Berita

Pendekar Pagar Nusa/Net

Politik

Pendekar Pagar Nusa Satu Komando Membela Tanah Air Dan Ulama

SENIN, 29 APRIL 2019 | 12:25 WIB | LAPORAN: RUSLAN TAMBAK

. Pendekar yang tergabung dalam organisasi pencak silat di lingkungan Nahdlatul Ulama (NU) Pagar Nusa tetap solid dan satu komando dalam menjaga agama dan bangsa.

Ketua Umum Pimpinan Pusat Pagar Nusa, Muchamad Nabil Haroen menjelaskan, akhir-akhir ini banyak sekali fenomena mempermainkan demokrasi, provokasi dan ajakan untuk terpecah belah antar sesama diumbar di media. Sebagai wadah para pendekar yang diasuh para kiai, apapun kondisinya Pagar Nusa harus tetap konsisten membela Tanah Air dan ulama.

"Banyak orang bilang, kelompok yang disinyalir radikal lebih solid ketimbang NU. Kami (Pagar Nusa) harus merapatkan barisan, menjaga soliditas, mengupgrade militansi dan bergerak lebih taktis dalam rangka membentengi bangsa dan negara dari segala bentuk ancaman yang ada. Siapapun yang bermain-main dengan demokrasi dan NKRI akan berhadapan langsung dengan pendekar Pagar Nusa," tegas Gus Nabil sapaan akrabnya, Senin (29/4).


Tidak hanya itu, Gus Nabil juga mengingatkan para pendekar untuk terus berkhidmat dengan cinta kasih serta akhlakul karimah kepada negara dan NU. Menurutnya, dengan keikhlasan dan kesungguhan berkhidmat, barokah para kiai bercucuran menemani aktivitas sehari-hari.

Dalam kesempatan tersebut, Gus Nabil juga menceritakan pengalaman pribadinya. Menurutnya, semakin serius dia berkhidmat, semakin mengalir barokah dan rezeki yang didapatkan. Sebaliknya, jika semangatnya kendor, maka rezekinya pun ikut kendor.

"Percayalah barokah para masayikh kita tidak akan pernah habis. Berkhidmat di Pagar Nusa, berkhidmad di NU jangan takut menjadi miskin. Rezeki akan terus mengalir, jika kita ikhlas dan sungguh-sungguh," ujarnya.

Ditambahkan Gus Nabil, pendekar Pagar Nusa tidak pernah diajari kekerasan. Pendekar Pagar Nusa harus selalu mempergunakan kekuatannya selaras dengan akal dan hati nurani, agar selalu toleran dan ringan tangan dalam membantu serta melindungi tanpa membeda-bedakan. Ditegaskan agar pendekar Pagar Nusa tidak ugal-ugalan, anarkis dan tetap sowan kepada para kiai.

"NU dan Pagar Nusa besar bukan karena kita. Sebaliknya, kita semua besar dan berkembang karena berada di NU dan Pagar Nusa. Tetap rendah hati, jangan pernah merasa kita yang membesarkan NU, tapi NU yang membesarkan kita," tutupnya.

Populer

KSAD Maruli: Saya Minta Maaf dan Bertanggung Jawab

Jumat, 04 September 2026 | 20:28

Advokat Pitra Romadoni Dipanggil Polres Bogor

Rabu, 09 September 2026 | 01:15

Mengenal Pantas Sutardja, Orang Super Kaya AS Berdarah Indonesia

Kamis, 10 September 2026 | 05:04

Masa Jabatan Gibran Tinggal Hitungan Hari

Kamis, 03 September 2026 | 14:46

KPK Periksa Karyawan PT SCGU

Selasa, 08 September 2026 | 15:34

Purbaya Bantah Terima Suap untuk Pertahankan Pejabat Bea Cukai

Sabtu, 05 September 2026 | 16:59

Usai Dimaafkan Jusuf Hamka, KAKI Dorong Polri Buka Kembali Kasus NCD Unibank

Sabtu, 05 September 2026 | 19:53

UPDATE

Perdana sebagai Anggota Penuh, Prabowo Hadiri KTT BRICS di India

Sabtu, 12 September 2026 | 12:20

Serda Ahmad Muzammil Tewas, POMAU Periksa 4 Personel

Sabtu, 12 September 2026 | 12:06

Menteri Imipas Penuhi Janji, 82 WNI Dipulangkan dari Malaysia

Sabtu, 12 September 2026 | 11:52

Kemendikdasmen Prioritaskan Revitalisasi Ribuan Sekolah, Ini Kategorinya

Sabtu, 12 September 2026 | 11:37

Pertamina Patra Niaga Tingkatkan Pasokan BBM ke SPBU Sulsel

Sabtu, 12 September 2026 | 11:28

Soal Life Jacket yang Ditemukan, Pemilik Kapal Buka Suara

Sabtu, 12 September 2026 | 11:10

Hari Pelanggan, Manfaat Perlindungan Kesehatan Tembus Rp1,1 Triliun

Sabtu, 12 September 2026 | 11:01

LRT Jabodebek Beroperasi Normal Usai Gempa M5,9 Guncang Jakarta

Sabtu, 12 September 2026 | 10:50

Emas Antam Naik di Akhir Pekan, Satu Gram Jadi Segini

Sabtu, 12 September 2026 | 10:45

DPR Desak Usut Tuntas Penembakan Tiga Pegawai Pertanian Jayawijaya

Sabtu, 12 September 2026 | 10:28

Selengkapnya