Berita

Komandan Garda Depan, Lieus Sungkharisma/Net

Politik

Lieus Tantang Relawan Jokowi Tunjukkan Duit Sayembara Rp 100 Miliar Di Depan Notaris

KAMIS, 02 MEI 2019 | 12:22 WIB | LAPORAN: DIKI TRIANTO

Tantangan relawan Jokowi yang menggelar sayembara berhadiah Rp 100 miliar jika dapat membuktikan kecurangan Pilpres 2019 yang merugikan Paslon 02 dijawab oleh Gabungan Relawan Pembela Demokrasi Pancasila (Garda Depan).

“Kami terima tantangan itu, kami siap membuktikannya,” ujar Komandan Garda Depan, Lieus Sungkharisma, Kamis (2/5).

Menurut Lieus, hal itu bukan perkara besaran uang yang mereka janjikan, melainkan demi pemilu yang jujur dan adil.


“Kita terima tantangan mereka dan kami siap buka-bukaan. Terserah mereka mau mengambil tempat pembuktiannya di mana, di markas mereka juga boleh. Tapi harus disaksikan notaris dan ahli hukum,” sambungnya.

Kendati demikian, ia meminta relawan Jokowi yang menjanjikan hadiah Rp 100 miliar untuk menunjukkan uang tersebut kepada publik dan menyerahkannya kepada notaris.

Lieus menambahkan, laporan dari beberapa pihak termasuk Tim IT BPN Prabowo-Sandi dan data para relawan yang selama ini menyebut adanya kecurangan Pemilu bukanlah hoax.

“Kami punya data-data valid terkait dugaan kecurangan tersebut. Karena itu kami siap menerima tantangan mereka. Kita siap membeberkan data-data kecurangan yang kita miliki di depan mereka,” katanya.

“Kami terima tantangan ini hanya untuk membuktikan bahwa kecurangan itu fakta dan benar terjadi. Bahkan akibat kecurangan itu kerugian suara Paslon Capres 02 bisa-bisa lebih dari 5% sebagaimana yang mereka tuntut. Kalaupun kemudian ada hadiahnya, lumayanlah bisa dibagi-bagi untuk rakyat miskin yang membutuhkan bantuan,” tegasnya.

Namun begitu, Lieus menilai sayembara berhadiah Rp 100 miliar itu hanyalah trik untuk mengintimidasi dan menakut-nakuti rakyat.

"Mereka lupa, rakyat sekarang sudah semakin cerdas. Jadi, jangan dikira rakyat bodoh dan bisa diintimidasi lalu menjadi takut. Tidak,” tandasnya.  

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Kehadiran Anies di Cikeas Jadi Masalah Serius

Jumat, 27 Maret 2026 | 02:08

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

SBY Menolak Silaturahmi Lebaran Anies?

Jumat, 27 Maret 2026 | 03:43

UPDATE

Konsep Pasar Modern Tak Harus Identik Bangunan Mewah

Selasa, 07 April 2026 | 04:15

Jangan cuma Israel, Preman Kampung di Purwakarta Juga Wajib Dikutuk

Selasa, 07 April 2026 | 04:04

Tukang Ojek Ditembak Penumpang, Motor Dibawa Kabur

Selasa, 07 April 2026 | 03:38

Subsidi BBM Bocor Rp7 Triliun Gegara Kemacetan Jakarta

Selasa, 07 April 2026 | 03:15

KA Bangunkarta Anjlok di Bumiayu, Penumpang Dievakuasi 10 Bus

Selasa, 07 April 2026 | 03:00

Fahira Sodorkan Lima Strategi Pasar Tradisional Jadi Fondasi Jakarta Kota Global

Selasa, 07 April 2026 | 02:25

Waspada Politik Gunting dalam Lipatan di Lingkaran Istana

Selasa, 07 April 2026 | 02:11

Muslim Iran, Berjuanglah untuk Islam

Selasa, 07 April 2026 | 02:07

Viral Mobil Dinas di Kawasan Puncak, Pemprov DKI Minta Maaf

Selasa, 07 April 2026 | 01:36

Seruan Pemakzulan Prabowo Muncul dari Ketakutan Operasi Besar Berantas Korupsi

Selasa, 07 April 2026 | 01:12

Selengkapnya