Berita

Sultan Bolkiah/Net

Global

Sultan Bolkiah Pastikan Brunei Tidak Terapkan Hukuman Mati Pada Gay

MINGGU, 05 MEI 2019 | 23:58 WIB | LAPORAN: AMELIA FITRIANI

Sultan Hassanal Bolkiah dari Brunei memperpanjang moratorium hukuman mati untuk undang-undang yang melarang hubungan seksual sesama jenis atau gay (Minggu, 5/5).

Langkah itu diambil sebagai upaya untuk meredam reaksi global yang dipimpin oleh selebriti seperti George Clooney dan Elton John.

Brunei diketahui memicu kemarahan global awal April lalu ketika meluncurkan interpretasinya tentang hukum Islam, atau syariah dengan menghukum pelaku sodomi, perzinahan dan pemerkosaan dengan kematian, termasuk dengan rajam atau melempari batu.


Brunei telah secara konsisten mempertahankan haknya untuk mengimplementasikan undang-undang, yang unsur-unsurnya pertama kali diadopsi pada tahun 2014 dan telah diluncurkan secara bertahap sejak saat itu.

Namun, sebagai tanggapan terhadap kritik yang ditujukan pada negara kaya minyak itu, Sultan Bolkiah mengatakan hukuman mati tidak akan dikenakan dalam penerapan Tata Tertib Hukum Syariah (SPCO).

"Saya sadar bahwa ada banyak pertanyaan dan kesalahan persepsi sehubungan dengan implementasi SPCO. Namun, kami percaya bahwa setelah ini diselesaikan, kebaikan hukum akan terlihat jelas," kata sultan dalam pidatonya di awal bulan suci Ramadhan.

"Sebagai bukti selama lebih dari dua dekade, kami telah mempraktekkan moratorium de facto atas eksekusi hukuman mati untuk kasus-kasus berdasarkan common law. Ini juga akan diterapkan pada kasus-kasus di bawah SPCO yang memberikan ruang lingkup yang lebih luas untuk remisi," sambungnya seperti dimuat Channel News Asia.

Diketahui bahwa beberapa kejahatan sudah memerintahkan hukuman mati di Brunei, termasuk pembunuhan berencana dan perdagangan narkoba, tetapi tidak ada eksekusi yang dilakukan sejak tahun 1990an.

Populer

Panglima TNI Bantah Seskab Teddy Diperiksa Polisi Militer

Sabtu, 07 November 2026 | 09:32

Kapolri Suyudi Berpeluang dapat Serangan Balik

Jumat, 06 November 2026 | 04:27

Upaya Makar Geng Solo

Sabtu, 07 November 2026 | 05:07

PKS Anggap Permintaan Maaf Raffi Ahmad Belum Cukup

Minggu, 01 November 2026 | 22:28

Bonatua akan Diperiksa Bareskrim terkait Dugaan Pemalsuan Dokumen Suket Gibran

Rabu, 04 November 2026 | 23:19

Syarat Penerima BSU 2026 Resmi dari Kemnaker, Cek Kriterianya

Jumat, 30 Oktober 2026 | 16:29

Jokowi Jangan Mimpi PSI Jadi Partai Besar

Selasa, 03 November 2026 | 02:41

UPDATE

Helikopter Pemadam Karhutla BNPB Jatuh di Sungai Barito

Minggu, 08 November 2026 | 14:30

Putin Pastikan Rusia-AS-Ukraina Kembali Berunding Pekan Depan di Abu Dhabi

Minggu, 08 November 2026 | 14:26

Plt Bupati Klaten Dicecar KPK soal Penerimaan Uang Hamenang dan Era Sebelumnya

Minggu, 08 November 2026 | 14:19

Al Aqsha Travel Gelar Akademi Marketing Haji untuk Perkuat Kompetensi Mitra

Minggu, 08 November 2026 | 14:02

Bahlil Ancam Tempuh Jalur Hukum Gegara Namanya Dikaitkan dengan Isu Penyadapan Prabowo

Minggu, 08 November 2026 | 13:47

Gempa 5,7 Magnitudo Guncang Jepang, 20 Orang Terluka

Minggu, 08 November 2026 | 13:42

Penyadapan Presiden Prabowo Biang Kerok Ekonomi Tidak Stabil

Minggu, 08 November 2026 | 13:28

Green Wakaf, Memperluas Manfaat Wakaf untuk Menjaga Kelestarian Alam

Minggu, 08 November 2026 | 13:08

Pengamat: Peran Seskab Teddy Strategis dalam Komunikasi Politik Pemerintah

Minggu, 08 November 2026 | 13:02

AS Siapkan Rp362 Miliar untuk Pembocor Informasi Nuklir Iran

Minggu, 08 November 2026 | 12:40

Selengkapnya