Berita

Laut China Selatan/Net

Dunia

Dua Kapal Perang AS Berlayar Di Laut China Selatan, Beijing Geram

SELASA, 07 MEI 2019 | 00:13 WIB | LAPORAN: AMELIA FITRIANI

Dua kapal perang Amerika Serikat berlayar di dekat pulau-pulau yang diklaim oleh China di Laut China Selatan pada hari Senin (6/5).

Komandan militer Amerika Serikat Clay Doss, yang juga adalah jurubicara Armada Ketujuh, mengatakan bahwa pelayaran ke "jalur tidak bersalah" itu bertujuan untuk menantang klaim maritim yang berlebihan dan menjaga akses ke perairan yang diatur oleh hukum internasional.

Dikabarkan Reuters, dua kapal yang berlayar itu adalah kapal perusak berpemandu peluru kendali A. Preble dan Chung Hoon yang berada dalam jarak 12 mil laut dari Gaven dan Johnson Reefs di Kepulauan Spratly.


Menanggapi hal itu, jurubicara Kementerian Luar Negeri China, Geng Shuang mengatakan bahwa kapal-kapal Amerika Serikat memasuki perairan dekat pulau-pulau itu tanpa izin pemerintah China. Angkatan Laut China memperingatkan mereka untuk pergi.

"Langkah-langkah yang relevan oleh kapal-kapal Amerika Serikat. Amerika Serikat melanggar kedaulatan China dan merusak kedamaian, keamanan, dan ketertiban laut yang relevan," jelasnya.

"China sangat tidak puas dengan hal ini dan dengan tegas menentangnya," tambahnya. "China mendesak Amerika Serikat untuk menghentikan tindakan provokatif seperti itu," tegas Geng, menambahkan bahwa China akan terus mengambil langkah-langkah yang diperlukan untuk mempertahankan kedaulatan dan keamanannya.

Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

Drone Emprit Temukan Manipulasi Konteks dalam Penyebaran Video Ceramah JK

Sabtu, 25 April 2026 | 02:37

Patroli AS di Selat Malaka Langgar Kedaulatan RI

Sabtu, 25 April 2026 | 05:15

Jusuf Hamka Sujud Syukur Menang Gugatan Lawan Hary Tanoe

Kamis, 23 April 2026 | 12:34

Saksi yang Diseret Khalid Basalamah Soal Uang Rp8,4 Miliar Mangkir dari Panggilan KPK

Minggu, 26 April 2026 | 11:05

Purbaya Kecewa Banyak Pegawai Kemenkeu Tak Jalankan Tugas: Digeser Baru Nangis

Kamis, 23 April 2026 | 01:30

UPDATE

Industri Sawit Terintegrasi Disiapkan PTPN di Sei Mangkei

Kamis, 30 April 2026 | 22:15

Gubernur NTB Tolak Cabut Laporan Aktivis Kemanusiaan

Kamis, 30 April 2026 | 21:41

APBN Tekor Rp240,1 T, Kemenkeu Tiadakan Konferensi Pers

Kamis, 30 April 2026 | 21:37

DPR Soroti Peran Strategis Proyek Danantara bagi Industri dan Lapangan Kerja

Kamis, 30 April 2026 | 20:41

Sejarah Hari Pendidikan Nasional 2 Mei, Asal Usul dan Peran Ki Hadjar Dewantara

Kamis, 30 April 2026 | 20:21

Mitigasi Dampak Perubahan Iklim, PLN-UNOPS Dorong Utilisasi EBT Nasional

Kamis, 30 April 2026 | 20:16

Apa Itu Sinkhole yang Muncul Kebun Warga Gunungkidul Yogyakarta?

Kamis, 30 April 2026 | 19:46

Sejarah Outsourcing dari Zaman Kolonial hingga Jadi Tuntutan di Hari Buruh 2026

Kamis, 30 April 2026 | 19:32

Kebijakan Energi RI Terjebak Pola Pikir Jangka Pendek Menahun

Kamis, 30 April 2026 | 19:27

Komisaris PT Loco Montrado Dicecar KPK soal Pengembalian Kerugian Negara Rp100 Miliar

Kamis, 30 April 2026 | 19:25

Selengkapnya