Berita

Pertemuan AHY dengan Presiden Jokowi/Net

Jaya Suprana

Di Atas Politik Ada Kemanusiaan

SELASA, 07 MEI 2019 | 08:24 WIB | OLEH: JAYA SUPRANA

PERTEMUAN antara Presiden Joko Widodo dan Komandan Satuan Tugas Bersama Demokrat, Agus Harimurti Yudhoyono di Istana Merdeka menjadi topik bahasan antara para pengamat politik mau pun para pendukung kedua capres yang sedang menunggu hasil penghitungan suara KPU terhadap pemilihan umum serentak 2019 yang secara sangat memprihatinkan telah menyebabkan lebih dari 400 petugas pemilu meninggal dunia.

Analisa

Sangat menakjubkan, kreatifitas para ahli ilmu politik dalam upaya menafsirkan dan menganalisa pertemuan Presiden Jokowi dengan KSTBD AHY. Ada yang menilai pertemuan tersebut potensial menyejukkan suasana panas pasca Pilpres 17 April 2019 namun ada pula yang menguatirkan suasana keruh malah akan makin keruh. Ada yang melihat ikhtiar Jokowi mencari dukungan elite politik dari "kubu seberang" untuk termin keduanya jika diumumkan KPU sebagai pemenang Pilpres 2019, sementara ada malah lebih jauh memandang ke masa depan di mana AHY berpotensi mendapat panggung nasional untuk mengerek popularitasnya jelang Pilpres 2024. Ada yang meyakini bahwa   pertemuan Jokowi dengan AHY merupakan bentuk realisasi arahan Jokowi yang meminta timnya merangkul semua partai politik. Namun di sisi lain ada yang menilai pertemuan Jokowi-AHY sebagai suatu bentuk pengkhianatan terhadap kesepakatan-kesepakatan politis yang telah disepakati oleh kedua kubu pendukung.


Awam Politik

Sebagai insan rakyat jelata yang sangat awam ilmu politik, sudah barang tentu saya tidak berani melibatkan diri ke dalam kemelut polemik para cendekiawan ilmu politik dan para pelaku yang sudah makan asam garam politik. Namun sebagai seorang rakyat yang beruntung mengenal kepribadian Ir. Joko Widodo dan Agus Harimurti Yudhoyono serta ayah AHY, Prof. Dr. Susilo Bambang Yudhoyono, saya tidak menerawang latar pertemuan Jokowi-AHY di Istana Merdeka dengan lensa politik namun kemanusiaan.

Kemanusiaan

Menurut pendapat saya, AHY berkunjung ke Istana Negara menemui Jokowi sebagai ungkapan rasa terima kasih serta penghormatan AHY mewakili keluarga besar Presiden VI RI, Susilo Bambang Yudhoyono terhadap perkenan Presiden VII, Joko Widodo meluangkan waktu berkunjung ke Singapura menjenguk Ibu Ani Yudhoyono yang sedang dalam perawatan kesehatan di National University Hospital Singapura. Pada hakikatnya, pertemuan Jokowi-AHY menyadarkan kita semua bahwa politik bukan segala-galanya. Di atas politik masih ada kemanusiaan!

Pertemuan Jokowi-AHY di Istana Merdeka merupakan pertemuan Presiden VII Republik Indonesia, Joko Widodo dengan AHY sebagai wakil keluarga besar Presiden VI Republik Indonesia, Susilo Bambang Yudhoyono dalam suasana silaturahmi saling menghormati dan saling menghargai antara sesama warga negara Indonesia yang Insya Allah dapat menjadi suri keteladanan pembelajaran makna adiluhur Kemanusiaan Yang Adil dan Beradab bagi seluruh warga negara dan bangsa Indonesia. Merdeka!

Penulis adalah pendiri Sanggar Pembelajaran Kemanusiaan

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Kehadiran Anies di Cikeas Jadi Masalah Serius

Jumat, 27 Maret 2026 | 02:08

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

SBY Menolak Silaturahmi Lebaran Anies?

Jumat, 27 Maret 2026 | 03:43

UPDATE

Konsep Pasar Modern Tak Harus Identik Bangunan Mewah

Selasa, 07 April 2026 | 04:15

Jangan cuma Israel, Preman Kampung di Purwakarta Juga Wajib Dikutuk

Selasa, 07 April 2026 | 04:04

Tukang Ojek Ditembak Penumpang, Motor Dibawa Kabur

Selasa, 07 April 2026 | 03:38

Subsidi BBM Bocor Rp7 Triliun Gegara Kemacetan Jakarta

Selasa, 07 April 2026 | 03:15

KA Bangunkarta Anjlok di Bumiayu, Penumpang Dievakuasi 10 Bus

Selasa, 07 April 2026 | 03:00

Fahira Sodorkan Lima Strategi Pasar Tradisional Jadi Fondasi Jakarta Kota Global

Selasa, 07 April 2026 | 02:25

Waspada Politik Gunting dalam Lipatan di Lingkaran Istana

Selasa, 07 April 2026 | 02:11

Muslim Iran, Berjuanglah untuk Islam

Selasa, 07 April 2026 | 02:07

Viral Mobil Dinas di Kawasan Puncak, Pemprov DKI Minta Maaf

Selasa, 07 April 2026 | 01:36

Seruan Pemakzulan Prabowo Muncul dari Ketakutan Operasi Besar Berantas Korupsi

Selasa, 07 April 2026 | 01:12

Selengkapnya