Berita

Aksi penganiayaan oknum polisi terhadap wartawan/Repro

Nusantara

Arogan, Oknum Polisi Aniaya Wartawan Saat Peringatan Hari Buruh Di Bandung

RABU, 01 MEI 2019 | 17:13 WIB | LAPORAN: DIKI TRIANTO

Aksi intimidasi dan penganiayaan terhadap insan pers kembali terjadi. Kali ini, para pewarta di Bandung, Jawa Barat menjadi korban intimidasi saat melakukan peliputan hari buruh internasional yang digelar di Gedung Sate, Bandung, Rabu (1/5).

Mirisnya, aksi tak terpuji yang dialami seorang fotografer Tempo, Prima Mulia dan jurnalis freelance Iqbal Kusumadireza (Reza) justru dilakukan oleh aparat kepolisian yang seharusnya bertugas mengamankan jalannya aksi.

Dilansir dari RMOLJabar, kejadian bermula saat Reza dan Prima berkeliling di sekitar Gedung Sate sekitar pukul 11.30 untuk memantau kondisi pergerakan massa buruh. Saat tiba di Jalan Singaperbangsa, sekitar Dipatiukur, Prima dan Reza melihat ada keributan antara polisi dengan massa yang didominasi berbaju hitam-hitam.


Reza dan Prima mengaku melihat massa berbaju hitam tersebut dipukuli oleh polisi. Melihat kejadian tersebut, keduanya langsung membidikan kamera ke arah kejadian tersebut. Saat pindah lokasi untuk mengabadikan gambar yang lain, Reza tiba-tiba dipiting oleh seorang anggota polisi.

Menurut Reza, polisi tersebut dari satuan Tim Prabu Polrestabes Bandung dan menggunakan sepeda motor KLX berplat nomor D 5001 TBS. Korban sempat dipiting dan dibentak soal asal-usul keduanya.

"Dari mana kamu?" tutur oknum polisi.

Reza kemudian menunjukkan ID persnya kepada oknum polisi itu. Namun yang terjadi justru polisi tersebut mengambil kamera yang dipegang Reza sambil menginjak lutut dan tulang kering kaki kanannya berkali-kali.

"Sebelum kamera diambil juga udah ditendang-tendang. Saya memepertahankan kamera saya. Sambil bilang saya jurnalis," kata Reza.

Akibat insiden itu, kaki kanan Reza mengalami luka dan memar. Polisi tersebut kemudian menghapus sejumlah gambar yang sudah diabadikan Reza.

Prima Mulia juga mengalami hal yang sama. Hanya saja, ia tidak mendapat kekerasan fisik dari polisi. Prima mengaku disekap oleh tiga orang polisi dan diancam serta foto-fotonya dihapus.

"Rombongan pertama pendemo di Jalan Bagus Rangin tiba-tiba rusuh. Massa kocar kacir. Polisi tangkepin demonstran sambil dihajar. Saya sama Reza bisa masuk untuk ambil gambar kekerasan oleh polisi. Saat ngambil gambar itulah saya ditangkep 3 orang polisi preman sambil ngancam dan minta gambar dihapus. Dari situ saya liat Reza mengalami kekerasan fisik dan didorong sampai jatuh. Semua file foto dihapus," tutup Prima.

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Kehadiran Anies di Cikeas Jadi Masalah Serius

Jumat, 27 Maret 2026 | 02:08

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

SBY Menolak Silaturahmi Lebaran Anies?

Jumat, 27 Maret 2026 | 03:43

UPDATE

324 Hunian Layak untuk Warga Bantaran Rel Senen Rampung Juni 2026

Senin, 06 April 2026 | 18:15

Kasus Amsal Sitepu Harus jadi Refleksi Penegakan Hukum

Senin, 06 April 2026 | 17:59

WFH Jumat Tak Boleh Ganggu Produktivitas

Senin, 06 April 2026 | 17:45

Putri Zulhas Ngaku Belum Tahu Gugatan Pengosongan Rumah

Senin, 06 April 2026 | 17:45

Petinggi Tiga Travel Haji Dicecar KPK soal Perolehan Keuangan Tidak Sah

Senin, 06 April 2026 | 17:37

Konversi LPG ke Jargas

Senin, 06 April 2026 | 17:25

Prabowo Naikkan Target Bedah Rumah Tahun Ini Jadi 400 Ribu Unit

Senin, 06 April 2026 | 17:21

Impor Sparepart Pesawat dapat Insentif Bea Masuk Nol Persen

Senin, 06 April 2026 | 17:12

Sahroni Cabut Laporan Terhadap Influencer Indira dan Rena

Senin, 06 April 2026 | 16:59

PB Orado: Turnamen Domino Jatim Fondasi Menuju Kejurnas

Senin, 06 April 2026 | 16:55

Selengkapnya