Berita

Penjagaan di Sri Lanka/Net

Dunia

Pada Perayaan Waisak, Umat Buddha Sri Lanka Gelar Buka Puasa Untuk Muslim

SENIN, 20 MEI 2019 | 06:57 WIB | LAPORAN: AMELIA FITRIANI

Perayaan Waisak di Sri Lanka pada Minggu (19/5) tidak begitu semarak pasca teror bom Minggu Paskah April lalu.

Teror bom di gereja-gereja dan hotel-hotel mewah di Sri Lanka itu menyebabkan lebih dari 250 ribu orang meninggal dunia.

Teror itu memicu serangan-serangan musim minoritas akibat ketegangan antar agama serta beredarnya informasi palsu.


Warga yang datang ke kuil Keleni Raja Maha Viharaya yang populer di pinggiran Kolombo telah berkurang sekitar separuh dari tahun lalu di tengah peningkatan keamanan.

Bukan hanya itu, ada pemeriksaan ketat bagi mereka yang hendak masuk ke dalam kuil. Sebuah stiker “dicentang” ditempelkan pada setiap pengunjung setelah mereka dan barang-barang mereka digeledah di luar kuil.

"Kita tidak bisa hanya bergantung pada militer, kita harus berhati-hati dan melakukan yang terbaik untuk melindungi diri kita sendiri,” kata salah seorang warga, Anette Perera, seperti dimuat Reuters.

"Saya masih merasa tidak aman dan akan membuat persembahan bunga di kuil dan kembali (rumah) secepat mungkin," tambahnya.

Meski tidak begitu semarak, perayaan Waisak di Sri Lanka diwarnai dengan toleransi yang nyata. Di kuil Gunawardhanaramaya, Kolombo, warga memeriahkan waisak dengan menjalankan tradisi memberikan makanan kepada orang yang lewat.

Di kuil itu, umat Buddha dan Katolik Tamil menjadi tuan rumah acara buka puasa bagi umat Muslim yang berbuka puasa bulan suci Ramadhan. Sebagai gantinya, beberapa umat Muslim membantu menghias kuil dengan bendera dan lentera Waisak.

Populer

Kafe Diduga terkait Jampidsus Digeledah

Rabu, 08 Juli 2026 | 16:36

AHY dan Ibas Dilaporkan ke KPK Buntut Lonjakan Harta

Senin, 06 Juli 2026 | 14:49

Terima Kasih Bang Refly, Nama Saya Sudah Diubah jadi ‘Si Udin’

Selasa, 07 Juli 2026 | 03:14

Presiden Pasti Tahu Dinamika Penggeledahan Cafe de’CLAN Signature

Kamis, 09 Juli 2026 | 09:00

Pengacara Nadiem Makarim Dilaporkan ke Peradi Buntut Ucapan "Yang Mulia Takut Ya"

Senin, 06 Juli 2026 | 18:36

Beredar Surat Diduga dari Kejagung untuk Konsolidasi Usai Penggeledahan Cafe de' CLAN Signature

Kamis, 09 Juli 2026 | 12:53

Jokowi Tinggalkan Jejak Buruk bagi Masyarakat Adat Lampung

Rabu, 01 Juli 2026 | 04:23

UPDATE

Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei Dimakamkan di Mashhad

Jumat, 10 Juli 2026 | 08:21

Wall Street Ditutup Menguat Didorong Harapan Negosiasi Iran-AS

Jumat, 10 Juli 2026 | 08:08

Terjaring OTT KPK, Bupati Sukoharjo Diduga Peras Perangkat Daerah

Jumat, 10 Juli 2026 | 07:50

Menkes Budi Ajak Kreator Jadikan Pola Makan Sehat Sebagai Tren Baru

Jumat, 10 Juli 2026 | 07:45

Kepala Balai Teknik Perkeretaapian Jakarta Dicecar KPK soal Pengadaan Rel di DJKA

Jumat, 10 Juli 2026 | 07:32

Harga Emas Melonjak Didorong Aksi Bargain Hunting dan Sentimen Geopolitik

Jumat, 10 Juli 2026 | 07:21

Sentimen AI Pulihkan Bursa Eropa, STOXX 600 Menguat

Jumat, 10 Juli 2026 | 07:12

OTT di Solo Raya: Selain Bupati Sukoharjo KPK Juga Amankan 4 Orang Lainnya

Jumat, 10 Juli 2026 | 07:04

Ekonomi NTB Tumbuh 13,64 Persen, Peluang Lahirnya Inovasi Anak Muda Kian Terbuka

Jumat, 10 Juli 2026 | 07:01

Kepindahan Narji dari PKS ke PSI Dianggap Kutu Loncat Gurem

Jumat, 10 Juli 2026 | 06:58

Selengkapnya