Berita

Tim advokasi hukum PKS/Net

Politik

PEMILU 2019

Punya Data Lengkap, PKS Siap Kawal Suara Rakyat Di Bawaslu Hingga MK

JUMAT, 17 MEI 2019 | 12:08 WIB | LAPORAN: RUSLAN TAMBAK

Tim advokasi hukum Partai Keadilan Sejahtera (PKS) terus mengawal Pemilu serentak 2019 hingga saat ini. Kesungguhan tersebutpun mendapatkan apresiasi dari Presiden Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Mohamad Sohibul Iman.

"Saya sudah menijau langsung tim yang sedang bekerja ya dan mendengarkan juga penjelasannya tadi, saya sangat puas dengan kinerja tim advokasi kita. InsyaAllah ini adalah iktiar kita semua untuk mengawal suara masyrakat Indonesia yang sudah di titipkan ke kita ya," ungkap Sohibul di Sekretariat Pusat Pelaporan Sengketa Perselisihan Hasil Pemilu Tim Hukum dan Advokasi PKS, Jakarta, Kamis (16/5).

Melihat kesungguhan tim advokasi tersebut, Sohibul yakin bahwa PKS akan dapat memperjuangkan suara umat yang diperselisihkan oleh partai lain di Bawaslu maupun di Mahkamah Konstitusi.


"Alhamdulillah saya melihat tim kita sangat solid dan siap untuk berpekara di Bawaslu maupun MK. Semoga kita bisa berpekara dengan baik dan dapat mengambil hak-hak kita agar tidak diambil oleh partai lain," tambah Sohibul.

Ketua Tim Advokasi dan Hukum TPP PKS, Agus S.P. Otto menambahkan, sikap optimisme PKS tersebut disebabkan adanya form C1 PKS yang lengkap. Sehingga, menurut Agus hal ini akan menguatkan PKS ketika sedang berpekara.

"Kami sangat optimis ya, bahwa kami akan bisa merebut dan mengambil kembali suara umat yang dititipkan kepada kita. Kami juga memiliki data form c1 yang lengkap sebagai bukti untuk dibawa ke konstitusi, kami yakin akan kembali merebut kursi-kursi yang digugat dan yang diambil oleh pihak lain," terangnya.

Agus menambahkan, tim yang sudah bersiap sejak September 2018 lalu ini akan terus berjuang mengawal amanat rakyat tersebut.

"Kami sudah menyiapkan diri sejak September 2018, kami juga siap 24 jam untuk sidang seperti yang sudah dicatat oleh sejarah konstitusi bahwa tim PKS terus berjaga dalam sidang untuk memperjuangkan suara rakyat," tutupnya.

Populer

Dicurigai Ada Peran Mossad di Balik Pengalihan Tahanan Yaqut

Senin, 23 Maret 2026 | 01:38

Kehadiran Anies di Cikeas Jadi Masalah Serius

Jumat, 27 Maret 2026 | 02:08

SBY Menolak Silaturahmi Lebaran Anies?

Jumat, 27 Maret 2026 | 03:43

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

Nasib Hendrik, SPPG Ditutup, 150 Karyawan Diberhentikan

Jumat, 27 Maret 2026 | 06:07

KPK Klaim Status Tahanan Rumah Yaqut Sesuai UU

Jumat, 27 Maret 2026 | 12:26

Kubu Jokowi Bergerak Senyap untuk Jatuhkan Prabowo

Rabu, 25 Maret 2026 | 06:15

UPDATE

KPK Cium Skandal Baru Izin Tambang di Maluku Utara, Nama Haji Romo Ikut Terseret

Rabu, 01 April 2026 | 08:16

Wall Street Kembali Sumringah

Rabu, 01 April 2026 | 08:07

WFH ASN Diproyeksikan Hemat Kompensasi BBM Rp 6,2 Triliun

Rabu, 01 April 2026 | 07:53

Emas Melonjak 3 Persen, tapi Cetak Rekor Penurunan Bulanan Terburuk Sejak 2008

Rabu, 01 April 2026 | 07:42

RI Murka di DK PBB, Nilai Serangan TNI di Lebanon Tak Lepas dari Israel

Rabu, 01 April 2026 | 07:35

Pasar Saham Eropa Tutup Maret dengan Koreksi Terburuk dalam Empat Tahun

Rabu, 01 April 2026 | 07:24

Menhan AS Sebut Perang Iran Masuk Fase Penentuan

Rabu, 01 April 2026 | 07:17

Italia Gagal Lolos Piala Dunia Setelah Ditekuk 4-1 oleh Bosnia

Rabu, 01 April 2026 | 06:57

Katastropik Demokrasi Kita

Rabu, 01 April 2026 | 06:48

Soleman Ponto: Intelijen pada Dasarnya Teroris

Rabu, 01 April 2026 | 06:20

Selengkapnya