Berita

Jaya Suprana/Dok

Jaya Suprana

Gus Dur, Emil Salim, John Lennon

RABU, 08 MEI 2019 | 08:24 WIB | OLEH: JAYA SUPRANA

SEJAK masa kanak-kanak, saya dididik oleh orang tua saya untuk sebagai umat Nasrani senantiasa wajib menghormati dan menghargai umat Islam yang merupakan mayoritas di persada Nusantara sebagai negara dengan populasi Muslimin terbesar di planet bumi ini.

Orang tua saya mengutamakan sikap minoritas untuk menghormati dan menghargai mayoritas selaras dengan makna falsafah Bhinneka Tungga Ika di Indonesia.

Di bulan suci Ramadan, meski kami tidak menunaikan ibadah puasa, setulusnya kami berupaya menghormati dan menghargai teman-teman Muslimin yang menunaikan ibadah puasa.


Gus Dur

Setelah saya mengenal Gus Dur dan kemudian berupaya mempelajari agama Islam dari mahaguru saya tersebut, saya beruntung memperoleh cukup banyak masukan pelajaran tentang Islam. Antara lain tentang ajaran "Agamamu Agamamu, Agamaku Agamaku" sebagai landasan utama kerukunan umat beragama yang sangat berkesan bagi saya.

Khusus terkait ibadah puasa pada bulan suci Ramadan, Gus Dur mewariskan suatu mahakarya peradaban dalam seuntai kalimat mutiara yang secara luar biasa menyentuh lubuk sanubari saya: "Jika kita ingin menjadi Muslim terhormat, maka kita akan berpuasa dengan menghormati orang yang tidak berpuasa".

Imagine

Kedalaman makna kalimat mutiara tersebut secara menakjubkan mengungkap betapa indah suasana saling mengerti, saling menghormati serta saling menghargai sebagai mutiara-mutiara yang merangkai kerukunan antarumat beragama

Bersama ajaran “Agamamu Agamamu, Agamaku Agamaku” dilengkapi kalimat mutiara: "Jika kita ingin menjadi Muslim terhormat, maka kita akan berpuasa dengan menghormati orang yang tidak berpuasa" serta ditambah wejangan mahaguru kebangsaan saya, Prof. Dr. Emil Salim “Keluhuran budi pekerti suatu bangsa dapat diukur pada bagaimana mayoritas menghormati dan menghargai minoritas” maka sebenarnya John Lennon tidak perlu meratapi angkara murka yang dilakukan oleh sesama manusia terhadap sesama manusia atas nama agama seperti tersurat di dalam lagu gubahannya “Imagine”.

Penulis Adalah Pendiri Sanggar Pembelajaran Kemanusiaan


Populer

MA Koreksi Kerugian Negara Kasus Korupsi Timah, Bukan Rp300 Triliun

Sabtu, 08 Agustus 2026 | 22:36

Putusan Eksepsi Dokter Tifa Berujung Antiklimaks

Minggu, 02 Agustus 2026 | 05:20

Giliran Kepemimpinan TNI Kembali Diberikan kepada Matra Laut

Sabtu, 08 Agustus 2026 | 06:27

Oknum Brimob Jadi Tersangka, KPK Pastikan Sanksi Pidana hingga Etik Menanti

Jumat, 31 Juli 2026 | 13:44

KPK Konstruksikan Dugaan Fee Rp3,5 Miliar dari Waskita untuk Eks Ketum HIPMI

Minggu, 02 Agustus 2026 | 14:18

Kerumunan Massa saat Jokowi ke NTT Direkayasa

Senin, 03 Agustus 2026 | 13:39

Wewenang Ditjen Bea Cukai Sudah Melampaui Namanya

Minggu, 02 Agustus 2026 | 02:12

UPDATE

Haji Isam Temui Seskab Teddy, Bahas Investasi Pertambangan hingga Hilirisasi

Senin, 10 Agustus 2026 | 14:17

Kolombia Ubah Sikap, Kini Akui Kedaulatan Maroko atas Sahara

Senin, 10 Agustus 2026 | 14:02

KPK Periksa 2 ASN Pemkot Bengkulu dalam Pengembangan Kasus Suap Rejang Lebong

Senin, 10 Agustus 2026 | 14:01

Jelang Sidang Tahunan MPR, Pemerintah Matangkan Persiapan Pidato Kenegaraan Prabowo

Senin, 10 Agustus 2026 | 13:56

Bitcoin Menguat Berkat Derasnya Aliran Dana ETF

Senin, 10 Agustus 2026 | 13:49

Keamanan Data Pajak Jadi Prioritas Usai Kebakaran Bapenda

Senin, 10 Agustus 2026 | 13:45

Destry Damayanti Resmi Jadi Calon Tunggal Gubernur BI

Senin, 10 Agustus 2026 | 13:36

Kejagung Periksa 16 Saksi di Kasus BGN, 10 di Antaranya Direktur Perusahaan

Senin, 10 Agustus 2026 | 13:32

Greenland Tolak Aktivitas Perusahaan AS di Tengah Ancaman Aneksasi Trump

Senin, 10 Agustus 2026 | 13:27

Gibran Jadi Presiden Solusi atau Petaka?

Senin, 10 Agustus 2026 | 13:26

Selengkapnya