Berita

Bupati Jepara periode 2017-2022, Ahmad Marzuqi/RMOL

Hukum

Pakai Rompi Oranye, Bupati Jepara Singgung Kisah Nabi Yusuf

SENIN, 13 MEI 2019 | 16:44 WIB | LAPORAN: FAISAL ARISTAMA

Bupati Jepara periode 2017-2022, Ahmad Marzuqi (AM) yang sebelumnya telah ditetapkan tersangka dugaan suap perkara praperadilan di PN Semarang akhirnya ditahan oleh Komisi Pemberantasan korupsi (KPK).

Setelah diperiksa oleh penyidik KPK selama lima jam sejak pukul 10.00-15.30 WIB, Ahmad keluar dari gedung lembaga antirasuah mengenakan rompi oranye khas tahanan KPK.

Saat dicecar pertanyaan oleh awak media terkait penahanannya, Ahmad mengaku akan menaati proses hukum yang berlaku.


"Ya kita sebagai warga negara yang taat akan peraturan perundang-undangan, ya kita mengikuti proses yang berlaku. Karena itu, doakan sajalah semoga kami menerimanya dengan tabah dan sabar," kata Ahmad kepada awak media di Gedung KPK, Kuningan Jakarta, Senin (13/4).

Menanggapi penahanan dengan santai, ia pn sempat menyinggung kisah Nabi Yusuf yang juga pernah dihukum.

"Wong Nabi Yusuf aja di hukum. Terima kasih," imbuhnya.

Di sisi lain, jurubicara KPK, Febri Diansyah mengatakan jika Ahmad akan ditahan selama 20 hari ke depan.

"AM Bupati Jepara periode 2017-2022 ditahan 20 hari pertama di Rutan Cab KPK di Pomdam Jaya Guntur," kata Febri.

Selain Ahmad Marzuqi, KPK juga sudah menahan Hakim PN Semarang, Lasito dalam perkara yang sama. Lasito ditahan di Rutan Cabang KPK Kav.4 di belakang Gedung Merah Putih KPK (26/3) lalu.

Marzuqi diduga memberikan sejumlah uang kepada Hakim Lasito untuk mempengaruhi putusan praperadilan yang diajukan Marzuqi atas penetapan dirinya sebagai tersangka oleh Kejaksaan Tinggi Jawa Tengah di PN Semarang pada 2017 lalu.

Ia diduga memberikan suap kepada Hakim PN Semarang, Lasito senilai Rp 700 juta dengan pembagian mata uang rupiah Rp. 500 juta dan dolar AS setara Rp 200 juta.

Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Purbaya Kecewa Banyak Pegawai Kemenkeu Tak Jalankan Tugas: Digeser Baru Nangis

Kamis, 23 April 2026 | 01:30

Drone Emprit Temukan Manipulasi Konteks dalam Penyebaran Video Ceramah JK

Sabtu, 25 April 2026 | 02:37

Jusuf Hamka Sujud Syukur Menang Gugatan Lawan Hary Tanoe

Kamis, 23 April 2026 | 12:34

Patroli AS di Selat Malaka Langgar Kedaulatan RI

Sabtu, 25 April 2026 | 05:15

UPDATE

MNC Siap Lawan Putusan CMNP Lewat Banding hingga PK!

Selasa, 28 April 2026 | 20:09

Menyambut Hardiknas 2026: Mengupas Makna Tema, Filosofi Logo, dan Harapan Pendidikan Indonesia

Selasa, 28 April 2026 | 20:06

RUPS bjb Angkat Susi Pudjiastuti Jadi Komut, Ayi Subarna Dirut

Selasa, 28 April 2026 | 20:02

KAMMI Ingin Perempuan jadi Penggerak Kedaulatan Energi

Selasa, 28 April 2026 | 20:01

Membaca Paslon Pimpinan NU di Muktamar ke-35

Selasa, 28 April 2026 | 19:59

Prabowo Sempatkan Ziarah ke Makam Sang Kakek Margono Djojohadikusumo

Selasa, 28 April 2026 | 19:47

Jamaluddin Jompa Kembali Jabat Rektor Unhas

Selasa, 28 April 2026 | 19:47

Legislator Golkar Desak Dirut KAI Mundur

Selasa, 28 April 2026 | 19:44

RUPST bank bjb, Susi Pudjiastuti Komut Independen

Selasa, 28 April 2026 | 19:42

Polri Unjuk Gigi, Timnas Silat Sapu Emas di Belgia

Selasa, 28 April 2026 | 19:34

Selengkapnya