Berita

Ilustrasi

Politik

Dunia Tidak Percaya

KAMIS, 02 MEI 2019 | 07:31 WIB | OLEH: ZENG WEI JIAN

PILPRES Amerika digelar pada hari Selasa tanggal 08 November 2016. Hari itu juga dunia internasional bereaksi. Pemenang pilpres langsung diketahui exit poll dan quick count.

Dari Presiden Xi Jinping sampai President Abdulla Yameen dari Maldives congratulated Mr. Donald Trump on his victory.

Presiden Mesir Abdel Fattah el-Sisi adalah kepala negara pertama yang mengucapkan selamat kepada Mr. Donald Trump.


Paling kocak ucapan Presiden Mauritius Ameenah Gurib. Dia ngetwit di Twitter: “Donald Trump’s victory isn’t the most terrifying news today. There's something even worse.”

Presiden Tanzania dan Uganda juga mengucapkan selamat via twitter.

Sudah dua minggu pasca Pilpres Indonesia. Tak ada satu pun kepala pemerintahan yang mengucapkan selamat atas kemenangan salah satu paslon.

Presiden Xi Jinping tidak bereaksi. Sekalipun sudah didatangi Wapres Jeka.

Tampaknya semua orang mengerti apa yang sedang terjadi. Negara-negara terjauh seperti Burkina Faso, Burundi, Canary Island, dan sebagainya seolah paham. Bahkan orang-orang Timbuktu di Mali mengambil sikap “wait-n-see”.

Padahal enam pabrik polling yang katanya “kredibel” sudah memenangkan Jokowi-Maruf dengan selisih angka fantastik 10%.

Kredibel bagi Chebonk ngga berarti kredibel bagi dunia internasional. Beda dengan pabrik-pabrik polling Amerika yang langsung bisa mengetahui kemenangan Mr. Donald Trump.

Dunia punya “problem of trust” terhadap Pemilu Indonesia, pabrik-pabrik polling dan domestic political philosophers.

Dalam Buku “The Idea of Civil Society”, Adam Seligman menganalisa “trust as a fundamental issue of our present social relationships”.

Dan “Trust”, bagi para social critics macam Robert Putnam dan Francis Fukuyama, merupakan faktor esensial dalam menciptakan “a cohesive society”.

Tampaknya dunia sedang menanti rakyat Indonesia menentukan presidennya dengan cara lain.

Populer

Negara Jangan Kalah dari Mafia, Copot Dirjen Bea Cukai

Selasa, 10 Februari 2026 | 20:36

Keppres Pengangkatan Adies Kadir Digugat ke PTUN

Rabu, 11 Februari 2026 | 19:58

Kekayaan Fadjar Donny Tjahjadi yang Kabarnya Jadi Tersangka Korupsi CPO-POME Cuma Rp 6 Miliar, Naik Sedikit dalam 5 Tahun

Selasa, 10 Februari 2026 | 18:12

Kasihan Jokowi Tergopoh-gopoh Datangi Polresta Solo

Kamis, 12 Februari 2026 | 00:45

Rakyat Menjerit, Pajak Kendaraan di Jateng Naik hingga 60 Persen

Kamis, 12 Februari 2026 | 05:21

Enak Jadi Mulyono Bisa Nyambi Komisaris di 12 Perusahaan

Kamis, 12 Februari 2026 | 02:33

Relawan Gigit Jari Gegara Jokowi Batal Wantimpres

Senin, 09 Februari 2026 | 02:01

UPDATE

Vatikan Tolak Gabung Board of Peace, Ingin Konflik Palestina Diselesaikan PBB

Rabu, 18 Februari 2026 | 16:18

Korban Bencana Sumatera Dapat Bantuan Perabot dan Ekonomi hingga Rp8 Juta

Rabu, 18 Februari 2026 | 15:56

KPK Panggil Petinggi PT Niogayo Bisnis Konsultan terkait Suap Pajak

Rabu, 18 Februari 2026 | 15:36

Pemeriksaan Mantan Menhub Budi Karya di KPK Dijadwal Ulang

Rabu, 18 Februari 2026 | 15:24

Pajak: Gelombang Protes dan Adaptasi Kebijakan Pusat

Rabu, 18 Februari 2026 | 15:20

Tujuh Jukir Liar di Pasar Tanah Abang Diamankan

Rabu, 18 Februari 2026 | 15:17

Tiga Bos Swasta di Kasus Korupsi Proyek Kantor Pemkab Lamongan Dipanggil KPK

Rabu, 18 Februari 2026 | 15:15

Sambut Ramadan, Prabowo Sedekah 1.455 Sapi untuk Tradisi Meugang Aceh

Rabu, 18 Februari 2026 | 15:07

Sembako Diaspora Malaysia untuk Warga Aceh Tertahan di Bea Cukai

Rabu, 18 Februari 2026 | 15:02

85 Negara Anggota PBB Kecam Upaya Israel Ubah Status Tanah Tepi Barat

Rabu, 18 Februari 2026 | 14:54

Selengkapnya