Berita

Presiden China, Xi Jinping/Net

Global

China Sangkal Tuduhan AS Langgar Kesepakatan Dagang

JUMAT, 10 MEI 2019 | 08:25 WIB | LAPORAN: AMELIA FITRIANI

China menolak tuduhan yang dibuat oleh Amerika Serikat tentang mundurnya pembicaraan perdagangan dan memperingatkan bahwa pihaknya tidak akan menyerah pada tekanan apa pun.

"Amerika Serikat telah menetapkan banyak label, seperti mundur, kembali pada kata-kata seseorang, dan sebagainya. Banyak janji telah dikibuli di China," kata juru bicara kementerian perdagangan China Gao Feng di Beijing, Kamis (9/5).

"China tidak akan menyerah pada tekanan apa pun, dan kami memiliki tekad dan kemampuan untuk membela kepentingan kami sendiri," sambung Gao seperti dimuat Al Jazeera.


Dia memperingatkan bahwa China telah siap untuk semua situasi yang mungkin terjadi. Sebelumnya, Amerika Serikat telah meningkatkan kecamannya dengan rencana untuk meningkatkan tarif barang-barang China senilai 200 miliar dolar AS dari semula 10 persen menjadi 25 persen pada pukul 12:01 pada hari Jumat ini (10/5).

Komentar Gao datang ketika delegasi China yang dipimpin oleh Wakil Perdana Menteri Liu He dijadwalkan mengadakan pembicaraan di Washington pada hari Kamis dan Jumat. Sehari sebelumnya, pada rapat umum di Florida, Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengatakan Beijing akan membayar jika tidak ada kesepakatan tercapai.

"Saya baru saja mengumumkan bahwa kita akan menaikkan tarif pada China dan kita tidak akan mundur sampai China berhenti menipu pekerja kita dan mencuri pekerjaan kita, dan itulah yang akan terjadi, kalau tidak kita tidak harus melakukan bisnis dengan mereka," kata Trump.

"Mereka melanggar kesepakatan," tambahnya.

Populer

Panglima TNI Bantah Seskab Teddy Diperiksa Polisi Militer

Sabtu, 07 November 2026 | 09:32

Kapolri Suyudi Berpeluang dapat Serangan Balik

Jumat, 06 November 2026 | 04:27

Upaya Makar Geng Solo

Sabtu, 07 November 2026 | 05:07

PKS Anggap Permintaan Maaf Raffi Ahmad Belum Cukup

Minggu, 01 November 2026 | 22:28

Bonatua akan Diperiksa Bareskrim terkait Dugaan Pemalsuan Dokumen Suket Gibran

Rabu, 04 November 2026 | 23:19

Syarat Penerima BSU 2026 Resmi dari Kemnaker, Cek Kriterianya

Jumat, 30 Oktober 2026 | 16:29

Jokowi Jangan Mimpi PSI Jadi Partai Besar

Selasa, 03 November 2026 | 02:41

UPDATE

Helikopter Pemadam Karhutla BNPB Jatuh di Sungai Barito

Minggu, 08 November 2026 | 14:30

Putin Pastikan Rusia-AS-Ukraina Kembali Berunding Pekan Depan di Abu Dhabi

Minggu, 08 November 2026 | 14:26

Plt Bupati Klaten Dicecar KPK soal Penerimaan Uang Hamenang dan Era Sebelumnya

Minggu, 08 November 2026 | 14:19

Al Aqsha Travel Gelar Akademi Marketing Haji untuk Perkuat Kompetensi Mitra

Minggu, 08 November 2026 | 14:02

Bahlil Ancam Tempuh Jalur Hukum Gegara Namanya Dikaitkan dengan Isu Penyadapan Prabowo

Minggu, 08 November 2026 | 13:47

Gempa 5,7 Magnitudo Guncang Jepang, 20 Orang Terluka

Minggu, 08 November 2026 | 13:42

Penyadapan Presiden Prabowo Biang Kerok Ekonomi Tidak Stabil

Minggu, 08 November 2026 | 13:28

Green Wakaf, Memperluas Manfaat Wakaf untuk Menjaga Kelestarian Alam

Minggu, 08 November 2026 | 13:08

Pengamat: Peran Seskab Teddy Strategis dalam Komunikasi Politik Pemerintah

Minggu, 08 November 2026 | 13:02

AS Siapkan Rp362 Miliar untuk Pembocor Informasi Nuklir Iran

Minggu, 08 November 2026 | 12:40

Selengkapnya