Berita

Referendum/Net

Publika

Referendum

RABU, 29 MEI 2019 | 10:16 WIB

SALAH satu "Jokowi effect" adalah referendum. Apa yang diungkapkan lantang oleh Ketua Partai Aceh Muzakir Manaf yang akrab dipanggil Mualeem menjadi resonansi negeri. Gaungnya keras.

Dasarnya adalah kekhawatiran negara yang dipimpin Jokowi ini bakal menjadi negara terjajah. Tanpa menyebut negara tapi yang dirasakan banyak anak bangsa adalah kolaborasi rezim Jokowi dengan Cina.

Proyek "jalan sutra" menambah bahaya setelah sektor sektor ekonomi penting telah dikuasai pengusaha (keturunan) Cina. Aceh berteriak referendum untuk melepas sebagai negara berdaulat sebagaimana Timor Timur yang sukses.


Waktu lalu juga di Yogyakarta pernah terdengar adanya tuntutan masyarakat untuk referendum pemisahan diri. Kecewa terhadap kebijakan pemerintahan pusat.

Kini ada larangan kepemilikan tanah untuk keturunan Cina di Yogya. Sultan pun digugat oleh komunitas keturunan. Pengadilan menolak gugatan tersebut.

Kekhawatiran "penjajahan" sebenarnya terjadi di mana-mana. Pemerintahan Jokowi dinilai sangat dekat dengan Cina. Suara dari Aceh adalah kritik terkeras untuk rezim. Sudah banyak kritik yang tak didengar bahkan dibungkam lewat bahasa beragam termasuk makar.

Di media sosial ancaman referendum seperti bentuk perlawanan atas ketidakadilan. Pilpres yang "memaksakan" Jokowi menang bisa saja tak terbendung. Bukan karena hebatnya tapi diragukan fair-nya kompetisi.

Rendah tingkat kepercayaan masyarakat akan kejujujuran dan keadilan pemilu saat ini. Ada muncul isu Republik Andalas Raya untuk Sumatera. Di WA Group canda tentang referendum negara Pasundan. Ada komen mau pindah ke Aceh jika referendum berhasil.

Sejarah bangsa pernah melalui Republik Indonesia Serikat. Referendum bisa jadi trending topics beberapa waktu ke depan. Tapi bisa pula sebentar lagi menyinggung referendum pun akan dituduh makar. Rezim memang sedang sensitif.

Substansi yang mesti ditangkap adalah kekecewaan bahkan mungkin keputusasaan atas keadaan negara yang terasa semakin tak jelas arah.

Kedaulatan negara terombang ambing. Persepsi "penjajahan" menguat dengan pribumi yang semakin teralienasi.  Pemilu yang dipandang tak jujur dan adil dengan kentalnya pemihakan aparat.

Diskursus Referendum sebenarnya menjadi hal yang tak perlu asal ada kemauan Pemerintah untuk mau mengoreksi diri. Bukan semakin sensitif dan represif.

M Rizal Fadillah

Pemerhati sosial politik


Populer

Penggunaan Gedung Kemenhut oleh PSI Berpotensi Melanggar Hukum

Minggu, 28 Juni 2026 | 00:26

Karier Gila-gilaan Mufli Budi Ananda: Dari Asisten Raffi Ahmad Jadi Komisaris Krakatau Posco

Senin, 29 Juni 2026 | 00:00

Jokowi Tinggalkan Jejak Buruk bagi Masyarakat Adat Lampung

Rabu, 01 Juli 2026 | 04:23

AHY dan Ibas Dilaporkan ke KPK Buntut Lonjakan Harta

Senin, 06 Juli 2026 | 14:49

Tim Mawar dan Tambang

Minggu, 28 Juni 2026 | 04:59

KPK Dikabarkan Kembali Gelar OTT di Sumut

Kamis, 02 Juli 2026 | 20:50

KPK Gelar OTT di Kabupaten Kuantan Singingi Riau

Senin, 29 Juni 2026 | 15:05

UPDATE

OJK Minta Masyarakat Waspada Scam Berkedok Sensus Ekonomi 2026

Selasa, 07 Juli 2026 | 10:12

Harga Minyak Dunia Stabil, Pasar Pantau Kebijakan OPEC+ dan Arab Saudi

Selasa, 07 Juli 2026 | 10:03

PSI Sulit Jadikan Jateng Kandang Gajah Jika Hanya Andalkan Jokowi

Selasa, 07 Juli 2026 | 09:57

Prabowo Bersiap Gelar Pertemuan Bilateral dengan Modi di Istana Pagi Ini

Selasa, 07 Juli 2026 | 09:54

IHSG Menguat, Rupiah Bergerak ke Rp17.985 per Dolar AS

Selasa, 07 Juli 2026 | 09:48

BBNI Tuntaskan Buyback 2026, Saham Dialihkan Penuh untuk Program Pegawai (ESOP)

Selasa, 07 Juli 2026 | 09:45

PPP Menangkan Lima Gugatan Sengketa Internal, Legalitas Kepengurusan Semakin Kuat

Selasa, 07 Juli 2026 | 09:38

GREAT Insitute: Perubahan Pradigma Pembangunan Indonesia Diakui Dunia

Selasa, 07 Juli 2026 | 09:32

Harga Emas Antam Anjlok Rp15 Ribu, Termurah Rp1,37 Juta

Selasa, 07 Juli 2026 | 09:32

Keputusan RI Hadiri Pemakaman Ayatollah Khamenei Sangat Tepat

Selasa, 07 Juli 2026 | 09:22

Selengkapnya