Berita

Raja Rama X dari Thailand/Net

Global

Upacara Penobatan Raja Rama X Dimulai, Begini Prosesinya

SABTU, 04 MEI 2019 | 22:45 WIB | LAPORAN: AMELIA FITRIANI

Raja Thailand Maha Vajiralongkorn resmi dimahkotai dengan topi baja bertingkat emas pada upacara penobatan selama tiga hari dengan serangkaian upacara dan tradisi (Sabtu, 4/5).

Dia resmi dimahkotai selang dua tahun setelah dia naik tahta pasca kematian sang ayah, Bhumibol Adulyadej.

Ritual penobatan dimulai pada pukul 10:09 waktu setempat, ketika Raja Vajiralongkorn mengenakan jubah putih untuk menjalani upacara pemurnian dan pengurapan menggunakan air suci yang telah dikumpulkan dari lebih dari 100 lokasi di seluruh negeri.


Dia kemudian menerima lima Kerajaan Regalia atau simbol kerajaan yang mencakup Mahkota Kemenangan.

Sebagian besar ritual utama Brahmana dan Budha berlangsung pada hari ini, dan penobatan berlanjut hingga hari Senin (6/5).

Sementara Raja Vajiralongkorn telah naik takhta sejak 2016, dalam tradisi Thailand ia tidak dapat dianggap sebagai wakil ilahi di Bumi atau pelindung utama agama Buddha sampai dia ditahbiskan. Di saat itu terjadi transformasi raja dari manusia menjadi sosok ilahi.

Raja berusia 66 tahun itu kemudian mengenakan jubah emas berhiaskan berlian serta diberi mahkota Kemenangan seberat 7.3kg, yang diletakkan di kepalanya sebelum. Setelah resmi mengenakan mahkota, dia dapat mengeluarkan perintah kerajaan pertamanya.

"Saya akan memerintah dalam kebenaran untuk kepentingan kerajaan dan rakyat selamanya," ujarnya seperti dimuat Channel News Asia.

Perintah kerajaan pertama raja secara tradisional diucapkan setelah seorang raja dimahkotai. Perintah itu berfungsi untuk menangkap esensi pemerintahannya.

Dengan demikian Raja Vajiralongkorn atau disebut Raja Rama X adalah raja kesepuluh dari dinasti Chakri, yang telah memerintah sejak 1782.

Populer

Panglima TNI Bantah Seskab Teddy Diperiksa Polisi Militer

Sabtu, 07 November 2026 | 09:32

Kapolri Suyudi Berpeluang dapat Serangan Balik

Jumat, 06 November 2026 | 04:27

Upaya Makar Geng Solo

Sabtu, 07 November 2026 | 05:07

PKS Anggap Permintaan Maaf Raffi Ahmad Belum Cukup

Minggu, 01 November 2026 | 22:28

Bonatua akan Diperiksa Bareskrim terkait Dugaan Pemalsuan Dokumen Suket Gibran

Rabu, 04 November 2026 | 23:19

Syarat Penerima BSU 2026 Resmi dari Kemnaker, Cek Kriterianya

Jumat, 30 Oktober 2026 | 16:29

Jokowi Jangan Mimpi PSI Jadi Partai Besar

Selasa, 03 November 2026 | 02:41

UPDATE

Helikopter Pemadam Karhutla BNPB Jatuh di Sungai Barito

Minggu, 08 November 2026 | 14:30

Putin Pastikan Rusia-AS-Ukraina Kembali Berunding Pekan Depan di Abu Dhabi

Minggu, 08 November 2026 | 14:26

Plt Bupati Klaten Dicecar KPK soal Penerimaan Uang Hamenang dan Era Sebelumnya

Minggu, 08 November 2026 | 14:19

Al Aqsha Travel Gelar Akademi Marketing Haji untuk Perkuat Kompetensi Mitra

Minggu, 08 November 2026 | 14:02

Bahlil Ancam Tempuh Jalur Hukum Gegara Namanya Dikaitkan dengan Isu Penyadapan Prabowo

Minggu, 08 November 2026 | 13:47

Gempa 5,7 Magnitudo Guncang Jepang, 20 Orang Terluka

Minggu, 08 November 2026 | 13:42

Penyadapan Presiden Prabowo Biang Kerok Ekonomi Tidak Stabil

Minggu, 08 November 2026 | 13:28

Green Wakaf, Memperluas Manfaat Wakaf untuk Menjaga Kelestarian Alam

Minggu, 08 November 2026 | 13:08

Pengamat: Peran Seskab Teddy Strategis dalam Komunikasi Politik Pemerintah

Minggu, 08 November 2026 | 13:02

AS Siapkan Rp362 Miliar untuk Pembocor Informasi Nuklir Iran

Minggu, 08 November 2026 | 12:40

Selengkapnya