Berita

Eko Sriyanto Gal Gendu/Dok

Politik

Stop Tuduhan-Tuduhan Makar, Bikin Anak Bangsa Terpecah Belah

KAMIS, 16 MEI 2019 | 22:48 WIB | LAPORAN:

Aparatur negara diminta menghentikan tuduhan-tuduhan makar kepada sejumlah anak  bangsa. Sebab, membuat suasana dan bibit perpecahan kian nyata.

Ketua Umum Gerakan Moral Rekonsiliasi Indonesia (GMRI), Eko Sriyanto Gal Gendu menegaskan, tuduhan makar yang dialamatkan kepada sejumlah tokoh, pensiunan TNI, aktivis nasional, dan lainnya harus dihentikan.

"Tuduhan makar seperti itu malah hanya akan memecah belah sesama anak bangsa. Tuduhan makar seperti itu juga akan jadi sejarah kelam bagi pemerintah," tutur Eko di Jakarta, Kamis (16/5).


Dia juga menekankan, ini juga akan menjadi dendam berkepanjangan bagi orang-orang yang dimakarkan dan yang dituduh makar.

"Tuduhan makar tersebut akan membuat kelam sejarah bagi seseorang yang dituduh makar, beserta keluarga dan keturunannya," tuturnya lagi.

Hal itu juga dituangkan Eko Sriyanto Gal Gendu dalam Surat Terbuka Merah Putih yang dialamatkannya kepada Istana Negara, Presiden Joko Widodo.

Berikut isi lengkap surat terbuka Merah Putih tersebut:

Membaca Arah Sejarah Jaman Pemerintahan Jokowi Tentang Tuduhan Makar

Kepada Yth
Calon Presiden RI
Bp Ir H Joko Widodo

Dengan hormat,
Dengan mengkaji dan menilai berbagai permasalahan Bangsa dan Negara Republik Indonesia sekarang ini, maka perkenankanlah saya, Eko Sriyanto GalGendu, untuk memberikan bacaan arah sejarah jaman Pemerintahan Bapak Joko Widodo tentang tuduhan makar.

1. Tuduhan Makar tersebut akan membuat sejarah kelam Pemerintahan Jokowi

2. Tuduhan Makar tersebut akan membuat kelam sejarah bagi seseorang yang dituduh makar beserta keluarga dan keturunannya

3. Tuduhan Makar tersebut sudah membuat perpecahan sesama anak bangsa

Maka, kami berharap, kepada Bapak Joko Widodo sebagai Calon Presiden RI kiranya bisa menunjukkan Jiwa Kepemimpinan dengan menggunakan kata-kata yang bijak, serta penuh keagungan dan kehormatan.

Untuk itu, Stop Tuduhan Makar, karena hanya akan membuat rendah sesama anak bangsa sendiri.

Jakarta, 19 Mei 2019
Songsong Kebangkitan Nasional

Ketua Umum Gerakan Moral Rekonsiliasi Indonesia
Eko Sriyanto Gal Gendu

Eko berharap setiap calon pemimpin negara untuk terus belajar menjadi bijak dalam menghadapi persoalan-persoalan bangsa, terutama menangani beragamnya pilihan politik.

"Harus bijak dan mempergunakan kalimat-kalimat yang tidak memecah belah anak bangsa. Sebab, tuduhan makar itu malah merendahkan martabat anak-anak bangsa Indonesia sendiri," ujarnya.

Populer

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Jaksa Watch Lapor KPK, Ada Dugaan Penyalahgunaan Aset Sitaan Korupsi

Jumat, 17 April 2026 | 17:46

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

Eksepsi Mardiono terkait Gugatan Muktamar PPP Ditolak PN Jakpus

Kamis, 16 April 2026 | 18:10

GAMKI: Ceramah Jusuf Kalla Menyakiti Umat Kristen

Senin, 13 April 2026 | 08:21

UPDATE

Pakar HTN Sambut Baik Putusan MK Perkuat Kedudukan Hasil Audit BPK

Selasa, 21 April 2026 | 18:18

Refly Harun soal Info P21 Kasus Ijazah Jokowi: Itu Ngarang!

Selasa, 21 April 2026 | 18:17

Efek Domino MBG, Pendapatan Petani Naik 60 Persen

Selasa, 21 April 2026 | 18:13

Hadiah Hari Kartini: Pengesahan UU PPRT Lindungi Pahlawan Domestik

Selasa, 21 April 2026 | 18:04

Staf PBNU Mangkir dari Panggilan, KPK Siap Jadwal Ulang

Selasa, 21 April 2026 | 17:52

RUU PPRT Disahkan DPR Bukti Perempuan Hadir di Parlemen

Selasa, 21 April 2026 | 17:43

Peringati Hari Kartini, KPP: Perempuan Harus Aktif dari Suara ke Aksi

Selasa, 21 April 2026 | 17:42

Huawei Rilis Pura 90 Series, Ini Spesifikasi, Fitur Kamera, dan Harganya

Selasa, 21 April 2026 | 17:16

Staf Orang Kepercayaan Maidi Dicecar KPK soal Penampungan Dana CSR

Selasa, 21 April 2026 | 17:13

13 WNI Jadi Korban Kebakaran 1.000 Rumah Apung di Malaysia

Selasa, 21 April 2026 | 17:10

Selengkapnya