Berita

Vaksin/Net

Dunia

RUU Terbaru Akan Wajibkan Anak-anak Divaksin Campak Atau Didenda

SENIN, 06 MEI 2019 | 07:31 WIB | LAPORAN: AMELIA FITRIANI

Menteri Kesehatan Jerman Jens Spahn menyusun rancangan undang-undang baru untuk mewajibkan orang tua membawa anak-anak mereka untuk mendapatkan vaksin campak, jika tidak akan menghadapi denda dan dikeluarkan dari tempat penitipan anak.

Inisiatif Spahn datang di tengah debat yang sangat berbelit-belit di Jerman tentang apakah vaksin campak harus diwajibkan.

Inisiatif itu juga muncul ketika jumlah kasus penyakit campak mencapai tingkat tertinggi sejak tahun 2000.


"Saya ingin memberantas campak," kata Spahn kepada surat kabar Bild am Sonntag dan dimuat ulang Reuters.

"Siapa pun yang pergi ke taman kanak-kanak atau sekolah harus divaksinasi campak," kata Spahn.

Dia menetapkan, rencananya akan mengharuskan orang tua untuk menunjukkan bukti vaksinasi.

"Siapa pun yang tidak mendapatkan anak mereka divaksinasi, menghadapi denda 2.500 euro," tambahnya.

Spahn percaya bahwa dia memiliki dukungan luas untuk rancangan undang-undangnya dalam koalisi yang berkuasa konservatif Kanselir Angela Merkel, tempat dia bernaung, serta Sosial Demokrat (SPD) yang condong ke kiri.

Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Patroli AS di Selat Malaka Langgar Kedaulatan RI

Sabtu, 25 April 2026 | 05:15

Drone Emprit Temukan Manipulasi Konteks dalam Penyebaran Video Ceramah JK

Sabtu, 25 April 2026 | 02:37

Jusuf Hamka Sujud Syukur Menang Gugatan Lawan Hary Tanoe

Kamis, 23 April 2026 | 12:34

Saksi yang Diseret Khalid Basalamah Soal Uang Rp8,4 Miliar Mangkir dari Panggilan KPK

Minggu, 26 April 2026 | 11:05

Purbaya Kecewa Banyak Pegawai Kemenkeu Tak Jalankan Tugas: Digeser Baru Nangis

Kamis, 23 April 2026 | 01:30

Dua Dirjen Kementerian PKP Mundur Diduga Stres di Bawah Kepemimpinan Ara

Senin, 27 April 2026 | 03:59

UPDATE

Bos Exxon Prediksi Harga Minyak Bakal Lebih Meledak

Sabtu, 02 Mei 2026 | 14:21

SSMS Bagikan Dividen Rp800 Miliar dari Laba 2025

Sabtu, 02 Mei 2026 | 13:51

Postidar Kecam Video Diduga Pernyataan Amien Rais soal Sekkab Teddy

Sabtu, 02 Mei 2026 | 13:18

Bank Dunia Proyeksikan Harga Emas dan Perak Turun pada 2027

Sabtu, 02 Mei 2026 | 13:00

Hardiknas 2026, Komisi X DPR Ingin Pendidikan Berkualitas Merata ke Pelosok

Sabtu, 02 Mei 2026 | 12:37

Polda Metro Pulangkan 101 Orang yang Diamankan Saat May Day

Sabtu, 02 Mei 2026 | 12:30

China Minta PBB Tinjau Ulang Rencana Penarikan Pasukan UNIFIL dari Lebanon

Sabtu, 02 Mei 2026 | 12:21

Ratusan Demonstran Ditangkap dalam Aksi Hari Buruh di Turki

Sabtu, 02 Mei 2026 | 11:17

Komisi III DPR: Pemberantasan Narkoba Tak Boleh Kendor!

Sabtu, 02 Mei 2026 | 10:59

Yen Bergolak: Intervensi Jepang Paksa Dolar AS Rasakan Kerugian Mingguan Terburuk

Sabtu, 02 Mei 2026 | 10:41

Selengkapnya