Berita

Diskusi di Wisma Daria/Net

Politik

INF Berakhir, Indonesia Harus Mainkan Lagi Peran Bebas Aktif

SABTU, 04 MEI 2019 | 16:15 WIB | LAPORAN: WIDIAN VEBRIYANTO

Perjanjian Senjata Nuklir Jarak Menengah atau Intermediate Range Nuclear Forces (INF) yang berakhir pada awal Februari lalu tidak boleh dipandang sebelah mata. Sebab, hal tersebut dapat meningkatkan perlombaan senjata nuklir di kawasan Asia Timur dan Asia Tenggara.

Begitu kata Deputi I Kajian Strategis, Lembaga Ketahanan Nasional (Lemhanas) Laksamana Muda Robert Mangindaan dalam diskusi bertajuk “Mengantisipasi Meningkatnya Perlombaan Senjata Konvensional dan Proliferasi Senjata Nuklir di Asia Tenggara”, di Wisma Daria, Jakarta beberapa waku lalu.

Robert menjelaskan bahwa berakhirnya Perjanjian INF 2019 akan memicu perlombaan senjata nuklir, khususnya rudal di Asia Timur menyusul semakin memanasnya pergolakan di Semenanjung Korea.


Atas alasan itu, dia menilai pemerintah Indonesia perlu mengingatkan bahwa politik luar negeri AS lewat Indo Pacific merupakan manuver membangun aliansi keamanan. Khususnya upaya membendung kekuatan Tiongkok dengan Belt and Road Initiatives (BRI).

“AS dalam upaya membangun kekuatan senjata nuklirnya pada tingkatan maksimum, telah mengeluarkan anggaran pertahanan sebesar 5,2 triliun dolar AS. Untuk memodernisasi tiga perangkat, peluncur, pengendali dan hulu ledak,” kata Robert mengingatkan, dalam keterangan tertulis yang diterima, Sabtu (4/5).

Dia menilai AS tengah bersiap meningkatkan postur militer secara lebih agresif, serta bermaksud untuk mengondisikan kembali perlombaan senjata nuklir seperti di era Perang Dingin.

“Sehingga tidak menghargai sama sekali negara-negara lain baik di kawasan Asia Pasifik maupun di kawasan Eropa yang notabene sebagian besar merupakan negara-negara sekutu AS,” sambungnya.

Robert ingin Indonesia kembali memainkan peran aktif dalam perdamaian dunia. Hal tersebut bisa dilakukan dengan memprakarsai kembali perundingan-perundingan berskala multilateral dalam kerangka perlucutan senjata (disarmament) dan pemeliharaan perdamaian (peace keeping).

Senada dengan itu, Direktur Analisa Strategis, Direktorat Jenderal Strategi Pertahanan, Kementerian Pertahanan, Marsekal Pertama Adityawarwan menyebut bahwa Indonesia harus mendorong negara-negara non-nuklir untuk menegakkan Non Proliferation Treaty (NPT). Termasuk menekan negara-negara nuklir menghormati NPT dan kembali ke meja perundingan.

“Pendekatan kepada negara-negara yang tergabung dalam NATO yang tidak setuju dengan kebijakan Presiden Donald Trump. Serta Membangun kerangka kerjasama dengan negara-negara non-nuklir untuk mengingatkan negara-negara nuklir terhadap kemungkinan dampak buruk bagi pengembangan nuklir yang tidak bertanggungjawab di masa depan,” pungkasnya.

Populer

Jangan Biarkan Dua Juri Final LCC Lolos dari Sanksi UU ASN

Kamis, 14 Mei 2026 | 12:43

Keputusan Bisnis Dipidanakan, Nicko Widjaja Tulis Surat dari Rumah Tahanan

Jumat, 22 Mei 2026 | 17:34

Tetangga Sudah Mendahului, Indonesia Masih Berpidato

Jumat, 15 Mei 2026 | 05:30

Jokowi Boleh Keliling Indonesia Asal Tunjukkan Ijazah Asli

Rabu, 20 Mei 2026 | 01:33

Tuntutan Seret Jokowi ke Pengadilan terkait Kasus Nadiem Mengemuka

Jumat, 15 Mei 2026 | 00:02

Bebaskan Nadiem, Lalu Adili Jokowi

Senin, 18 Mei 2026 | 02:46

Pujian Anies ke JK Benamkan Ade Armando Cs

Senin, 18 Mei 2026 | 04:20

UPDATE

Rieke Diah Pitaloka Soroti Pentingnya Integrasi Data Haji Nasional

Sabtu, 23 Mei 2026 | 10:18

Pekan Depan, Presiden dan Wapres Serahkan Hewan Kurban ke Masjid Istiqlal

Sabtu, 23 Mei 2026 | 10:01

Harga Minyak Dunia Naik Tipis di Akhir Pekan

Sabtu, 23 Mei 2026 | 09:47

Haji 2026, Ketua Komisi VIII DPR Minta Pemerintah Waspadai Tantangan Fase Armuzna

Sabtu, 23 Mei 2026 | 09:35

DPR dan Grenpace Bahas Penguatan Swasembada Pangan Lewat Hilirisasi Perkebunan

Sabtu, 23 Mei 2026 | 09:19

Pemerintah Disarankan Dahulukan Kelompok Rentan untuk MBG

Sabtu, 23 Mei 2026 | 09:09

Komisi V DPR Tinjau Gangguan GPS Penerbangan, Minta Sistem Mitigasi Diperkuat

Sabtu, 23 Mei 2026 | 09:01

Indeks DXY Kokoh di 99,24, Dolar AS Dekati Level Tertinggi 6 Pekan

Sabtu, 23 Mei 2026 | 08:54

Harga Tiket FIFA Matchday Timnas Indonesia Juni 2026, Ini Cara Belinya

Sabtu, 23 Mei 2026 | 08:48

Megawati dan Sri Sultan HB X Berbincang Santai di Keraton hingga Larut Malam

Sabtu, 23 Mei 2026 | 08:30

Selengkapnya