Berita

Foto:Net

Kemnaker: Sistem Satu Kanal Untuk Mencegah Pengiriman PMI Ilegal

SABTU, 25 MEI 2019 | 12:59 WIB | LAPORAN: DEDE ZAKI MUBAROK

. Dirjen Pembinaan Penempatan dan Perluasan Kerja, Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker), Maruli Apul Hasoloan kembali menegaskan pengiriman pekerja migran Indonesia (PMI) sektor pekerja rumah tangga (PRT) melalui sistem Satu Kanal (one channel) ke Arab Saudi bertujuan untuk mencegah pengiriman PMI secara ilegal.

"Selama ini banyak pengiriman PMI ilegal ke sana dengan modus visa umroh. Nanti tidak ada lagi pakai cara ilegal seperti itu," kata Maruli dalam diskusi dengan wartawan di Jakarta, Jumat (24/5).

Sebagaimana diberitakan pada Desember 2018, Menteri Ketenagakerjaan, M. Hanif Dhakiri menerbitkan Keputusan Menteri Ketenagakerjaan (Kepmenaker) Nomor 291/2018 tentang Pedoman Pelaksanaan Penempatan dan Perlindungan Pekerja Migran Indonesia di Kerajaan Arab Saudi Melalui Sistem Satu Kanal.
 

 
Menurut Maruli, pada Mei 2015 pemerintah mengeluarkan kebijakan menghentikan pengiriman PMI sektor PRT ke seluruh negara di Timur Tengah. Alasannya waktu itu, antara lain, pertama,banyak PMI diperlakukan tidak manusiawi di hampir semua negara di Timteng. Kedua, semua negara di Timteng tidak mempunyai peraturan perundang-undangan yang melindungi tenaga kerja asing termasuk PMI.

Sekarang pemerintah mengeluarkan kebijakan akan mengirim PMI sektor PRT ke Arab Saudi, dengan pertimbangan,pertama, Arab Saudi sangat membutuhkan PMI. Kedua, Arab Saudi sudah mempunyai peraturan tertulis untuk melindungi tenaga kerja asing. Ketiga, pemerintah Arab Saudi dan pemerintah Indonesia sudah menandatangani MoU pengiriman PMI ke Arab Saudi dengan sistem satu kanal.

Menurut Maruli, banyak negara membutuhkan PMI terutama PMI sektor PRT seperti Jepang, Taiwan, seluruh negara di Timteng, dan sebagainya.

Untuk itu, kata Maruli, pemerintah akan terus, pertama, meningkatkan perlindungan terhadap PMI sejak dari Tanah Air atau sejak prapemberangkatan, di tempat kerja atau negara penempatan sampai PMI kembali lagi ke Tanah Air.

Perlindungan prapemberangkatan seperti menghindari perekrutan melalui calo. Karena itulah pemerintah, kata dia, telah membangun desa migran produktif dan kantor pelayanan satu atap di kantong-kantong PMI yang dikirim ke banyak negara.

Direktur Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Luar Negeri, Ditjen Pembinaan Penempatan dan Perluasan Kerja, Kemnaker, Eva Trisiana, yang juga tampil sebagai pembicara dalam acara itu, menambahkan, bentuk perlindungan prapemberangkatan lainnya adalah menyiapkan calon PMI yang berkualitas dengan melatih dan mendidik PMI sebelum dikirim ke luar negeri.

Selain itu, kata Eva, pihaknya terus mengawasi dan menindak perusahaan-perusahaan merekrut calon PMI secara ilegal.
Sedangkan bentuk perlindungan PMI ketika di negara penempatan, kata Eva, adalah dengan memaksimalkan tugas dan fungsi atase ketenagakerjaan di seluruh negara penempatan PMI.

"Perlindungan lainnya adalah seluruh PMI di luar negeri ikut dalam program asuransi yang dikelola BPJS Ketenagakerjaan," kata dia.

Sebelumnya Direktur Eksekutif Pelayanan Advokasi untuk Keadilan dan Perdamaian (Padma) Indonesia, Gabriel Goa, mengatakan, pengiriman PMI dengan sistem satu kanal sebaiknya tidak hanya untuk PMI PRT yang dikirim negara Arab Saudi, tetapi juga untuk semua PMI sektor PRT yang dikirim ke semua negara di Timur Tengah (Timteng).

"Bila perlu untuk semua PMI sektor PRT yang dikirim ke semua negara penempatan gunakan sistem One Channel," kata Gabriel Goa.

Populer

Kematian Penjaga Rumah Febrie Harus Diusut Tuntas

Senin, 27 Juli 2026 | 19:53

Putusan Eksepsi Dokter Tifa Berujung Antiklimaks

Minggu, 02 Agustus 2026 | 05:20

Oknum Brimob Jadi Tersangka, KPK Pastikan Sanksi Pidana hingga Etik Menanti

Jumat, 31 Juli 2026 | 13:44

15 Jeriken Bensin yang Menenggelamkan Jabatan Ayah

Senin, 27 Juli 2026 | 01:03

Dana Nasabah Rp2,58 Miliar Raib, BCA Digugat ke PN Jakpus

Selasa, 28 Juli 2026 | 16:02

KPK Konstruksikan Dugaan Fee Rp3,5 Miliar dari Waskita untuk Eks Ketum HIPMI

Minggu, 02 Agustus 2026 | 14:18

Terkejut Mantan Ajudan Jadi Tersangka KPK, Alexander Marwata Kenang Kinerja Dias

Kamis, 30 Juli 2026 | 11:52

UPDATE

Tom Holland dan Zendaya Bakal Rehat Setelah Spider-Man Brand New Day

Kamis, 06 Agustus 2026 | 19:52

IAW: Ada Dugaan Intervensi Kasus Dedi Congor

Kamis, 06 Agustus 2026 | 19:51

Sidang Perdana Praperadilan Febrie Adriansyah Digelar 18 Agustus

Kamis, 06 Agustus 2026 | 19:42

Prabowo Tinjau Deretan Inovasi BRIN, dari Air Minum Darurat hingga Teknologi Nuklir

Kamis, 06 Agustus 2026 | 19:35

Komisi III DPR Minta Polisi Ungkap Pemasok Senpi di Yayasan Sekolah Jaksel

Kamis, 06 Agustus 2026 | 19:28

Partisipasi Bermakna di Black Box Regulasi Kesehatan

Kamis, 06 Agustus 2026 | 19:15

Amplop Berisi 14 Ribu Dolar Singapura Memang Dikembalikan, tapi Isinya Berkurang

Kamis, 06 Agustus 2026 | 19:02

Prabowo Tekankan Pentingnya Sains dan Teknologi bagi Masa Depan Bangsa

Kamis, 06 Agustus 2026 | 18:54

Isu Pergantian Kapolri Bisa Merugikan Presiden jika Tidak Hati-Hati

Kamis, 06 Agustus 2026 | 18:53

Food Station Masih Andalkan Laba Bersih dari PSO

Kamis, 06 Agustus 2026 | 18:30

Selengkapnya