertahanan negara.

Namun dalam dua hari terakhir Ryamizard keluar dari pakemnya. Rabu (29/5) di Istana Presiden dia bicara dua isu sensitif.


Pertama, dia tak yakin adanya rencana pembunuhan terhadap empat tokoh nasional: Menko Polhukam Wiranto, Menko Maritim Luhut Panjaitan, Kepala BIN Budi Gunawan dan Staf Khusus Presiden Bidang Intelijen Gories Merre.

Kedua, dia tidak yakin, mantan Danjen Kopassus Mayjen TNI (Purn) Soenarko menyelundupkan senjata untuk mengacaukan dan melakukan pembunuhan dalam aksi 22 Mei di depan Gedung Bawaslu.

Selang sehari kemudian, Kamis (30/5), Ryamizard menyampaikan pernyataan yang terkesan sangat personal. Curhat. Dia mengaku sedih karena sejumlah rekannya purnawirawan dituduh melakukan makar.

"Terus terang saja di sana yang diperiksa banyak yang purnawirawan, itu senior saya, ada adik-adik angkatan saya," ujarnya di kantor Kementerian Pertahanan.

Sebagai sama-sama purnawirawan, Ryamizard melihat ini tidak baik. Ini tidak boleh terjadi, kenapa bisa begitu. "Jangan menghilangkan image. Mereka-mereka itu sudah berpuluh-puluh tahun mengabdi kepada bangsa dan negara," ujarnya.

"Banyak teman kita gugur di Aceh, Papua, terutama di Timor Timur. Nah ini sisa-sisa yang belum gugur ini, kenapa jadi begitu? Kalau boleh dikatakan sedih, sedih saya. Bagi saya, tidak ada 01, 02," sambung dia.   

Bagi yang kenal dekat menantu mantan Wapres Try Sutrisno ini pasti akan terheran-heran. Mengapa dia sampai bicara hal-hal yang sangat personal dalam nada yang melankolis, di depan umum?

Pasti ada hal-hal yang sangat sensitif, menyentuh perasaannya yang terdalam.

Penulis adalah pengamat sosial politik dan tokoh senior pers Indonesia.

Populer

Pensiunan ASN Bakal Terima Uang Pensiun Langsung dari Kas Negara pada 2027

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 16:07

Siaga 98 Desak DPR Kaji Putusan MK Terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 09:41

Kuliah Bukan Bukti Tamat SMA

Senin, 12 Oktober 2026 | 10:55

Parpol seperti Kompak Menolak Bela Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:35

Purnawirawan TNI Bersikap Kenegarawanan soal Putusan MK terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:50

Bupati Klaten Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:10

Adik dan Orang Kepercayaan Kepala BNPB Suharyanto Dikabarkan Ditetapkan Tersangka KPK

Rabu, 14 Oktober 2026 | 10:12

UPDATE

MTI: Saatnya Pilih Pemimpin karena Kualitas

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 02:29

Korupsi Kredit Perbankan Rp629,8 Miliar Proyek Apartemen Bekasi Diusut

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 02:18

Ketika Hukum Konstitusi Berhadapan dengan Realitas Pertahanan Negara

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 02:01

Kesaktian Nusron Terbukti Lagi, KPK Dibuat Tak Bergigi

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 01:48

Masjid Apung An-Nur di Ancol jadi Landmark Baru di Pesisir Jakarta

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 01:20

Prabowo Pimpin Rapat Kabinet di Istana Bogor

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 01:07

KPK Jangan Gertak Sambal: Segera Jemput Paksa Nusron!

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 00:35

Melampaui Efisiensi, Menemukan Peluang Baru

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 00:20

5 Jurnalis Hilang di Krakatau Dianugerahi Penghargaan Kemanusiaan

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 00:02

Investor Jangan Gampang Panik soal Ancaman MSCI

Jumat, 16 Oktober 2026 | 23:45

Selengkapnya