Berita

M. Komarudin/RMOL Lampung

Nusantara

Curigai Mark Up Nilai, Panitia SNMPTN Unila Minta Klarifikasi 65 Kepsek

RABU, 29 MEI 2019 | 05:24 WIB | LAPORAN: YELAS KAPARINO

Panita Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN)  Universitas Lampung (Unila) mencurigai adanya indikasi “mark up” nilai siswa yang mengikuti seleksi penerimaan mahasiswa baru di kampus tersebut.

Untuk mengusut tuntas dugaan terjadinya kecurangan tersebut, pihak Unila mengundang 65 kepala sekolah untuk dimintai klarifikasi.

“Ada indikasi mark up nilai peserta yang mengikuti SNMPTN ini,” terang Humas Penerimaan Mahasiswa Baru Unila M. Komarudin, seperti dilansir Kantor Berita RMOL Lampung, Selasa (28/5).


Komarudin mengatakan, para kepala sekolah yang berasal dari Lampung dan luar daerah tersebut akan dimintai klarifikasinya mulai Jumat (31/5) mendatang.

“Kita sedang selidiki, apakah kealpaan operator atau ada hal lain atau merupakan kesengajaan,” ujar dia.

Pihak Unila akan memberikan sanksi terhadap sekolah yang terbukti melakukan pelanggaran, tergantung tingkat kesalahannya.

“Jika terbukti, sanksinya tergantung berat ringan kesalahan. Mulai dari peringatan hingga black list,” tandas Komaruddin.

Populer

Kolaborasi dengan Turki

Minggu, 11 Januari 2026 | 04:59

KPK Panggil Sekretaris Camat hingga Direktur Perusahaan dalam Kasus OTT Bupati Bekasi

Rabu, 14 Januari 2026 | 12:09

Ijazah Asli Kehutanan UGM

Rabu, 14 Januari 2026 | 05:09

Menanti Nyali KPK Panggil Jokowi di Kasus Kuota Haji

Minggu, 11 Januari 2026 | 08:46

Taktik Pecah Belah Jokowi Tak akan Berhasil

Sabtu, 10 Januari 2026 | 06:39

Bukti cuma Sarjana Muda, Kok Jokowi Bergelar Sarjana Penuh

Rabu, 14 Januari 2026 | 05:00

RH Singgung Perang Bubat di Balik Sowan Eggi–Damai ke Jokowi

Jumat, 09 Januari 2026 | 20:51

UPDATE

VFive Group Salurkan Zakat Usaha Lebih dari Rp10 Miliar

Minggu, 18 Januari 2026 | 19:48

Parpol Ditantang Buat Komitmen Nasional Anti-Politik Uang

Minggu, 18 Januari 2026 | 19:32

Black Box Pesawat ATR 42-500 Ditemukan!

Minggu, 18 Januari 2026 | 18:55

KPK Masih Kuliti Dugaan Rasuah BPKH

Minggu, 18 Januari 2026 | 18:24

Denny JA Ungkap Akar Etika Kerja dan Kejujuran Swiss dari Reformasi Zurich

Minggu, 18 Januari 2026 | 18:20

Potongan Bangkai Pesawat ATR 400

Minggu, 18 Januari 2026 | 17:53

Haji Suryo Bangun Masjid di Tanah Kelahiran

Minggu, 18 Januari 2026 | 17:32

Lawatan LN Perdana 2026, Prabowo Sambangi Inggris dan Swiss

Minggu, 18 Januari 2026 | 17:15

Kebijakan Paket Ekonomi Lanjut Prioritaskan UMKM dan Lapangan Kerja

Minggu, 18 Januari 2026 | 16:56

Prabowo Jadi Saksi Nikah Sespri Agung Surahman, Jokowi Ikut Hadir

Minggu, 18 Januari 2026 | 16:55

Selengkapnya