Berita

Aksi di Bawaslu Jabar/Net

Nusantara

Ratusan Emak-Emak Ungkapkan Kekecewaan Ke KPU Dan Bawaslu Jabar

KAMIS, 16 MEI 2019 | 14:36 WIB | LAPORAN: WIDIAN VEBRIYANTO

Sebanyak lebih dari 500 emak-emak yang tergabung dalam Emak-Emak Gerakan Rakyat Anti Pemilu Curang menggelar aksi di Kantor KPU Jawa Barat, di Bandung, Rabu (15/5).

Dalam aksi ini, mereka menggelar longmarch sejauh 3 km dari KPU Jabar ke Bawaslu Jabar dalam keadaan berpuasa. Para peserta aksi juga melakukan teatrikal dengan atraksi pocong. Atraksi ini menjadi tanda kesedihan atas meninggalnya ratusan petugas pemilu selama proses Pemilu Serentak 2019.

Koordinator Lapangan Aksi, Andi Nenie Sri Lestari menjelaskan bahwa benar-benar menaruh harapan kepada KPU dan Bawaslu agar pemilu berlangsung jujur dan adil.


Namun dalam perjalanan dari awal proses pemilu sampai kepada hari pencoblosan dan proses perhitungan suara, pihaknya mengaku sangat kecewa dengan berbagai ketidakadilan, penyalahgunaan kekuasaan oleh pertahana, dan banyaknya kecurangan yang terjadi.

“Hal ini menyebabkan kami meninggalkan tugas harian kami, dan turun ke jalan berulang kali melakukan aksi keprihatinan,” tegasnya dalam keterangan tertulis yang diterima redaksi, Kamis (16/5).

Atas alasan itu, Emak-Emak Gerakan Rakyat Anti Pemilu Curang menyampaikan sejumlah tuntutan. Di antaranya meminta agar azas pemilu yang jujur, adil, langsung, bebas, dan rahasia agar tidak diabaikan.

Hal ini menyikapi kasus heboh pencoblosan kertas suara tercoblos untuk paslon  01 sebelum pemilu dimulai di luar negeri.

“Ketahuan di dua tempat di Malaysia dengan jumlah tidak sedikit, diperkirakan dengan modus yang sama tidak ketahuan juga terjadi di berbagai tempat namun kasus ini tidak diselesaikan secara terbuka oleh KPU dan Bawaslu, serta tidak memberi sanksi secara tegas sesuai UU Pemilu,” tegasnya.

Kedua pihaknya menilai hasil sistem informasi penghitungan suara (Situng) tidak penting untuk ditampilkan. Sebab, Ketua KPU Arief Budiman sudah menyatakan bahwa Situng bukan perhitungan resmi.

“Lalu untuk apa dipertontonkan kepada rakyat dan melakuan pembiaran dengan berbagai kesalahan input,” sambungnya.

Selanjutnya, mereka meminta agar kasus meninggalnya ratusan petugas pemilu disikapi dengan baik oleh penyelenggara pemilu.

Terakhir, mereka mengingatkan bahwa kecurangan Pilpres 2019 dapat menghancurkan moralitas bangsa jika tujuannya berganti dengan nafsu mempertahankan tahta, harta, dan kekuasaan semata.

“Pilpres sebagai sarana mewujudkan harkat martabat bangsa untuk menegakkan demokrasi secara benar,” pungkasnya.

Populer

Kolaborasi dengan Turki

Minggu, 11 Januari 2026 | 04:59

KPK Panggil Sekretaris Camat hingga Direktur Perusahaan dalam Kasus OTT Bupati Bekasi

Rabu, 14 Januari 2026 | 12:09

Ijazah Asli Kehutanan UGM

Rabu, 14 Januari 2026 | 05:09

Menanti Nyali KPK Panggil Jokowi di Kasus Kuota Haji

Minggu, 11 Januari 2026 | 08:46

Taktik Pecah Belah Jokowi Tak akan Berhasil

Sabtu, 10 Januari 2026 | 06:39

Bukti cuma Sarjana Muda, Kok Jokowi Bergelar Sarjana Penuh

Rabu, 14 Januari 2026 | 05:00

RH Singgung Perang Bubat di Balik Sowan Eggi–Damai ke Jokowi

Jumat, 09 Januari 2026 | 20:51

UPDATE

Ngobrol Serius dengan Kapolri

Senin, 19 Januari 2026 | 05:45

Legislator Golkar Tepis Keterlibatan Bahlil soal Sawit Papua

Senin, 19 Januari 2026 | 05:25

Dokter Tifa: Keren Sekali Mobilnya, Bang Eggi!

Senin, 19 Januari 2026 | 04:59

Mahasiswa Harus jadi Subjek Revolusi Digital, Bukan Hanya Penonton

Senin, 19 Januari 2026 | 04:47

Kader Gerindra Papua Barat Daya Wajib Sukseskan Program Pemerintah

Senin, 19 Januari 2026 | 04:27

Perbakin Lampung Incar Banyak Medali di PON 2028

Senin, 19 Januari 2026 | 03:59

Pendidikan Bukan Persekolahan

Senin, 19 Januari 2026 | 03:48

Maruarar Sirait Dicap Warganet sebagai Penyelamat Konglomerat

Senin, 19 Januari 2026 | 03:24

Narasi Bung Karno Lahir di Jombang Harus jadi Perhatian Pemkab

Senin, 19 Januari 2026 | 02:59

Dankodaeral X Cup 2026 Bidik Talenta Pesepak Bola Muda Papua

Senin, 19 Januari 2026 | 02:45

Selengkapnya