Berita

Ilustrasi peta Somalia/Net

Dunia

Hapus Wilayah Somalia Di Peta, Ethiopia Minta Maaf

SELASA, 28 MEI 2019 | 06:17 WIB | LAPORAN: AMELIA FITRIANI

Kementerian Luar Negeri Ethiopia meminta maaf setelah peta Afrika di situs webnya memasukkan negara tetangga, Somalia, ke dalam perbatasannya sendiri.

"Kami dengan tulus menyesali kebingungan dan kesalahpahaman yang mungkin disebabkan oleh insiden ini," begitu bunyi permintaan maaf yang dirilis dalam sebuah pernyataan awal pekan ini.

Dalam peta itu, Somalia sepenuhnya dihapus dari peta, tetapi wilayah yang dideklarasikan sendiri, yakni Somaliland yang tidak diakui secara internasional justru ditunjukkan sebagai sebuah negara.


Ethiopia dan Somalia sendiri diketahui telah lama menjadi saingan dan memperebutkan perbatasan di masa lalu.

Tetapi hubungan antara kedua negara telah membaik sejak Perdana Menteri Ethiopia Abiy Ahmed berkuasa tahun lalu. Dia berupaya meredakan ketegangan di kawasan itu.

Kemunculan tersebut memicu keributan kembali antara dua negara tetangga. Pihak Somalia menilai bahwa peta itu mengungkapkan rencana yang lebih luas oleh Ethiopia untuk mencaplok negara mereka.

Peta itu sendiri memiliki keanehan lainnya. Beberapa pengguna media sosial memperhatikan masalah lain yang terdapat pada peta itu, seperti peta Republik Kongo dan Republik Demokratik Kongo yang telah menjadi satu negara. Selain itu juga peta tidak menunjukkan Sudan Selatan, yang memisahkan diri dari Sudan pada tahun 2011.

Belum ada komentar resmi dari pemerintah Somalia atas permintaan maaf itu. Namun Mantan Menteri Luar Negeri Somalia Yusuf Garaad menyambut baik penghapusan peta itu. Akan tetapi, dia mempertanyakan bagaimana dan mengapa peta itu bisa digunakan sejak awal.

Dikabarkan BBC, pernyataan Kementerian Luar Negeri Ethiopia mengatakan tidak yakin bagaimana peta itu bisa "menyusup" ke dalam situs web yang saat ini offline. Tim teknis Ethiopia saat ini sedang bekerja untuk memastikan masalah itu.

Populer

Ketika Jenderal Memimpin yang Bukan Bidangnya

Kamis, 04 Juni 2026 | 00:15

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

KPK Dikabarkan OTT Pejabat Imigrasi Jakarta Barat, Diduga Terkait TKA

Rabu, 03 Juni 2026 | 07:33

Rita Widyasari: Dari Suap, Gratifikasi dan TPPU hingga Korporasi Tambang

Rabu, 03 Juni 2026 | 17:07

Ketika Pencalonan Ryamizard Ryacudu sebagai Panglima TNI Dianulir SBY

Selasa, 02 Juni 2026 | 03:18

Dadan Hindayana Kena Batunya

Rabu, 03 Juni 2026 | 01:04

UPDATE

Fenomena Embun Upas Dieng Muncul Lagi, Ini Perkiraan Waktu Puncaknya

Rabu, 10 Juni 2026 | 18:13

Pidato Bahlil di Depan Prabowo: Kekuasaan Itu Harus Direbut!

Rabu, 10 Juni 2026 | 18:10

Kejagung Pelajari Pengajuan Justice Collaborator Sony Sonjaya

Rabu, 10 Juni 2026 | 18:10

Ranking FIFA Indonesia Naik Lagi Usai Kalahkan Mozambik 1-0, Kini di Posisi 118 Dunia

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:57

Prabowo Dorong HIPMI Cetak Pengusaha Patriotik yang Peduli Rakyat

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:51

Bupati Muara Enim Suap ASN BPK untuk Tutup Temuan Audit

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:41

Kelas Menengah Paling Terdampak Kenaikan Pertamax

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:21

Bedah Rumah Warga, Wujud Nyata Pemasyarakatan Berdampak untuk Masyarakat

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:21

Prabowo Sering ke Luar Negeri karena Indonesia Disukai Banyak Negara

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:11

OTT Lanjutan KPK Tangkap 5 Pegawai BPK

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:09

Selengkapnya