Berita

People power Filipina/Net

Politik

Gde Siriana: Memang Sudah Waktunya Untuk People Power

KAMIS, 09 MEI 2019 | 21:33 WIB | LAPORAN: YELAS KAPARINO

Memang sudah sudah tiba saatnya rakyat melakukan people power untuk menegakkan kedaulatan rakyat, keadilan dan kebenaran.

People power dalam konteks ini bukan makar, kata Direktur Eksekutif Government & Political Studies (GPS), Gde Siriana Yusuf, dalam perbincangan dengan redaksi, Kamis malam (9/5).

Dia membandingkan dengan people power di Filipina tahun 1986. Saat itu, sekitar tiga juta rakyat Filipina berkumpul secara damai di Manila untuk menegakkan keadilan atas pembunuhan Benigno Simeon ''Ninoy'' Aquino, Jr. dan kecurangan dalam pemilu yang dilakulan rezim Presiden Ferdinand Marcos.


“People power tidak bisa diartikan makar karena merupakan kesadaran kolektif masyarakat yang mewujud dalam bentuk protes dan perlawanan terhadap ketidakadilan,” kata dia.

People power akan terjadi ketika demokrasi macet. Hal ini diperparah karena media mainstream berada dalam hegemoni kekuasaan, tidak lagi berfungsi sebagai kontrol yang berani membongkar sistem yang busuk.

“Justru mereka menjadi media proxy kepentingan elit, menjadi corong manipulasi rakyat secara halus,” tegasnya.

Kemacetan demokrasi, masih kata dia, ditandai dengan larangan atas pemikiran kritis dengan alasan tidak sesuai konstitusi.

“People power yang berjalan damai dapat menjadi revolusi putih, revolusi yang berjalan tanpa kekerasan, manakala kekuasaan merespon people power dengan tidak mengedepankan kepentingan bangsa dan negara,” demikian Gde Siriana.

Populer

Pensiunan ASN Bakal Terima Uang Pensiun Langsung dari Kas Negara pada 2027

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 16:07

Siaga 98 Desak DPR Kaji Putusan MK Terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 09:41

Parpol seperti Kompak Menolak Bela Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:35

Purnawirawan TNI Bersikap Kenegarawanan soal Putusan MK terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:50

Firli Bahuri Sandang Gelar Doktor Hukum, Raih Gelar Summa Cumlaude

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 16:33

Pengusaha Keberatan Masa Kerja Karyawan Kontrak Dipangkas jadi Empat Tahun

Kamis, 08 Oktober 2026 | 18:20

Gaji 26 Wantimpres Prabowo Tembus Rp1,9 Miliar Tiap Bulan, Belum Termasuk Fasilitas

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 19:06

UPDATE

Bursa Asia Ambruk, Saham Teknologi Berguguran

Selasa, 13 Oktober 2026 | 08:30

Nasdaq Tertekan, Investor Wall Street Waspadai Inflasi AS

Selasa, 13 Oktober 2026 | 08:17

Bidik Pasar Modal, Dua BUMD DKI Konsultasikan Rencana IPO ke OJK

Selasa, 13 Oktober 2026 | 08:06

Delta Tunda Penerbangan ke Arab Saudi Usai Serangan Riyadh hingga 2027

Selasa, 13 Oktober 2026 | 07:46

Logam Mulia Tertekan Dolar Jelang Rilis Inflasi Amerika Serikat

Selasa, 13 Oktober 2026 | 07:29

Pasar Eropa Hijau Didorong Saham Perbankan

Selasa, 13 Oktober 2026 | 07:13

Drone Seeder Solusi Reklamasi Lahan Pascatambang, SOP Masih Digodok

Selasa, 13 Oktober 2026 | 06:56

Republik Konoha dan Krisis Ketiga

Selasa, 13 Oktober 2026 | 06:23

Olahan Sagu Inovasi TEP IPB University Ramaikan Festival Kali Maro IV Merauke

Selasa, 13 Oktober 2026 | 05:57

Ijazah bagi Kekuasaan

Selasa, 13 Oktober 2026 | 05:27

Selengkapnya