Berita

1MBD/Net

Dunia

AS Mulai Pengembalian Dana USD 200 Juta Terkait Skandal 1MDB

SELASA, 07 MEI 2019 | 21:49 WIB | LAPORAN: AMELIA FITRIANI

Pemerintah Amerika Serikat mulai mengembaljkan uang sekitar 200 juta dolar AS dari perampasan aset terkait dengan dana negara 1Malaysia Development Berhad (1MDB). Saat ini baru sekitar seperempat dari jumlah yang sudah dipulangkan ke Malaysia.

Pihak berwenang Malaysia dan Amerika Serikat, dalam pernyataan berbeda, mengatakan bahwa sekitar 4,5 miliar dolar AS diduga disedot dari 1MDB yang didirikan pada 2009 oleh perdana menteri Malaysia saat itu, Najib Razak.

Namun, sejak kalah dalam pemilihan umum tahun lalu, Najib telah didakwa dengan lebih dari 40 pelanggaran pidana terkait dengan kerugian di 1MDB dan entitas negara lainnya. Meski begitu, dia tetap mengaku tidak bersalah.


Sejak 2016, Departemen Kehakiman AS (DoJ), dalam kasus terbesar dalam program anti-kleptokrasi, telah mengajukan tuntutan hukum perdata yang berusaha menyita sekitar 1,7 miliar dolar AS aset yang diduga dibeli dengan dana 1MDB curian, termasuk jet pribadi, real estat mewah, karya seni, dan perhiasan.

Amerika Serikat akan mengembalikan sekitar 196 juta dolar AS dalam angsuran pertama dana dari perampasan aset.

Hal itu ditegaskan oleh Dutabesar Amerika Serikat untuk Malaysia, Kamala Shirin Lahkdhir dalam sebuah pernyataan.

"Kami sangat senang bahwa tahap pertama dari aset dari penyelidikan Departemen Kehakiman ini ditransfer kembali ke Malaysia, menunjukkan komitmen Amerika Serikat untuk mengembalikan aset-aset ini untuk kepentingan rakyat Malaysia," jelasnya seperti dimuat Channel News Asia.

Sementara itu, Jaksa Agung Malaysia Tommy Thomas dalam sebuah pernyataan menjelaskan, sejauh ini, uang senilai 57 juta dolar AS telah dikembalikan ke Malaysia menyusul penyelesaian yang dicapai dengan perusahaan produksi film Hollywood Red Granite Pictures, yang terkait dengan anak tiri Najib, Riza Aziz.

Red Granite Pictures telah membayar ke pemerintah AS senilai 60 juta dolar AS pada September 2017 untuk menyelesaikan klaim perampasan sipil atas hak atas film yang dinominasikan Oscar 2013, yakni "The Wolf Of Wall Street", yang menurut DoJ dibiayai dengan dana 1MDB.

Pengurangan 3 juta dolar AS dari penyelesaian itu dilakukan untuk mengganti biaya yang dikeluarkan oleh otoritas Amerika Serikat dalam menyelidiki, merebut, menuntut dan mengamankan penyelesaian dana.

Thomas menambahkan, DoJ juga sedang dalam proses pengiriman lagi uang senilai 139 juta dolar AS, sambil menunggu penjualan properti Manhattan terkait dengan buronan pemodal Malaysia, Low Taek Jho atau Jho Low.

Low menghadapi tuntutan pidana di Malaysia dan Amerika Serikat atas dugaan peran sentralnya dalam kasus 1MDB. Dia secara konsisten membantah melakukan kesalahan dan keberadaannya saat ini tidak diketahui.

Uang terbaru yang dikembalikan oleh Amerika Serikat membuat jumlah total yang dipulihkan oleh Malaysia menjadi 322 juta dolar AS. Jumlah ini termasuk 126 juta dolar AS dari penjualan kapal pesiar mewah yang diduga dibeli oleh Low dengan dana 1MDB.

Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

Drone Emprit Temukan Manipulasi Konteks dalam Penyebaran Video Ceramah JK

Sabtu, 25 April 2026 | 02:37

Patroli AS di Selat Malaka Langgar Kedaulatan RI

Sabtu, 25 April 2026 | 05:15

Jusuf Hamka Sujud Syukur Menang Gugatan Lawan Hary Tanoe

Kamis, 23 April 2026 | 12:34

Purbaya Kecewa Banyak Pegawai Kemenkeu Tak Jalankan Tugas: Digeser Baru Nangis

Kamis, 23 April 2026 | 01:30

Saksi yang Diseret Khalid Basalamah Soal Uang Rp8,4 Miliar Mangkir dari Panggilan KPK

Minggu, 26 April 2026 | 11:05

UPDATE

Industri Sawit Terintegrasi Disiapkan PTPN di Sei Mangkei

Kamis, 30 April 2026 | 22:15

Gubernur NTB Tolak Cabut Laporan Aktivis Kemanusiaan

Kamis, 30 April 2026 | 21:41

APBN Tekor Rp240,1 T, Kemenkeu Tiadakan Konferensi Pers

Kamis, 30 April 2026 | 21:37

DPR Soroti Peran Strategis Proyek Danantara bagi Industri dan Lapangan Kerja

Kamis, 30 April 2026 | 20:41

Sejarah Hari Pendidikan Nasional 2 Mei, Asal Usul dan Peran Ki Hadjar Dewantara

Kamis, 30 April 2026 | 20:21

Mitigasi Dampak Perubahan Iklim, PLN-UNOPS Dorong Utilisasi EBT Nasional

Kamis, 30 April 2026 | 20:16

Apa Itu Sinkhole yang Muncul Kebun Warga Gunungkidul Yogyakarta?

Kamis, 30 April 2026 | 19:46

Sejarah Outsourcing dari Zaman Kolonial hingga Jadi Tuntutan di Hari Buruh 2026

Kamis, 30 April 2026 | 19:32

Kebijakan Energi RI Terjebak Pola Pikir Jangka Pendek Menahun

Kamis, 30 April 2026 | 19:27

Komisaris PT Loco Montrado Dicecar KPK soal Pengembalian Kerugian Negara Rp100 Miliar

Kamis, 30 April 2026 | 19:25

Selengkapnya