Berita

Warga Muslim Xinjiang berdoa/Net

Dunia

Studi Citra Satelit: Puluhan Masjid Dihancurkan Sejak 2016 Di Xinjiang

RABU, 08 MEI 2019 | 06:55 WIB | LAPORAN: AMELIA FITRIANI

Setidaknya 31 masjid dan dua tempat suci Islam utama di Xinjiang China telah dihancurkan, baik sebagian maupun sepenuhnya, sejak 2016.

Begitu laporan terbaru hasil investigasi yang dilakukan oleh Guardian dan Bellingcat, yang diterbitkan pada hari Selasa (7/5). Laporan dibuat berdasarkan analisis citra satelit.

Menurut surat kabar yang berbasis di Inggris dan situs investigasi itu, sisa bangunan ibadah memiliki wisma, kubah dan menara yang telah dihancurkan.


"Pembongkaran masjid hanyalah puncak gunung es ketika datang ke penumpasan brutal China terhadap 12 juta Muslim Uighur yang tinggal di Xinjiang," kata CJ Werleman, seorang jurnalis dan penulis yang telah mengumpulkan kesaksian dari puluhan pengungsi Uighur.

"Laporan yang dapat dipercaya dan dikuatkan serta bukti yang menunjukkan bukti otoritas mengerahkan seluruh langkah-langkah represif untuk melakukan apa yang hanya dapat digambarkan sebagai genosida budaya, termasuk pembentukan jaringan kamp konsentrasi, laporan penyiksaan, pernikahan paksa, dan adopsi dan program sterilisasi," katanya kepada Al Jazeera.

Di antara situs yang hancur total adalah situs Imam Asim, yang digunakan untuk menarik ribuan peziarah Uighur setiap tahun. Masjid dan bangunan lainnya telah dirobohkan dan hanya makam yang tersisa.

Sementara itu, seorang sejarawan Islam di Universitas Nottingham, Rian Thum, menyebut gambar-gambar Imam Asim dalam reruntuhan sebagai "cukup mengejutkan".

"Tidak ada yang bisa mengatakan lebih jelas kepada orang Uighur bahwa negara China ingin mencabut budaya mereka dan memutuskan hubungan mereka dengan tanah selain dari penodaan kuburan leluhur mereka, tempat suci yang menjadi landmark sejarah Uighur," kata Thum kepada Guardian.

Populer

KSAD Maruli: Saya Minta Maaf dan Bertanggung Jawab

Jumat, 04 September 2026 | 20:28

Advokat Pitra Romadoni Dipanggil Polres Bogor

Rabu, 09 September 2026 | 01:15

Masa Jabatan Gibran Tinggal Hitungan Hari

Kamis, 03 September 2026 | 14:46

Muhadjir Terbitkan Surat Pengalihan Kuota Haji Usai Konsultasi ke Jokowi

Selasa, 01 September 2026 | 15:17

KPK Periksa Karyawan PT SCGU

Selasa, 08 September 2026 | 15:34

MAKI Puji Kerja Senyap Jampidsus Kuntadi Fokus Rampas Aset

Selasa, 01 September 2026 | 01:59

Purbaya Bantah Terima Suap untuk Pertahankan Pejabat Bea Cukai

Sabtu, 05 September 2026 | 16:59

UPDATE

Suhud Dorong RUU Ketenagakerjaan Perkuat Perlindungan Buruh dan Kepastian Usaha

Jumat, 11 September 2026 | 16:25

KPK Panggil 3 Tersangka Baru Kasus Suap Pemerasan Sertifikasi K3 Kemnaker

Jumat, 11 September 2026 | 16:19

Trump Sumpah Bareng Pendukung Republik, Ancam yang Tak Nyoblos Masuk Neraka

Jumat, 11 September 2026 | 16:13

Keluarga Dokter Icha Tuntut Tiga Anggota DPRD TTU Tersangka Intimidasi Dipecat

Jumat, 11 September 2026 | 15:58

DPR: Sebelum Batas Waktu, Tim SAR Maksimalkan Upaya Cari Lima Jurnalis di Selat Sunda

Jumat, 11 September 2026 | 15:46

Aljazair Mendadak Putus Hubungan Diplomatik dengan UEA

Jumat, 11 September 2026 | 15:44

Bahlil Tegaskan BUK Migas Belum Diputuskan

Jumat, 11 September 2026 | 15:00

Jejak Korupsi Rejang Lebong Merambah ke Bengkulu, Kini Giliran Ketua DPRD Herimanto Diperiksa

Jumat, 11 September 2026 | 14:54

Kemenhaj Rilis Peserta CAT PPIH 2027 Gelombang 2

Jumat, 11 September 2026 | 14:46

Kemenhut Bakal Tindaklanjuti Temuan Lima Bayi Orangutan di India

Jumat, 11 September 2026 | 14:35

Selengkapnya