Berita

Politisi Partai Gerindra Permadi/RMOL

Hukum

Permadi: Zaman Bung Karno Rakyat Malah Disuruh Revolusi

SENIN, 27 MEI 2019 | 14:07 WIB | LAPORAN: IDHAM ANHARI

Politisi Partai Gerindra Permadi mengaku biasa dengan ucapan "revolusi" yang akhirnya diperkarakan ke polisi belakangan ini.

Menurut politisi gaek ini, ucapan tersebut justru diserukan oleh Bung Karno kepada seluruh rakyat Indonesia.

"Kalau menurut saya enggak apa-apa, orang zaman Bung Karno semua rakyat disuruh revolusi. Revolusi yang saya maksud kan revolusinya Bung Karno," kata Permadi di Mapolda Metro Jaya, Jakarta, Senin (27/5).


Revolusi Bung Karno itu, sambung Permadi, adalah merubah mental bangsa yang bergantung kepada negara lain hingga dijajah menjadi mental bangsa yang mampu berdiri di atas kaki sendiri (berdikari).

"Revolusi politik, revolusi ekonomi, revolusi budaya, revolusi industri, semua macam, multikompleks," ujarnya.

Permadi kembali menegaskan bahwa revolusi yang dia sampaikan adalah bukan untuk makar.

"Saya enggak pernah makar. Kalau makar itu makan ayam bakar," candanya.

Permadi dilaporkan oleh tiga orang terkait dugaan penyebaran ujaran kebencian dan makar ke Polda Metro Jaya.

Pelaporan tersebut dibuat berdasarkan video di media sosial yang menunjukkan Permadi tengah berada di forum diskusi. Dari video tersebut, dia diduga melakukan penyebaran ujaran kebencian dan dugaan makar.

Permadi batal diperiksa sebagai terlapor oleh penyidik Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Metro Jaya dalam kasus dugaan makar terkait ucapannya soal "revolusi". Padahal, Permadi sudah menyempatkan diri datang ke Polda Metro Jaya.

Populer

Ketika Jenderal Memimpin yang Bukan Bidangnya

Kamis, 04 Juni 2026 | 00:15

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

KPK Dikabarkan OTT Pejabat Imigrasi Jakarta Barat, Diduga Terkait TKA

Rabu, 03 Juni 2026 | 07:33

Rita Widyasari: Dari Suap, Gratifikasi dan TPPU hingga Korporasi Tambang

Rabu, 03 Juni 2026 | 17:07

Ketika Pencalonan Ryamizard Ryacudu sebagai Panglima TNI Dianulir SBY

Selasa, 02 Juni 2026 | 03:18

Dadan Hindayana Kena Batunya

Rabu, 03 Juni 2026 | 01:04

UPDATE

Buyback Emas Antam Meroket Rp55.000, Satu Gram Dibanderol Rp2,45 Juta

Jumat, 12 Juni 2026 | 09:57

Harga Minyak Dunia Merosot Imbas Keputusan Trump

Jumat, 12 Juni 2026 | 09:56

IHSG Terbang 1,6 Persen Menuju 6.000, Rupiah Ikut Menguat

Jumat, 12 Juni 2026 | 09:44

PKS: Koalisi Prabowo Akan Tetap Konstruktif Jaga Persatuan Bangsa

Jumat, 12 Juni 2026 | 09:40

Pengusaha Heri Black Dicecar KPK soal Kontainer Berisi Sparepart di Pelabuhan Tanjung Emas

Jumat, 12 Juni 2026 | 09:29

10 Kader Ramaikan Bursa Caketum PB SEMMI di Kongres IX Banten

Jumat, 12 Juni 2026 | 09:17

Berkas Lengkap, Mantan Ketua Ombudsman Hery Susanto Segera Disidang

Jumat, 12 Juni 2026 | 09:08

Korea Pimpin Reli Bursa Asia

Jumat, 12 Juni 2026 | 08:54

Galeri 24 Dorong Literasi Investasi Emas Masyarakat di Jakarta Fair 2026

Jumat, 12 Juni 2026 | 08:47

Manfaatkan Program Nikah Massal dan One Stop Nikah Solution dari Kemenag, Daftar Sekarang!

Jumat, 12 Juni 2026 | 08:43

Selengkapnya