Berita

Nawal Edy Rahmayadi (baju putih)/RMOLSumut

Nusantara

Nawal: Memang Ada TKI Yang Berhasil, Namun Ada Risiko...

MINGGU, 26 MEI 2019 | 03:09 WIB | LAPORAN: YELAS KAPARINO

Ketua Tim Penggerak (TP) Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (PKK) Provinsi Sumatera Utara (Sumut) Nawal Edy Rahmayadi berharap jumlah Tenaga Kerja Indonesia (TKI) yang bekerja ke Luar Negeri, khususnya para kaum ibu bisa berkurang.

"Selain berisiko, masih banyak yang bisa dilakukan untuk meningkatkan perekonomian keluarga di dalam negeri," ujar Ketua TPPPK Sumut, Nawal Edy Rahmayadi pada Acara Pembinaan dan Fasilitasi Kelompok Bina Keluarga (BK) TKI, di Aula Kantor Camat Sawit Seberang, Kabupaten Langkat, Sabtu (25/5).

Nawal mengimbau Ibu-ibu, dari pada harus meninggalkan keluarga, khususnya anak, lebih baik bekerja di sini. Lewat industri rumahan misalnya.


"Para Ibu ayo aktif ikuti program-program yang digelar PKK atau Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA)," ujarnya.

Dilansir Kantor Berita RMOL Sumut, Nawal mengungkapkan. ada banyak program pelatihan yang bisa menambah keahlian para Ibu.

Nawal tidak memungkiri bahwa rata-rata penghasilan bekerja di LN memang menggiurkan. Namun, ada banyak risiko pula yang harus ditanggung. Di antaranya keselamatan diri saat memiliki tuan rumah yang kasar, serta harus mengorbankan keluarga.

"Memang tidak sedikit yang pulang dan berhasil saat menjadi TKI. Tetapi untuk para ibu, tolonglah lihat anak kita. Anak-anak yang akan menjadi penerus bangsa kita. Jangan sampai mereka kehilangan perhatian dan kasih sayang dari orang tua sejak kecil," ungkap istri Gubernur Sumut.

Nawal menekankan, keluarga yang kokoh itu didasari cinta, perhatian, dan kasih sayang.

"Para ibu memiliki peran yang sangat besar untuk mewujudkan keluarga yang kokoh dan berkualitas," ungkapnya.

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

Kehadiran Anies di Cikeas Jadi Masalah Serius

Jumat, 27 Maret 2026 | 02:08

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

UPDATE

Konsep Pasar Modern Tak Harus Identik Bangunan Mewah

Selasa, 07 April 2026 | 04:15

Jangan cuma Israel, Preman Kampung di Purwakarta Juga Wajib Dikutuk

Selasa, 07 April 2026 | 04:04

Tukang Ojek Ditembak Penumpang, Motor Dibawa Kabur

Selasa, 07 April 2026 | 03:38

Subsidi BBM Bocor Rp7 Triliun Gegara Kemacetan Jakarta

Selasa, 07 April 2026 | 03:15

KA Bangunkarta Anjlok di Bumiayu, Penumpang Dievakuasi 10 Bus

Selasa, 07 April 2026 | 03:00

Fahira Sodorkan Lima Strategi Pasar Tradisional Jadi Fondasi Jakarta Kota Global

Selasa, 07 April 2026 | 02:25

Waspada Politik Gunting dalam Lipatan di Lingkaran Istana

Selasa, 07 April 2026 | 02:11

Muslim Iran, Berjuanglah untuk Islam

Selasa, 07 April 2026 | 02:07

Viral Mobil Dinas di Kawasan Puncak, Pemprov DKI Minta Maaf

Selasa, 07 April 2026 | 01:36

Seruan Pemakzulan Prabowo Muncul dari Ketakutan Operasi Besar Berantas Korupsi

Selasa, 07 April 2026 | 01:12

Selengkapnya