Berita

Wakil Ketua Umum Gerindra, Arief Poyuono/Net

Politik

Demi Buruh, Waketum Gerindra Minta Kecurangan Pemilu Digaungkan Di Mayday

SELASA, 30 APRIL 2019 | 22:35 WIB | LAPORAN: DIKI TRIANTO

Waketum DPP Gerindra, Arief Poyuono meminta kepada ribuan buruh yang akan menggelar aksi Mayday, 1 Mei mendatang turut menyuarakan dugaan kecurangan Pemilu yang menguntungkan paslon 01, Jokowi-Maruf.

"Mayday buruh harus suarakan hasil Pilpres yang curang. Sebab kalau pemerintahan dihasilkan dari hasil pemilu curang, nasib dan kesejahteraan buruh tidak akan bisa berubah," kata Arief dalam keterangan tertulis yang diterima redaksi, Selasa (30/4).

Tak mau dianggap menunggani buruh dengan kepentingan politik, Arief justru menilai posisi buruh dengan kecurangan pemilu sangan relevan jika dilihat orang-orang yang berada di balik Jokowi.


"Kecurangan-kecurangan Pilpres yang ditujukan untuk menguntungkan Pasangan 01 tak lepas dari peran besar pemilik modal di Indonesia yang selama ini tidak menginginkan kesejahteraan buruh di Indonesia,"

Salah satu yang ia contohkan adalah penerapan PP 78 oleh Presiden Jokowi yang dinilai merugikan buruh.

"Begitu juga dengan Perpres TKA atau Perpres 20/2018 Tentang Penggunaan Tenaga Kerja Asing (TKA) menjadi bentuk peraturan yang tidak berpihak pada TKI dan membuka pintu lebar-lebar bagi pekerja asing ke Indonesia," imbuhnya.

Padahal, kata Arief, tujuan utama menarik investor asing ke dalam negeri adalah membuka lapangan kerja seluas-luasnya kepada tenaga kerja dalam negeri. Namun hal itu tak terjadi di pemerintahan Jokowi.

Di sisi lain, ia juga sempat menyentil para petinggi ormas buruh yang gemar berhubungan dengan Jokowi.

"Bagi pimpinan buruh yang masih senang diundang ke Istana Presiden serta suka foto-foto sama Presiden, lupakan saja. Karena mereka semua hanya akan mendapatkan angin-angin surga saja dari Presiden dan nasib kaum buruh tidak akan pernah tercipta," paparnya.

Menyinggung soal hari buruh, aktivis buruh ini juga mengingatkan kepada pegawai Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang sebelumnya menjadi sorotan saat kampanye Pilpres untuk melawan elite politik.

"Kami menyerukan pegawai BUMN dan direksi untuk berani melawan tekanan para elite politik dan politisi Senayan jika ada yang menginginkan berbisnis dengan cara-cara melanggar hukum. Nanti nanti akan jadi korban Tipikor, seperti kasus Dirut PT PLN dan kasus amplop cap jempol Bowo Pangarso," tandasnya.

Populer

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Harta Zita Anjani PAN Melonjak Seribu Persen dalam Dua Tahun

Selasa, 16 Juni 2026 | 17:30

Harga Tiket Mahal, Jakarta Fair Bukan Lagi Pesta Rakyat

Senin, 15 Juni 2026 | 02:37

OTT Lanjutan KPK Tangkap 5 Pegawai BPK

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:09

Masuk Ragunan Gratis dalam Rangka HUT Jakarta, Catat Tanggalnya

Senin, 15 Juni 2026 | 19:07

Ganti Rugi Lahan Belum Tuntas, Warga Medan Polisikan Developer

Minggu, 07 Juni 2026 | 01:40

UPDATE

Dialog BEM di Makassar: Gerakan Mahasiswa Harus Independen dan Berbasis Data

Rabu, 17 Juni 2026 | 20:17

DPR Apresiasi Perbaikan Haji di Era Prabowo, Antrean Jemaah Turun Jadi 26 Tahun

Rabu, 17 Juni 2026 | 20:14

KPK Soroti Nama Besar yang Muncul dalam Persidangan Kasus Bea Cukai

Rabu, 17 Juni 2026 | 19:59

Polri Serius Garap Universitas Kepolisian yang Bisa Diakses Masyarakat Umum

Rabu, 17 Juni 2026 | 19:42

Tiyo Ardianto dan Tradisi Panjang Anak Rakyat dalam Sejarah Pergerakan Indonesia

Rabu, 17 Juni 2026 | 19:33

RUU Perkoperasian Buka Jalan Koperasi Jadi Soko Guru Perekonomian

Rabu, 17 Juni 2026 | 19:25

Masyarakat Kemuning Ngadu ke BAM DPR soal Klaim Kawasan Hutan

Rabu, 17 Juni 2026 | 19:21

FPHI Ultimatum OJK, Minta Kejelasan Laporan Keuangan Danantara

Rabu, 17 Juni 2026 | 19:10

KPK Tagih Perbaikan Sistem MBG di Era Kepala BGN Baru

Rabu, 17 Juni 2026 | 18:56

Kinerja Bertumbuh, Pelindo Setor Rp7,81 Triliun kepada Negara

Rabu, 17 Juni 2026 | 18:50

Selengkapnya